Durasi 8 - Guru Baru

678 260 2
                                        

Ikat dengan benang, terbangkan setinggi mungkin. Jadilah layang-layang.

Layangkan komentar!

TYPO DAN EBI YANG TAK SEMPURNA MUNGKIN BANYAK BERTEBARAN DI SINI. JADI, MOHON KITA SALING BELAJAR😊 ABANG BUTUH TANGGAPAN DAN SARAN KALIAN

Enjoy this Story
Selamat Membaca
-
-

"Kalau memang handphone kamu lagi di-charge, seharusnya kamu kabarin ke teman-teman kamu jangan hubungin dulu sementara waktu. Lihat, gara-gara hanya karena handphone-mu di-charge, Kelvin malah nelpon ke nomor Mami buat ngobrol sama kamu. Mami kan jadi terganggu, Raini. Streaming Drakor harus dijeda dulu jadinya."

Raini terhenyak. Apa maksud si Mami?

"Nih, Kelvin mau ngobrol sama kamu." Mami menyerahkan ponsel miliknya ke tangan Raini. "Jangan lama-lama ya, Mami harus ngelanjutin Drakor lho. Setelah kamu selesai nelpon langsung balikin handphone-nya ke Mami. Jangan nyari-nyari kesempatan buat aktifin hotspot ya. Uang belanja lagi sekarat. Paham?"

Raini tidak paham sebenarnya. Tapi apa boleh buat, menggeleng hanya akan membuat Mami merepet habis-habisan padanya.

Mami pun keluar dari kamar setelah Raini mengangguk pelan.

Raini mulai mengobrol dengan Kelvin.

"Halo?"

"Lama banget sih, Cah? Sampe beranak kuping gue nungguin lo." Suara kesal Kelvin terdengar dari dalam ponsel.

"Beranak?"

"Ngeluarin kotoran. Beranak."

"Oh. Sorry, Kel, gue masih nggak ngudeng sama ucapan Mami tadi, makanya agak lama. Oh ya, lo tau nggak kenapa Mami berpikiran HP gue di-charge? Pasti gara-gara lo ya?"

"Iya. Gue ngarang kalau HP lo lagi di-charge biar ada alasan nelpon ke nomor Mami lo. Udahlah, yang ini nggak usah dibahas. Nggak penting. Sekarang gue mau nagih lo kesepakatan kita tadi."

"Kesepakatan apa?"

Terdengar Kelvin menghela napas. "Udah gue duga, lo bakalan lupa. Nomor emai HP lo, Rai. Kita butuh itu untuk dikasih ke Aji. Ingat, kan?"

Raini menepuk keningnya. Dia memang benar-benar lupa dengan itu. "Harus sekarang banget, ya?"

"Ya iyalah, Raini. Lo jangan suka nunda-nunda waktu ngapa sih. Semakin cepat kan semakin bagus."

"Ya tapi kan sekarang gue lagi sibuk, Kel. Lagi baca buku yang gue beli tadi. Baru juga gue mulai."

"Nggak ada tapi-tapian, Raini. Baca buku bisa nanti-nanti. Emang lo mau semakin lama lo ngasih emai ke Aji, HP lo makin diutak-atik sama pencurinya? Lo bisa bayangin nggak tiba-tiba medsos lo dibajak dan viral? Bukan hanya temen-temen yang tau, bokap nyokap lo juga bakalan tau. Rahasia lo jadi kebongkar seantero negeri."

Raini tertawa mendengarkan kalimat terakhir Kelvin. "Lebay .. Siapa juga yang kepo sama gue? Orang gue bukan selebritis juga. Hayalan lo terlalu berlebihan tau nggak."

"Lo sih terlalu santai ngadepin ini. Bikin kesal aja. Cepat cek emai lo sekarang atau lo mau gue ke sana?"

"Mau ngapain lo ke sini?"

"Numpang tidur. Mungkin begadang sama Mami lo bisa jadi ide menarik buat gue cerita tentang seseorang yang kecopetan di depan sekolah. Bakalan kayak apa reaksi Mami lo ya?"

𝐃𝐄𝐆𝐑𝐀Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang