Tak terasa hari memasuki musim dingin. Seluruh orang tengah merapatkan pakaian hangat masing - masing saat hendak menyebrangi jalanan. Begitupun dengan Lucy.
Lucy tengah berada di kota Seoul sekarang untuk menghadiri pameran lukisan karena ia ikut menampilkan karyanya di salah satu galeri terbesar di kota tersebut. Mengingat sedang libur panjang awal musim, ia berencana untuk istirahat di sana.
Galeri tersebut terlihat luas akibat efek jendela yang cukup lebar dan tinggi, memberikan efek indah pada seni rupa yang ada. Saat berjalan melihati satu per satu karya yang ada, tak sengaja Lucy menangkap bayangan sosok Renjun dari balik jendela. Wajah lelaki tersebut terlihat pucat, mungkin efek suhu dingin.
Tetapi bukan itu yang Lucy pikirkan sekarang. Ia segera melangkahkan kakinya cepat keluar dari galeri dan berlari menuju arah Renjun.
Lucy dapat melihat Renjun berjalan dengan gontai dan pandangan yang rendah. Lucy hendak mengejarnya, tetapi langkah kakinya tertahan akibat banyak pejalan kaki di daerah tersebut.
Dengan kemauan yang begitu besar, Lucy terus berusaha mengejar Renjun sehingga ia dapat meraih sebelah pergelangan tangan lelaki tersebut. Lelaki itu berbalik, tetapi badannya langsung terjatuh di pelukan Lucy.
"Renjun? Renjun??" Lucy mencoba menyadarkan diri Renjun sesekali menepuk pipi lelaki tersebut.
"Astaga dingin sekali," gumam Lucy saat menyentuh permukaan wajah Renjun. Ia melihat lelaki tersebut menggertakan gigi.
Melihat keadaan yang ada, dengan sekuat tenaga Lucy berusaha membawa Renjun menuju rumah sakit yang tidak jauh dari galeri.
"Bertahanlah, Renjun..."
KAMU SEDANG MEMBACA
PAINT × Renjun
Fanfictionyou are always paint my heart. ➖ 20171228 ~ 20180118 ➖ aimuyo 2017
