Jennie sudah jatuh terduduk lemas dan termenung sedari tadi.
Member kesayangannya, Roseanne, berani berbuat hal keji semacam ini hanya demi tim mereka. Sejujurnya Jennie merasa tersanjung dengan kerja keras Rose, tapi tentu saja. Ini cara yang salah.
Jennie tidak ingin menatap mata Jaehyun, Junhoe, Jiho ataupun Momo. Dia merasa malu. Malu kenapa ia tidak bisa mendidik membernya.
Jaehyun dan Junhoe sudah terlihat tidak kaget. Mereka hanya menghela napas dalam. Sambil saling bertatapan, berkomunikasi dalam diam.
Jiho dan Momo juga shock. Jiho selalu bilang bahwa dia mengidolakan Rose Blackpink. Walaupun usia debut mereka lebih dulu Jiho, tapi Jiho melihat bahwa Roseanne sangat Indah dari segi tubuh hingga suara.
Momo menepuk bahu Jennie. "Jennie, itu semua bukan salahmu,"
Tatapan Jennie masih kosong. "Roseanne dari grupku, member grupku. Aku selalu memacu mereka agar berjuang lebih keras, merasakan sakit sedikit lebih banyak, dan terkadang mengomeli mereka bukan tanpa alasan. Aku ingin mereka sukses atas kerja keras mereka. Aku ingin mereka terkenal tanpa ada penyesalan."
Kemudian dia menoleh ke wajah Momo. Matanya sembab. "Tetapi Roseanne, gadis kurang ajar itu, memilih cara yang salah. Dia memilih membunuh semua orang, untuk kesenangannya."
"Apa sejak awal Rose bertingkah aneh, Jennie?" Suara berat Junhoe membuat satu ruangan terasa dingin.
Jennie berpikir sebentar lalu membulatkan matanya, "Waktu itu, aku, Jisoo, Lisa dan Rose baru selesai latihan dan kami melihat banyak anak kucing dibelakang gedung latihan kami."
flashback on.
"Yuhuuu, guys, sebentar lagi kita debut! Tanggal debutnya sudah dipastikan, dan kita Pasti akan debut!" Lisa tersenyum sambil menggerak-gerakkan kakinya semangat.
Jisoo tertawa, kemudian Jennie menyahuti, "Bagaimana kalau hari ini aku yang traktir?"
Rose tersenyum lalu membuat aegyo sambil mengerucutkan bibitnya. "Nah gitu dong, Kak Jen, masa Rojeanne mulu"
Jennie mendelik geli melihat wajah Rose. Dia menjitak kepala Rose lalu tertawa. Membuat Jisoo dan Lisa juga ikut tertawa. Sementara Rose menggerutu sebal.
Mereka berempat terus bercanda sambil berjalan di lorong-lorong gelap gedung trainee mereka. Sudah larut malam, bahkan sekarang hampir jam 1 pagi, tetapi mereka baru selesai latihan, karena memang dituntut seperti itu.
Lisa membuka pintu belakang gedung dan mendapati segerombol anak kucing yang terlihat kurus dan kedinginan.
"Aigoo, mereka pasti sangat kedinginan," Jisoo mengelus rambut anak kucing itu pelan sambil menolehkan kepalanya mencari tempat yang dapat kucing kucing itu gunakan untuk tidur.
Rose mencari di sekitar, "Lihat! Ada kardus bekas!" Ia berlari menghampiri segerombol anak kucing dan memasukkan mereka ke dalam kardus. "Nah, beres!"
Jennie memperhatikan anak kucing itu. "Bukankah untuk ukuran kucing mereka terlalu kurus?"
Lisa mengangguk, "Mereka sangat kurus. Dimana ibu mereka coba? Pasti sedang kawin lagi. Kalau saja aku bertemu ibunya, aku akan membawa anak anak ini kehadapannya."
Rose terlihat berpikir sebentar, "Kalian duluan saja pergi ke restorannya. Di ujung jalan ada petshop yang pasti menjual makanan untuk kucing."
Jisoo mengernyitkan dahinya, "Rose, ini sudah lewat jam 1 malam, mana ada pet shop yang masih buka?"
"Ada! aku pernah datang ke sana tengah malam karena anjingku sakit. Ketika aku bertanya katanya buka 24 jam!" Rose tersenyum sangat manis. Tangannya dikepalkan sehingga terlihat menggebu-gebu dan matanya yang berbinar-binar semangat.
Jennie mengangguk, mengiyakan. "Yaudah pergilah, nanti kukabari kita makan dimana,"
Rose melompat kegiranganan dan membentuk tanda oke dengan tangan kanannya. Kemudian gadis itu berlari keujung jalan.
Sementara itu Jisoo, Jennie, dan Lisa pergi menuju restoran yang mereka maksudkan.
flashback off.
"Kemudian, keesokan harinya, kami semua melihat kucing kucing itu mati di dalam kardus." Jennie menutup ceritanya sambil menatap Junhoe.
"Maksudmu, Rose meracuni kucing kucing itu?" Jaehyun mengernyitkan dahinya.
Jennie mengangguk tidak yakin, "Entahlah, kejadian itu sudah cukup lama."
"Apa ekspresi Rose saat itu?" tanya Jiho
"Rose? Seingatku dia kaget, tapi, sebentar. Mungkin ini halusinasiku, tapi waktu itu, Rose sedikit tersenyum?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Train To Busan [fanfiction] [✔]
Mystery / Thrillerjust follow the tracks and don't look back.