10

237 11 0
                                        


---

Yuka menghampiri Toru ketika laki-laki itu sedang berbincang dengan Taka, Tomoya dan Ryota.

Padahal Toru sudah menyuruh Yuka pulang lebih dulu, tadi.

"Toru-san." panggil Yuka.

Toru hanya menatap Yuka.

Taka menyikut Tomoya, lalu menarik lengan Ryota. Mengisyaratkan untuk menjauh.

"Ada apa?"

Setelah tinggal mereka berdua di ruangan itu. Yuka bertanya, "Besok kamu kembali ke Tokyo?"

Toru mengangguk. Dia sudah mengatakan pada Yuka bahwa setelah selesai pekerjaannya di Kyoto, Toru akan kembali ke Tokyo.

"Mmmm.... boleh aku memakai rumahmu?"

"Tentu saja kamu boleh tinggal di rumah itu. Pakai saja ketika kamu ingin memakainya."

"Aku boleh membawa Miya?"

Toru mengangguk lagi. "Tapi karena rumah itu masih kosong. Kamu harus mengisinya sendiri. Nanti akan aku tinggalkan kartu ATM ku. Beli saja apa yang kamu mau."

Yuka mengangguk, "Aku akan pulang lebih dulu."

---

Taka, Tomoya, dan Ryota mengintip Toru yang sedang bicara dengan Yuka. Entah apa, mereka tidak bisa mendengarnya.

"Apa yang sedang mereka bicarakan?" Taka bertanya.

"Tidak tahu." Jawab Tomoya.

"Kenapa mereka terlihat sangat akrab?" Ryota penasaran.

"Mereka menyembunyikan sesuatu dari kita." Ucap Taka yakin.

Tomoya dan Ryota setuju.

---

Yuka mempersilahkan masuk ke dalam rumah.

"Wahh.... ini rumah Toru-san?" Miya menatap sekeliling. Rumah itu masih terlihat kosong.

Yuka terkekeh. "Kita bisa tinggal di sini selama di Kyoto."

"Jadi... kenapa tadi kamu tidak fokus dalam syuting? Itu bukan dirimu yang biasanya."

"Maaf, Miya."

"Benar itu berkaitan dengan Toru-san?"

Yuka menatap Miya.

"Apa yang Toru-san bicarakan?"

Yuka menunduk, lalu menatap Miya kembali. "Aku mengatakan bahwa aku mencintai Toru. Tapi, Toru mencintai orang lain."

"Apa?! Toru-san keterlaluan! Dia berani menikahimu ketika dia sendiri memiliki orang lain."

"Ini salahku karena mencintai Toru."

"Jangan membelanya, Yuka! Aku pikir dia pria yang baik. Tapi dia tidak ada bedanya dengan pria brengsek lainnya."

"Aku tidak suka kau membicarakan Toru-san seperti itu."

"Toru-san hanya mengambil keuntungan darimu, Yuka. Dia hanya memanfaatkanmu untuk memuaskan dirinya sendiri."

"Cukup Miya! Toru tidak pernah melakukan apa pun padaku. Tidak sekalipun dia bersikap kasar padaku."

"Apa???... tunggu.... maksudmu? Toru-san tidak pernah menyentuhmu?"

Yuka mengangguk.

Miya memijit pelipisnya.

Toru (OOR)Where stories live. Discover now