'Till We Meet Again... Part 5

452 70 9
                                    

Background Music: EXO - XOXO

Cincinnya menempel di tubuhku dan sensasi dingin membuatku tergelitik di punggungku. "Yeoppoyo..."

Wajahku mulai memerah. "J-jinjja...?"

Jari-jarinya yang mengusap pipiku bergerak sampai menangkup daguku dan wajahnya tiba-tiba mendekat. Hatiku berdegup kencang. "Ini pertama kalinya aku liat kamu, tapi aku tau kamu sempurna buatku. Meski kamu sebenernya juga tampan, pas aku ngobrol sama kamu, kamu baiiiiikkkkk banget... Itu kayak dua hal yang berlawanan. Kalo kita punya waktu berdua sekarang, apa aku boleh goda kamu yang gak berhubungan dengan pekerjaan???"

Aku mulai bersandar ke arah Chanyeol. "Geurae. Kamu punya penilaian yang baik. Dan, kamu bilang kalo aku cocok sama penilaian kamu, kan?"

Aku diam-diam mencium pipi Chanyeol.

Aku diam-diam mencium pipi Chanyeol

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Chanyeol tersenyum lebar. "Apa ciuman itu hadiah buatku karena udah ngasih penilaian yang baik?"

"Eotte?"

Chanyeol berpikir sejenak. "Itu masih belom cukup"

Dengan lembut memiringkan wajahku, Chanyeol tiba-tiba bersandar lebih dekat...

Dengan lembut memiringkan wajahku, Chanyeol tiba-tiba bersandar lebih dekat

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Apa ini masih terlalu pagi buat bilang sama kamu kalo aku mau kamu?"

"Dasar serakah. Hajiman...aku seneng kalo ada orang yang hebat yang mau sama aku."

"Apa kamu boleh ijinin aku supaya aku bisa lebih dari cium kamu aja???" Saat dia mengatakan sesuatu yang begitu berani, Chanyeol menyeringai seperti anak sekolah. "Ini pertama kalinya aku mau seseorang ada di hidupku."

Dia berbisik padaku dengan tergesa-gesa. Aku tersenyum licik. "Jadi, apa kamu namja yang berani saat mabuk, eoh? Dasar gombal!"

Aku tertawa dan mulai menciumnya.

Hari-hari cinta mantap setelah kita bersama-sama sangat baik, tapi... Aku ingin mencicipi nafsumu lagi.

Dan saat kami akan bersentuhan... Tiba-tiba aku menghindar ke sisinya dan mencium pipinya. Aku mengedipkan mata dan menariknya kembali. "Mianhae. Aku harus pulang. Sayang banget, karena aku seneng-seneng sama kamu."

{7} 'TILL WE MEET AGAIN...Where stories live. Discover now