Udah ada tiga jam Rafa skypean sama Key. Dan selama tiga jam itu juga Key nangis tanpa henti. Pertamanya,Key memasang wajah datar,tapi seiring berjalannya cerita,dia mulai nangis gak karuan sampe bantalnya digigitin lalu dilempar.
Rafa mengepalkan tangannya sambil memejamkan mata. Menahan hasrat ingin menonjok Jason saat itu juga karena udah bikin Key nangis. Baru kali ini Key nangis sampe segininya.
"Key,udah. Kasian tuh bantalnya," Kata Rafa sambil meringis ngeliat bantal yang digigit sama Key.
Key memutar bola matanya, "Peduli setan."
"Heh! ngomongnya dijaga dong," Kata Rafa.
Key mengusap air matanya. Udah berapa lama dia nangis? 2 Jam? 3 Jam? Wow rekor. Orangtuanya gak ada pas ulangtahunnya aja,Key gak separah ini nangisnya. Mungkin efek yang Jason kasih sangat dahsyat.
"Udah berapa lama gue nangis?" Tanya Key saat nangisnya udah mulai berenti.
"3 Jam," Jawab Rafa. "Apa gue perlu bawa coklat kesana supaya lo gak nangis lagi?"
Wajah Key langsung sumringah. "Boleh boleh! yang banyak ya!"
Rafa menghela nafas jengkel. Kalo gitu daritadi aja Rafa bilang gitu ke Key supaya nangisnya berenti.
"Yaudah,gue sampe sana sekitar 20 atau 10 menit lagi." Kata Rafa. "Dadah,"
"Dah!" Jawab Key sambil nyengir.
Rafa cepat-cepat mematikan laptopnya lalu memakai jaket yang digantung di belakang pintu kamarnya.
"Mau kemana lo kak?" Tanya Haidar saat Rafa turun tangga.
"Rumah Key." Jawab Rafa singkat sambil memasang sepatunya.
"Cie semoga sukses ya!" Kata Haidar semangat.
Rafa melotot, "Sukses apanya dodol? gue gak mau nembak dia. Yang ada makin banyak masalahnya."
Haidar seperti ingin bertanya tapi segera dia urungkan. Dia tau kalo kakaknya selalu sensitif sama apapun yang berhubungan sama Key. Jadi dia lebih baik berfikir dua kali sebelum nanya daripada disambit sama sepatunya Rafa.
"Bilang mama gue bakal pulang agak malem ya." Kata Rafa sambil keluar dari rumah menuju mobilnya.
"Iya! Anak orang jangan diapa-apain ya!" Teriak Haidar dari dalam rumah sambil ngakak.
"HAIDAR!" Teriak Rafa murka.
Sebelum Rafa mengambil batu dan menyambit muka Haidar yang kelewat ngeselin,Haidar udah lari ke kamarnya.
"Dasar bocah. Minta ditabok," gerutu Rafa.
Rafa memanaskan mobilnya lalu mulai menjalankannya.
Dia mampir ke supermarket sebentar untuk beli coklat yang banyak. Mungkin 12 batang kalo diitung,karena dia tau dirinya sendiri sama Key kalo ngeliat coklat langsung kalap. Jadi lebih baik beli banyak.
Rafa tersenyum miris. Begitu banyak kesamaan yang dimiliki sama dia dan Key. Contohnya coklat tadi. Tapi cuman hatinya yang gak sama kayak hati Key.
Rafa menggelengkan kepalanya. Daripada mikirin yang gak jelas mending dia langsung ke rumah Key.
Sesampainya di rumah Key,dia langsung masuk ke kamar Key. Udah biasa.
"Key," panggil Rafa.
Key,yang lagi tiduran telentang,langsung jatuh dari tempat tidur pas denger suara Rafa.
"Key!" pekik Rafa sambil membantu Key bangun.
Key merengut kesal kearah Rafa sambil sibuk mengusap pinggangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Key
Novela JuvenilIni cerita tentang Key. Cewek yang menyukai seseorang walaupun tersakiti berkali-kali. Seperti kata Key,"Cinta itu butuh perjuangan." • Cover by : sashimii
