"Ih,maksud gue bukan taman yang ini," Kata Key kesal.
Jason menaikkan sebelah alisnya. "Makanya,kalo ngasihtau tuh yang spesifik."
Key melihat sekitarnya,lumayan familiar. Lalu matanya menangkap satu rumah yang berwarna coklat. Nggak salah lagi,taman yang dia maksud gak begitu jauh dari taman yang ini.
"Jas,taman yang aku maksud gak begitu jauh kok dari sini." Kata Key sambil berfikir. "Mungkin sekitar 5 kilometer lagi,"
Mata Jason kalo bisa keluar,pasti sekarang udah keluar.
"5 kilometer lagi?!" Tanya Jason.
Key manggut-manggut sambil memasang wajah polos.
Jason menghela nafas. "Yaudah tunjukin jalannya ya,"
Key nyengir kearah Jason tanpa dosa. "Tinggal lurus doang kok."
Jason mengangguk dan menjalankan mobilnya kearah taman yang di maksud Key. Lalu dia teringat sesuatu.
"Key," panggil Jason. "Kamu nyadar gak sih tadi kamu ngomongnya pake aku-kamu?"
Key melongo dan pipinya memerah dengan cepat. "Iya apa? Kok gue gak nyadar ya?"
Jason langsung cemberut. "Pake aku-kamu aja kenapa sih. Berasa gak pacaran tau gak,"
Key tertawa. "Emang setiap orang yang pacaran harus pake aku-kamu? Gak penting tau gak,yang penting 'kan sama-sama sayang."
Sedetik kemudian,Jason merasa bersalah. Orang yang ada disebelahnya sekarang,yang statusnya adalah pacar Jason,secara gak langsung udah ngutarain perasaan dia ke Jason. Sedangkan Jason? Masih berusaha buat bales dendam lewat Key. Padahal yang salah itu Sher,dia yang ngebuat Jason kayak gini.
"JASON!"
Teriakan Key sukses buat Jason ngerem mendadak.
Jason mendelik kearah Key. "Kenapa sih teriak-teriak?"
Key menunjuk kearah luar kaca mobil. "Udah sampe,hampir aja kita kelewatan."
Jason melihat kearah luar yang ditunjuk Key,lalu terperangah. Pantes aja Key maksa banget untuk kesini. Ternyata,taman yang ini sepuluh kali lipat lebih keren dari taman sebelumnya. Padahal di mata Jason,taman sebelumnya udah keren banget.
Taman itu gak terlalu luas,mungkin kalo untuk ukuran taman,taman yang ini termasuk kecil. Di tengah-tengah,ada danau kecil atau bisa dibilang kolam saking kecilnya. Tapi keliatan banget kalo itu buatan,soalnya gak alami,tapi tetep keren. Danau -atau kolam.- itu diapit sama tiga pohon,di kiri,di kanan,dan di belakang. Pohon-pohon itu dihiasi lampion-lampion yang ketauan banget nyala di malam hari. Pohon yang disebelah kanan,jauh lebih besar daripada dua pohon yang lain,dikelilingin sama bunga dandelion.
Di deket pohon sebelah kanan,ada kursi taman warna putih. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Jason. Sisa dari taman itu,dipenuhi sama bunga-bungan berbagai macam warna. Seolah-olah,mereka ingin pamer dengan keindahan masing-masing.
Key tersenyum. "Taman ini dibuat tahun 1976 kalo gak salah,sama penduduk sekitar. Dulu,setiap akhir bulan,banyak keluarga yang bakalan piknik atau cuman metik bunga-bunga untuk dibawa pulang."
"Keren banget." Kata Jason yang masih setengah sadar.
"Udah yuk,turun." Kata Key.
Mereka turun dari mobil dan Key langsung narik tangan Jason kearah pohon di sebelah kanan. Diam-diam,Jason berharap kalo dia bisa bawa Sher kesini,pasti Sher seneng.
"Kenapa kita gak duduk aja di bangku?" Tanya Jason heran.
Key tersenyum lagi. "Kata orang,kalo misalnya ada pasangan yang duduk dibawah pohon ini. Konon,bakalan tetep bersama sampe tua."
KAMU SEDANG MEMBACA
Key
Fiksi RemajaIni cerita tentang Key. Cewek yang menyukai seseorang walaupun tersakiti berkali-kali. Seperti kata Key,"Cinta itu butuh perjuangan." • Cover by : sashimii
