4- Jaga Jarak

41 5 0
                                    

Sikap mu seolah menyuruhku untuk menjauh
Maka aku akan berusaha menjauh
Walau sulit

***

  Hari kedua setelah kejutan ulang tahun Embun yang gagal. Senja menjaga jarak dengan Embun dan Langit, lelaki yang di temui di UKS beberapa waktu lalu. Yang biasa nya Senja menghabiskan waktu istirahat bersama Embun, kini situasi nya sudah berbeda. Senja yang hanya berdiam diri di kelas sambil mendengarkan lagu melalui earphone , kadang kala ia juga membaca novel di perpustakaan. Dan, Embun yang selalu ke kantin bersama Langit dan Angkasa, sahabat Langit yang selalu makan di kantin.

  Semenjak insiden 'itu' Senja jadi jarang bertatapan dengan Langit. Pasti, kalau bertatapan salah satu dari mereka akan buang muka. Tatap mata saja tak segan apalagi saling menyapa.

  " Kasian Senja, Ra " Embun berucap sambil mengaduk-aduk es teh nya dengan sedotan. ' Ra ' itu sebutan khusus dari Embun untuk Langit yang diambil dari kata ' Cakra ' .

  " Biarin sih! " balas Langit dengan intonasi yang agak tinggi.

  Di sini siapa yang salah? Embun yang terlalu takut, Langit yang terlalu pendendam, atau Senja yang karena ucapan canda itu?

  ***

  Bangku pojok, tempat paling nyaman untuk Senja saat di kelas. Jarang di lirik guru, bisa senderan di tembok, adem, dan dapat leluasa tidur kalau di depan orang nya gede-gede. Teman duduk Senja bukan lagi Embun, tapi Esok, sahanat Langit. Tidak terlalu buruk, Esok bahkan bersikap baik pada Senja . Misalnya, saat Senja tidur dan tidak mencatat materi, Esok akan meminjamkan catatannya atau mengcopy  catatan nya lalu di berikan pada Senja. Senja bahkan sudah merasa nyaman bila Esok yang menjadi chair mate.

  " makan, Sen " tegur Esok melepas earphone yang bertengger di telinga Senja. Kalau orang lain yang mencabut, pasti Senja sudah ngomel-ngomel, bahkan Embun sekali pun.

  " gak mood " balas Senja kembali memasang  earphone nya .

  " nasi goreng Bu Siti lho, yakin nolak? " Esok tersenyum menyeringai.

  Esok bahkan sudah tahu makanan dan minuman kesukaan Senja di kantin. Nasi goreng katsu Bu Siti dan es susu jelly Pak Makmur. Senja sebenarnya menyukai semua makanan yang di buat dan di jual Bu Siti mulai dari bubur, soto, bakso, mie ayam,  nasi goreng, gorengan, ataupun nasi uduk. Itu sangat nikmat, dan harganya gak bikin tipis dompet, asumsi Senja.

  " sini deh, maksa banget sih lo! " Senja pun memakan nasi goreng pemberian Esok dengan lahap, ia tak ' jaim ' . Menurut Senja, jaim hanya bagi orang alay yang berusaha menutupi ke alayan nya.

  " bilang laper aja susah amat " cibir Esok menggeleng-geleng kan kepalanya melihat Senja yang makan begitu lahap. Senja memang seperti tak peduli sekitar jika sudah makan, Senja mah beda.

  ***

  " inget lo harus cuek ke DIA ! "  tegas Langit menekan kata ' dia ' . Dia yang di maksud siapa lagi alau bukan Senja.

  " itu cuma kejutan, Ra, astaga... " bantah Embun

  " peduli gua apa sama cewe itu? Inget kata-kata gua, jauhui ! Atau dia yang akan merasakan akibat nya sendiri " ancam Langit .

  Embun diam, mematung. Ia memikirkan apa yang akan terjadi pada Senja akibat ulah Langit nantinya? .

  Di balik itu semua, Senja mendengar percakapan mereka antara Langit dengan mantan sahabat nya, Embun. Senja semakin sakit hati mengetahui bahwa kenyataan nya Langit lah yang menyuruh Embun untuk menjauh dari dirinya. Ini seperti tidak mungkin hanya karena insiden ulang tahun Embun kala itu. Tidak mungkin Langit membenci Senja sampai seperti ini.

  'Mungkin memang gua harus menjauh dari Langit. Dan, Esok ' batin Senja sendu sambil meninggalkan tempat ia berdiri tadi, depan pintu ruang pramuka utama.

---

Heio..heio..👋👋
Nath kambek :v
.
Tau gak?
.
NGGA LAH!
.
Cerita ini adalah urutan ke 872 di genre teen fict
Ya elah gua baru urutan segini aja bangga:')
^Semoga naik terus urutan nya.. amin🙏
.
Keep reading and don't forget to voment ❤

---

SENJATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang