(PRIVATE CHAPTER)
( COMPLETE CHAPTER)
Kebersamaan selalu merapatkan tali persaudaraan. Tetapi, konflik selalu datang pada mereka. Apakah tali persaudaraan mereka akan merenggang, bahkan putus?
Find an answer at this story
Happy reading everybody
"Ehmm...mi, maaf. Ini Sarah boleh keluar dulu nggak?"
"Mau kemana?"
"Ketemuan sama Amanda dan Sania"
"Di?"
"Di kafe terdekat sini kok, mi"
"Yaudah, kamu keluar aja. Tapi nanti jam setengah 2 jemput adek ya"
"Mungkin Sarah pulangnya gak sampai selama itu. Tapi, masih MUNGKIN, mi. Tapi Sarah usahain buat jemput adek", ucap gue dengan penekanan di kata 'mungkin'.
Gue pun langsung bersalaman.
~~~
D
i pintu masuk mereka berdua uda kelihatan aja. Mereka duduk di pojok.
"Mandaaa...saniaa..."
"Haiiii..."- Amanda
"Sini sini duduk"- Sania
"Udah lama ya?"- Gue
"Setengah jam yg lalu"- Amanda
Mau aja gue ngomong, Sania udah nyela omongan gue.
"Eeeh...gak papa kok. Gue pengen nyari wifi aja, hehe..."- Sania
"Yaudah lo pesen aja dulu. Eh, btw gue juga ngundang Silvi sama Putri lohh..."- Amanda
"Eh?! Yg bener lo?!"
"Pissss..."- Amanda
"Nahh, itu mereka"- Sania
Amanda nglambaiin tangan ke mereka berdua. Mereka kemari dan duduk di samping gue.
"Ya Allah, seneng banget bisa kumpul"- Putri
"Iya. Kenapa Athifa kok enggak diajak?"- Gue
"Gini, Ra. Gue ga berani ngajak dia. Maaf nih. Nanti takutnya kalian malah ribut disini"- Amanda
"Gue nggak seanarkis itu kalii, Nda"- gue
Setelah kita berbincang agak lama. Kita memutuskan buat foto- foto.
"Nda, pinjem ig dong"
Dia ngeluarin hp. "Wahhh...hp baru nihh.."- Silvi
"Iphone X? Waww!!"- Putri
"Titipan ini tuhhh"- Amanda
"Titipan dari Allah :)"- gue
Akhirnya kita foto. Dan jangan lupa sama anak zaman sekarang. Upload ig.
INSTAGRAM
sarah.ash
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.