[01] penderitaan yoona

3K 307 27
                                        

Keluarga?

Kalo ditanya tentang keluarga, Yoona pasti bakalan sedih. Kenapa? Dia lahir di keluarga sederhana. Punya bapak yang pengangguran. Ibunya sakit-sakitan, pengidap asma.

Yoona itu anak sulung dari dua bersaudara. Adiknya namanya Jisoo. Usia mereka cuma beda setahun doang. Persis kek kakaknya, si Jisoo ini juga blangsak orangnya. Hebohan lah anaknya. Jisoo nurut banget sama Yoona, bahkan dia nganggep kakaknya itu panutan.

Di usia 17 tahun, Yoona harus putus sekolah. Kalo cewe lain bakalan ngabisin waktu mereka buat nongkrong bareng temen, shopping atau liburan. Beda halnya sama Yoona. Dia justru harus kerja jadi tulang punggung keluarganya. Biaya sekolah Jisoo pun Yoona yang ngurusin.

Kadang Yoona suka mikir sendiri. Kenapa dia harus lahir di keluarga kayak gitu? Tapi untungnya dia cepet sadar. Bagaimanapun keadaan keluarga kecilnya itu, mereka tetaplah keluarga yang akan selalu Yoona sayangi.

🌿🌿🌿

Sore hari, tepatnya jam lima sore. Yoona jalan sendirian di trotoar jalan. Baru aja pulang kerja. Yoona ini kerja sebagai tukang cuci piring di warung makan dekat rumahnya.

Yoona nendang kerikil-kerikil di depannya asal. Dia lagi meratapi nasib buruk yang terus menghantuinya. "Coba aja ada hujan uang."

"Atau paling enggak, gue nemuin koper yang isinya uang satu miliar kek."

"Eh, lebih bagus lagi kalo ada Pangeran dari negeri Dongeng yang dateng ke dunia gue terus bawa gue masuk ke negerinya." Berkhayal emang jadi kegiatan yang paling Yoona sukai.

Mendadak dia berhenti. Buang nafas gusar. Terus garuk-garuk kepala, udah seminggu belom keramas. Rajin kan? O jelas dong.

"Kalo gue kerja cuci piring terus, kapan gue kaya nya? Yang ada mah gue seabad cuci piring baru deh kaya."

"Tapi kalo kerja, kerja apaan yak? Gue kan cuma lulusan SMP. Pas kenaikan kelas 11, kan gue di keluarin dari sekolah." Yoona murung. Dia jadi sedih sendiri kalo inget itu.

Semenit kemudian, bibirnya tersenyum lebar. Dia geleng-geleng. "Gak. Gue gak boleh ngeluh. Gue harus semangat terus!"

Yoona akhirnya lanjutin perjalanan pulangnya.

•••••

Setibanya di halaman rumahnya, dia denger suara piring pecah dari dalem rumahnya.

"Ibuk!" Teriaknya sambil lari cepat masuk ke dalam. Firasatnya jelek. Dia yakin banget orangtua nya berantem lagi.

Bener aja, pas Yoona buka pintu rumah kecilnya, di ruang tamu Bapaknya lagi mau nampar istrinya yang lagi nangis.

Yoona secepat kilat dorong badan Bapaknya supaya jauh jauh dari Ibuk. "CUKUP PAK!"

Ternyata Bapaknya lagi dalam kondisi mabuk berat. Pandangannya kabur, tubuhnya linglung.

Yoona merangkul tubuh Ibuknya. Perlahan, airmata mengucur dari mata indahnya.

"Mabuk-mabukan, berjudi, utang dimana-mana. Kapan sih bapak tobat?" Tanyanya sambil menangis.

"Makanya, kamu nikah sama orang kaya! Biar bapakmu ini bisa hidup enak!"

Ibuknya mengelus rambut panjang anaknya haru. "Udah, nak. Gausah didengerin ya."

Lakuna | yoonhunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang