7- Bertahan

11 2 0
                                    

Walau bertahan bukan pilihan yang bagus,
Aku akan tetap bertahan,
Walau sulit dan pasti sakit.

***

  Ini adalah hari ketiga setelah kejadian si Langit mengajak bertemu dengan Senja. Semenjak kejadian itu pula, Senja dan Embun benar-benar tak berhubungan. Senja yang menghapus foto-fotonya bersama Embun, tapi Embun yang masih berisi keras untuk berbaikan dengan Senja. Terlalu sulit jika masih ada si lelaki menyebalkan yang Senja temui di UKS, Langit, dia yang seolah-olah menjadi tembok raksasa yang menghalangi Senja dan Embun untuk bertemu. Bertemu saja sulit, apalagi berbaikan.

  Senja kini bukanlah Senja yang di kenal beberapa waktu lalu. Hangatnya senyum Senja, kini sudah perlahan memudar. Senja berbanding jauh dengan yang lalu. Sekarang ia jadi sedingin es batu, tak akan ada yang bisa mencairkannya bahkan si Esok sekalipun, mungkin. Senja saat ini malah banyak di takuti para junior karena raut wajahnya sangat datar. Wajah sangar dan datar Langit pun bahkan masih kalah dengan wajah Senja saat ini.

  " cobalah baikkan sama Embun sama Langit juga " saran Wiwik ke Senja. Reaksi Senja? Masih dengan wajah datar dengan earphone  yang ia pasang di telinga sebelah kanan. Senja tidak peduli, karena ia bukan Senja yang care seperti waktu lalu lagi. Saat ini ia lebih acuh pada sekitar nya. Guru-guru pun mrnyadari perubahan dikap Senja ini.

Ting

Notif pesan itu membuat HP Senja bergetar dan membuat lagu berhenti sejenak.

Langit : ga harus cuek sama yang lain. Cara lu salah buat ngejauhin Embun doang

Read

  Pesan itu lagi-lagi hanya Senja baca notif nya, tidak di buka langsung. Tadinya Senja menyukai Langit karena sikap Langit yang sungguh perhatian pada Senja dibanding kepada Embun. Jika kau tanya bagaimana perasaan Senja saat dibentak Langit? Senja sakit hati, sangat sakit. Rasanya seperti dicabik-cabik hingga menimbulkan bekas luka. Bekas luka itu pun tetap tersisa dan sangat perih jika diingat kembali.

Senja : idc

Balas Senja singkat. Rasanya dunia terbalik, kebanyakan perempuan lah yang mengirim pesan dengan jumlah kata yang tak tanggung-tanggung. Tapi, tidak dengan Senja dan Langit. Langit yang selalu saja mengirim pesan yang panjang pada Senja, dengan satu tujuan yaitu, meminta Senja menjauhi Embun. Dan sebaliknya, Senja yang selalu mengirim pesan dengan singkat dan tetap dengan kesan sikap barunya yang tidak pedulian.

  " nyontek PR sejarah dong, Sen... " pinta Esok sambil memasang puppy face-nya.

  " ga, mikir sana! " ketus Senja kembali melanjutkan membaca novelnya setelah mendorong buku PR Esok dari meja bagiannya. Kejam ? Enggak dong, Senja kan sekarang sudah biasa seperti ini.

***

  Menyukai seseorang yang telah menjadi musuh itu memang sulit. Sulit untuk memilih diantara tetap mencintai walau dalam diam dan kesengsaraan karena harus berjauhan dan hanya bisa menatap dia saat kegiatan sekolah berlangsung, dan juga jadi sangat jarang bertemu. Atau malah tak pernah lagi? . Atau, haruskah Senja memilih untuk melepaskan perasaannya ? Jika harus begitu, kemana dan pada siapa ia harus berpaling? Senja bukanlah tipe wanita yang cepat berpaling. Ia orang yang teguh pendirian, bertahan ya tetap bertahan, melepaskan dan melupakan itu urusan belakangan, jalani saja alur takdir nya. Tapi, dengan berbagai rintangan yang pastinya akan ada nantinya, Senja tetap memilih untuk bertaham. Entah mengapa ia harus memilih bertahan walau nantinya akan tersakiti juga si hati kecil nya.

______

Halo 👋
Readers makin sedikit, sedih gua:'
.
.
Tadinya gua pengen bikin cerita ini dari pengalaman pribadi gua.
Tapi pengalaman gua pait pait:v
Di tiap part ada sih yang pengalaman gua nanti nya, pasti ada aja dah
.
Jangan berpaling deh ya dari Senja
Voment boleh lah {} ❤

 

SENJATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang