Mereka sedang di ruang tunggu sekarang, sebelum berhadapan langsung dengan CEO Cube Ent.
Mereka ingat betul pesan dari kepala sekolah, yaitu perhatikan dan jawab pertanyaan selama wawancara dengan benar.
"Arghh eottoke.. gue gugup, hyung" -Sungjae
"Jangan gugup, nanti vocal lo gak stabil" -Eunkwang
"Tangan lo aja dari tadi gemeteran, hyung" -Ilhoon
Yang lainnya pun menanggapi dengan tertawa, hingga seorang wanita paruh baya memanggil nama grup mereka. Obrolan singkat di antara mereka pun berakhir, sekarang waktunya untuk wawancara.
.
At Ruang Interview
"Semuanya hadir? Siapa leadernya?" Seorang pria yang sepertinya bertugas memimpin acara, memulai sesi interview.
"Nde, saya leadernya" ujar Eunkwang agak gugup. Ada sekitar 20 lebih orang di ruangan ini.
Pria itu terlihat membolak balikkan beberapa lembar kertas, membacanya sekilas.
"Hmm, masing masing lahir di tahun berbeda.. keculai Seo Eunkwang? Dan.. Lee Minhyuk?"
"Nde" Eunkwang dan Minhyuk menjawab bersamaan sambil mengangkat tangan.
"Empat vocalis.. dan tiga rapper, satu di antaranya rapper bahasa inggris kelahiran Chicago?"
"Nde"
"Saya ingin melihat kemampuan vocalisnya" ujar pria dengan jas hitam rapi, yang bisa mereka tebak bahwa pria itu adalah pemimpin agensinya.
"Ah, nde nde" ujar Eunkwang, ia memandang tiga membernya yang lain, vocal-line. Lalu mereka berdiri, instrumen sudah di siapkan dari jauh jauh hari. Begitu alunan musik terdengar, mereka pun mulai bernyanyi;
Semua yang ada di dalam ruangan memberikan tepuk tangan kepada mereka,
"Awal yang bagus" -Begitu komentar CEO Cube Ent.
"Untuk rapper-line, di nilai langsung saat penampilan saja" lanjutnya lagi.
"Langsung saja, waktu kita tidak banyak" ujar pemimpin acara interview.
Eunkwang mengangguk, beberapa staff masuk ke dalam ruangan membawa properti yang mereka perlukan. Dan mereka pun memulai menunjukkan penampilan inti;
Selesai, mereka pun membungkuk hormat.
"Baiklah, ekhm. Hari ini sampai di sini saja, kami akan mempertimbangkan semuanya dulu sebelum benar benar menerima kalian di agensi kami. Untuk hasilnya, kami akan menghubungi kalian secepatnya. Akan kami beri tahu lebih lanjut setelah kalian mendapatkan undangan berikutnya" ujar Tuan Park.
.
.
.
.
Empat hari berlalu selepas mereka melakukan tes masuk agensi.
At cafetaria sekolah.
"Hoiii!!"
Semua orang menoleh ke arah namja yang berlari tergesa gesa menuju meja yang terletak di pojok ruangan.
Brak!
Ia memukul meja cafe lumayan keras. Teman temannya yang sedang makan di meja tersebut pun terkejut.
"Orang lagi makan woy! anjer" -CS
"Hampir tumpah kecap gue" -HS
"Kenapa sih ? kek orang kemalingan aja" -EK
"Kalo aja ni cabe tadi tumpah ke jaket gucci gue, habis lo gue jadiin sikat" -IH
"Nih!" Sungjae, namja yang membuat kegaduhan singkat tersebut menunjukkan 7 amplop dengan warna sama. Di sisi kanan atas amplop tersebut tertera label berbentuk kubus berwarna biru cerah.
Minhyuk dengan cepat merebut amplop tersebut, di tatapnya lekat lekat. Di masing masing amplop tertulis nama lengkap mereka.
"Guys" panggilnya.
"Kalian tau ini apa?" Lanjutnya lagi sambil tersenyum lebar.
"YYEEEEAAAAAAAYYYYYYY!!!!"
Mereka bersorak, untuk yang kesekian kalinya membuat kerusuhan di sekolah.
.
.
At kediaman keluarga Jung
BRAK! BRAK! BRAK!
"Noona! Noona! Noona! NOOOOOOOONNAAAAAAAA~!!"
Setelah sampai di rumah sehabis pulang sekolah, Ilhoon langsung menuju lantai atas. Mengetuk pintu kamar kakaknya, mungkin lebih tepatnya menggedor.
BRAK! BRAK!---
Ceklek!
"Apa sih ?! Baru pulang udah bikin rusuh!"
"Noona!"
Grep!
"Uhuk! Uhuk! Lepasin-gue-woi! Uhuk!"
Ilhoon memeluk kakaknya erat sampai sampai Joo tak bisa bernafas. Joo memukul mukul pundak Ilhoon dengan keras agar melepaskan pelukannya.
"Hahh.. lo mau bunuh gue atau apa sih?!"
"Noona, gue bakal ganti uang lo secepatnya" ujar Ilhoon sumringah.
"Mwoya?"
Ilhoon memperlihatkan amplop dari Sungjae yang ia terima tadi siang. Joo merampas amplop tersebut dari tangan adiknya dan membukanya dengan tergesa gesa.
"Ya! Ya! Pelan pelan woi! Kalo robek gue gak jadi debut nih" ujar Ilhoon protes.
Pletak! Satu jitakan mendarat.
"Wei woi wei woi, gue kakak lu"
"Argh.. ampun" Ilhoon mengelus kepalanya.
"Huh? Ini beneran? Seriusan?"
"Gue ga bakal ngegedor pintu noona cuma buat becandaan.. bisa habis gue di mutilasi"
"Bener jugak"
"Jadi ini beneran??"
"YA IYALAH NOONAAAAA"
>>>
Kediaman keluarga Yook
.
.
"Eomma, Jae bakal debut!"
.
.
.
Annyeongggg yeorobunnnnn
Ada yg kangen gue? Gaada oke bai.
Heheh
Keep vomment chagiya 💙
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Man has a Talent
FanfictionHIATUS [HIGHEST RANK] #2 in borntobeat #4 in boygrup 7 pria yang bercita cita menjadi Idol dan bakatnya di akui semua orang di dunia. Tanpa memutus ikatan tali persahabatan. Mereka tak boleh egois. Tetapi tak semudah itu. -------------- BtoB fanfict...
