pindahan 1

1.8K 65 1
                                    

'Lanjutan Pov Al'

"Oh iya kamu jadi gak tinggal di rumah baru kamu itu? "Ucap bunda.

"Jadi dong bun,masa Al udah beli gak di tempatin." Ucap Al

"Kirain mau tinggal di rumah, nemenin bunda sama ayah, kan nanti kalau kamu pergi di rumah sepi, kan kamu tau sendiri kamu gak punya adik."ucap bunda karena gak mau Al pergi.

"Kamu memang nya mau kapan pindah nya?"

"Iya bunda Al paham, Al akan sering main kesini kok bun, bunda jangan sedih, kan jarak rumah Al ke rumah bunda dekat, gak jauh.

Rencananya sih mau besok, tapi gak tau ana, Al belom bilang ke ana bun."ucap Al sambil mengelus-elus pundak bundanya.

"Tapi janji yah sering main ke sini, tapi kalo kamu sama ana gak sempat main, nanti bunda deh yang main. Yaudah nanti kamu bilang yah" ucap bunda nya sambil tersenyum lebar.

"Nah gitu dong bun, iya bun oke oke. "Ucap Al menunjukan jempol tangan nya.

"Yaudah bunda mau nyusul ke dapur dulu, ngebantuin istri mu dan ibu mertua mu. " ucap bunda nya.

Al dan ayah nya mengangguk. sedangkan papah lagi nganterin adit ke sekolah.

***
'Pov Ana'

Makan siang pun siap, disiapkan oleh mamah bunda dan aku, keluarga pun sudah berkumpul di meja makan terkecuali adit, karena sekolah nya full day school.

Aku menyendokan nasi sama ikan asam manis ke piring suami ku dan aku dapet senyuman manis membuat ku degdegan

"Makasih istriku. "Ucap Al

"Sama sama kak Al. "Ucap ana yang tersipu malu, dan mungkin di pipi ku sudah memerah karena malu.

"Eits ana sayang kok manggil nya masih kakak sih? Panggil mas, bang, ataupun sayang ke ana, ini itu suami mu sayang bukan kakakmu." Ucap mamah menggoda ku.

Aku tidak menjawab malah menunduk malu, karena tidak ingin ada yang melihat tanda merah pipiku ini.

"Ah mamah udah gak apa-apa kok mah, mungkin istriku ini belom terbiasa mah, kasian tuh muka istriku jadi merah begini mah. "Ucap Al yang memandangku dan mengelus-elus pipiku dari samping.

"Udah udah ayo makan, kapan selesai nya kalo kaya gini, katanya kamu mau ngomong sama istri mu sehabis makan, ayo cepat selesai kan makan mu. "Ucap bunda

Al yang mendengar ini langsung terkejut dan membulatkan bola mata nya.

"Apa yang akan di omongin kak Al yah?,ah sudahlah lanjutkan makan jangan sampe ada yang tahu kalo kamu terkejut." Ucap ana dalam hati sambil bertanya tanya dan melanjutkan makan nya.

"Ah iya bun. "Ucap Al dengan semangat langsung melahap habis makanan nya.

Sesudah makan ana mau mengambil piring piring kotor yang ada di meja, tetapi di cegat oleh bunda nya.

"Eh ini biar bunda sama besan bunda saja yang membersihkan,sambil memberi kode ke mamah. "Ucap bunda.

"Ah iya sayang, kamu bicara aja sama nak ibrahim sana, nak ibrahim sudah menunggu mu loh di kamar. "Ucap mamah yang ikut ikutan mendukung bunda.

Aku langsung gugup dan menganggukan ucapan mamah dan bunda.

Sedangkan ayah sama papah sedang menonton bola di ruang tv.

Aku pergi ke kamarku ,dan setelah ku buka pintu kak Al sudah duduk manis kasur.

Aku menghampiri nya dengan diam dan detak jantungku yang tidak bisa di kontrol.

Suasana menjadi sepi hening menegangkan, karena kak Al juga diam aja, dan tiba tiba

"Ana kamu mau gak ikut pindah ke rumah baru ku maksudnya kita, kita tinggal berdua disana yang nanti nya akan di ramaikan sama anak anak kita kelak. Rumah nya gak terlalu jauh dari sini kok , rumah kita dekat sama rumah bunda dan rumah ini. " ucap Al panjang lebar agar tidak di tolak.

"Emmm aku mau kok kak, kan sebagai seorang istri aku harus menuruti semua keinginan suami aku, dan kalo kakak mau kita tinggal berdua aku nurut, karena aku ingin jadi istri yang baik buat kakak. "Ucapku tersenyum lebar ke Al.

"Alhamdulillah makasih yah sayang, iya kakak juga akan menjadi suami yang baik buat kamu. "Ucap Al senang dan dengan spontan Al memelukku, yang membuat jantungku berdetak lebih kencang, mungkin kak Al juga akan merasakan detak jantung ini.

"Kapan pindah nya kak? "Ucap ana yang masih berada di pelukan Al.

"Besok siang gimana? "Ucap Al yang melepaskan pelukan nya.

"Yaudah sehabis ini aku mau beres beres. "Ucap ana.

"Iya, dan besok pagi nya kita ke rumah bunda dulu, ana belum tau kan rumah bunda, nanti aku ajak keliling rumah bunda. "Ucap Al sambil tersenyum lebar.

"Iya ,nanti ana juga bantu kakak buat beres beres. "Ucap ana.

Setelah percakapan selesai kak Al membantuku untuk beres beres barang yang akan di bawa ke rumah baru.

Di tengah sibuk beres beres aku dan Al mendengar adzan ashar, kita solat berjamaah di kamar, dan sesudah solat kami melanjutkan untuk memberesi yang belum selesai.

Setelah selesai kita langsung ke ruang tv untuk memberi tahun papah dan mamah soal ini.

"Pah mah kita mau pindah ke rumah yang udah ibrahim beli, tempat nya gak jauh kok dari sini mah pah, boleh yah ibrahim ajak ana pergi buat ikut sama ibrahim? " ucap ibrahim kepada kedua orang tua ku.

"Ya boleh lah sayang boleh nak, masa mamah gak ngebolehin, kan ana ini sudah menjadi istri mu jadi harus ikut kemana pun kau ingin kan. Asal sering sering main kesini aja yah nak. Nanti mamah kangen sama kesayangan mamah ini." Ucap mamah menyubit pipi ku.

"Boleh dong nak, lagian ana itu bukan tanggung jawab papah lagi, sekarang kamu nak yang bertanggung jawab sepenuhnya sama ana ,karena ana ini istri mu, ana kamu disana jangan males malesan dan manja sama suami kamu yah? Nanti nyusahin nak ibrahim. "Ucap papah ku sambil memegang pundak ku.

Papah mengingatkanku karena aku sering manja manja sama mamah.

"Iya mah pah, papah apaan sih, kan aku manja cuma sama mamah doang, lagian ana sekarang udah dewasa bahkan udah punya suami ana gk bakal manja kok pah, tapi sesekali mah gak apa-apa kan yah kak? " ucap ana sambil tersenyum merayu suaminya.

"Iya gak apa-apa kok manja juga, malah ibrahim suka sama cewe manja yang kaya gini. "Ucap mas Al sambil menyubit pipi yang satu nya, yang belom kena cubit mamah.

"Auw sakit tau kak" ucap ana sambil cemberut.

"Iya iya deh maaf, kamu lucu sih tembem jadi pengen nya nyubit mulu."ucap Al dengan menunjukkan jari kelingkingnya,

lalu aku tersenyum melihat tingkah lucu nya saat merasa bersalah dan mengaitkan jari kelingkingku dengan jari kelingking nya.

Mamah papah bunda ayah hanya terkekeh melihat kelakuan mereka. Lalu

"Terus kalo kakak pergi, adit disini sama siapa? Terus adit nanti berantem nya sama siapa kak? " ucap adit tak setuju kalo kakak nya pindah.

"Yeay kamu ini, malah mikirin berantem mulu, nanti kamu berantem nya sama papah aja tuh sana. Ini sudah kewajiban kakak sayang. "Ucap ana sambil memeluk adiknya, dan kak Al pun ikut memeluk adit.

"Udah udah adit bukan anak kecil, adit pengap nih, kalo kak Al mau peluk kakak adit, adit nya jangan di ajak dong. Kan nanti aditnya jadi nyamuk. " gerutu adit.

Semua keluarga tertawa melihat tingkah laku adit hanya Al yang tersipu malu.

Tak terasa percakapan itu sampai adzan magrib berbunyi dan kita semua sholat berjamaah untuk yang pertama kali.

***

Yang suka cerita nya vote yah. Klik bintang di bawah, jangan lupa juga buat komentar. Jika ada yg ingin di sampaikan.

Assalamualaikum Jodohku Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang