"Jason,lo putus sama Kintan?"
"Kintan mantan ke berapa,Jas?"
"Putus lagi?"
"Kok bisa putus sama Kintan?"
Jason menghela nafas frustasi,sepanjang jalan ke kelasnya,dia selalu ditanyain tentang hubungannya sama Kintan. Emang penting bagi mereka kalo tau? Emang keluar di Ujian? Nggak kan?
"JASOOONNN! KOK KAMU NINGGALIN AKU SIH?"
Jason menutup matanya sejenak. Tambah pusing denger teriakan Kintan di koridor yang gatau malu. Padahal kan,Jason udah mutusin Kintan kemaren pas pulang sekolah,masih aja manggil Jason atau ngegreet. Lebih parahnya lagi,sekarang Kintan teriak.
Dia ngerasa kalo ada yang memeluk tangannya. Jason noleh dan langsung aja ngehentakin tangannya pas liat siapa yang meluk tangannya dia.
"Mau apalagi sih lo?" Tanya Jason dingin.
Kintan cemberut, "Aku kan pacar kamu."
"Jijik kali ya. Gue aja gatau kenapa bisa pacaran sama lo." Jason mendengus dan mempercepat langkahnya ke arah kelas. Gamau berurusan sama cewek macem Kintan.
"Kenapa lo? Muka kusut banget." Kata salah satu sahabat Jason,Joshua. Pas Jason dateng dan ngelempar tasnya ke kursi.
"Paling Kintan," sahut Gilang,sahabat Jason satu lagi.
Mata Joshua langsung membesar, "Serius Kintan? Kenapa lagi tuh anak?"
"Dia ngikutin gue mulu. Udah kayak stalker." Jawab Jason.
Tawa Gilang pun langsung pecah. "Lagian sih lo. Semua cewek dipacarin. Kena kan akibatnya. Sukurin."
Jason melotot, "Gue punya alesan kenapa macarin hampir semua cewek. Dan kalian kan tau."
"Tapi sampe kapan lo mau gini terus? Gak kasian anak orang lo patahin hatinya?" Tanya Joshua.
"Kan mereka yang mutusin gue. Bukan gue yang mutusin mereka," Protes Jason.
"Tapi selama dua minggu ini,lo yang mutusin mereka." Kata Gilang.
Jason diem. Emang selama pacaran sama mantan-mantannya,selalu ceweknya yang mutusin Jason. Karena mereka udah dapet dua hal dari Jason. Kepopuleran dan Uang.
***
Key memasuki kelasnya dengan menunduk. Kebiasaan. Matanya menjelajahi kelas untuk mencari Jason. Dan dia menemukan Jason sama dua sahabatnya -Joshua Gilang- lagi ngobrol bareng di tengah kelas.
Key mengernyitkan dahi. Sejak kapan mereka duduk di tengah-tengah kelas gitu?
Gilang -yang emang tukang modus- langsung menyapa Key.
"Halo Key,makin cantik aja." Sapa Gilang genit yang langsung dapet toyoran dari Joshua.
Key memutar matanya, "Gue udah cantik dari dulu."
Sontak,Jason langsung memutar badannya untuk ngeliat kearah Key.
Key pun langsung keringat dingin pas ditatap sama Jason.
"Tapi Key hari ini lagi cantik banget," Kata Gilang yang masih modus.
Senyum jail terukir di muka Key. "Jadi kemaren-kemaren nggak?"
"Cantik kok. Tapi hari ini lagi cantik banget."
Bukan.
Itu bukan Gilang.
Tapi,
Jason.
Key mengerjapkan matanya. Ini mimpi kan? Pasti mimpi, batin Key.
"Cie Key blushing." Celetuk Joshua.
"Apaansih. Nggak." Kata Key sambil ngibasin tangannya di udara.
Di sisi lain,Rafa yang ada di depan pintu kelas,denger semuanya. Semuanya. Dari awal Gilang nyapa Key,sampe Jason yang bilang Key cantik.
Rahang Rafa langsung mengeras. Mau jadiin Key target selanjutnya? Gabakal bisa, batin Rafa.
Rafa juga gangerti sama pikiran Key. Kenapa dia masih suka aja sama Jason. Walaupun Key pinter,tapi kalo urusan cinta ... dia payah.
Dan,
Kenapa Rafa kesel pas Jason muji Key?
Rafa menggelengkan kepalanya. Bermaksud membuang pikirannya tentang Jason - Key.
***
Bel istirahat bunyi. Satu kelas yang hampir semuanya udah tidur,langsung sadar 100% pas denger suara bel.
Anak jaman sekarang.
Sebelum Jason sempet keluar kelas,Raf udah nahan Jason.
"Gue perlu ngomong sama lo," Kata Rafa pas dia udah mastiin kalo Key udah keluar kelas.
Jason mengangkat sebelah alisnya, "Ngomong apa?"
"Nggak disini." Kata Rafa sambil menghembuskan nafas. "Taman belakang."
"Oke." Kata Jason.
Jason mengikuti langkah Rafa kearah taman belakang setelah dia nyuruh kedua sahabatnya untuk duluan ke kantin.
"Maksud lo apa pake bilang Key cantik?" Tanya Rafa to the point. Iya,mereka udah di taman belakang.
"Emang kenapa? Lo cemburu?" Tanya Jason santai.
Rahang Rafa mengeras, "Jangan lo jadiin dia target selanjutnya."
Jason masang senyum licik di mukanya. "Kalo iya gimana?"
"Gue bakal ngabisin lo." Kata Rafa dingin.
"Udah gitu doang?" Tanya Jason nyolot. "Kalo gitu gue pergi dari sini."
"Dan jangan ngasih harapan kosong ke dia! Dia udah cukup kesiksa ngeliat lo gonta-ganti cewek setiap hari!" Seru Rafa pas Jason udah ninggalin dia.
Dan itu sukses bikin Jason bungkam.
====================================================
Tbc.
Yah,gue gajadi make sudut pandang pemain karena udah terlanjur HAHA tapi nanti di cerita gue selanjutnya bakalan pake sudut pandang pemain lagi -kalo gue belom berubah pikiran- HAHA gue labil soalnya.
THANKSSSSS BUAT YANG UDAH VOMMENTS!<3333 gue seneng banget yaampun:")
xx Andien
KAMU SEDANG MEMBACA
Key
Teen FictionIni cerita tentang Key. Cewek yang menyukai seseorang walaupun tersakiti berkali-kali. Seperti kata Key,"Cinta itu butuh perjuangan." • Cover by : sashimii
