[COMPLETED]
Park Anna, blasteran Indonesia-Korea yang kini tinggal di Seoul bersama saudara tirinya, Kim Jaehwan.
Kehidupan Anna di Seoul awalnya baik-baik saja, sampai kehadiran dua pria tampan mulai memperumit semuanya. Mereka adalah Hwang Minhyun...
Hari ini sepulang sekolah, seperti rencana sebelumnya, Anna dan Minhyun akan segera berkencan. Minhyun memilih taman yang sangat banyak menjual jajanan-jananan enak sebagai tempat pertama mereka.
Minhyun membelikan dua buah es krim untuk Anna dan untuknya. "Pikirkanlah setelah ini kau mau apa, aku akan membelikannya," ucap Minhyun sambil tersenyum.
"Minhyun oppa, bisakah kau tidak tersenyum?" tanya Anna.
"Kenapa? Aku jelek ya?" Minhyun mulai merasa tidak percaya diri.
"Tidak, kau sangat tampan, senyummu sangat menawan. Aku tidak sanggup mengendalikan hatiku kalau oppa sudah tersenyum, membuat dadaku sakit. Makanya aku meminta oppa untuk tidak terlalu banyak memberiku senyum," wajah Anna langsung memerah. Ia merasa kalau perkataannya barusan adalah hal yang paling imut yang pernah ia katakan pada Minhyun selama mereka berpacaran.
Melihat wajah kekasihnya mulai memerah, Minhyun langsung mencium pipi Anna dengan lembut. Kedua es krim yang masih ada diantara mereka, menjadi saksi pertama kalinya Minhyun mencium Anna.
"Oppa.." Anna tersipu malu dan mulai menutupi wajahnya dengan es krim.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Percuma ditutupin, karena es krim itu akan meleleh. Aku pasti bisa melihat wajah cantikmu lagi setelah itu," Minhyun tidak berhenti membuat Anna tersipu malu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anna akhirnya berlari dan mulai disusul Minhyun. Anna rasa, jika mereka berlari-larian sejenak akan membuat jantung mereka masing-masing beristirahat untuk berdebar.
Hingga akhirnya mereka berdua lelah berlari-larian dan memutuskan untuk duduk sejenak di kursi taman sambil menatap pemandangan bunga-bunga yang indah serta para pengunjung yang berbahagia, termasuk mereka.
"Aku sarankan untuk membuat cerita yang romantis. Orang Korea sangat menyukai hal-hal yang romantis," ucap Minhyun.
"Begitu ya, oppa? Tapi aku bingung bagaimana cara membuat ceritaku ini menjadi romantis," Anna mulai ingin bertukar pikiran pada Minhyun.
"Memangnya kau sudah tahu, mau menulis apa?"
"Tadi aku baru mendapatkan inspirasi. Mau buat cerita tentang seorang namja yang sangat pendiam dan tidak mau bersosialisasi dengan siapapun. Dan di akhir cerita, aku mau bikin kejutan dari alasannya kenapa bisa sampai menjadi pribadi yang sangat tertutup seperti itu."
"Ya sudah, kau selingi saja dengan hal-hal romantis. Seperti, namja ini menjadi berubah karena seorang yeoja, atau alasan dia seperti itu karena pernah ditolak cintanya dimasa lalu, kemudian yang menolak kini datang kembali di kehidupan dia," Minhyun memang pandai sekali memberikan saran. Anna selalu suka dengan saran-saran yang diberikan Minhyun untuknya.
"Ide bagus. Tapi, aku tidak tahu bagaimana seorang namja pendiam sepertinya menanggapi seorang yeoja," Anna tampak ragu.
"Pendiam sepertinya? Apa kau terinspirasi dari kisah nyata?" tebak Minhyun.
"Daebak, oppa, you know me so well," Anna membulatkan mulutnya setelah mendengar tebakan Minhyun.
"Hahaha. Kau sangat lucu, padahal aku tahu karena ucapanmu yang sudah memberikan clue-nya," Minhyun menarik tubuh Anna agar dekat dengannya dan kemudian merangkul gadis itu. Lagi-lagi Anna salah tingkah dan tidak bisa mengendalikan jantungnya yang berdegup sangat kencang.
"Hanya ada satu namja yang seperti itu di sekolah kita, Anna."
"Oppa tahu banyak tentang dia?"
"Tidak banyak. Kami hanya bertetangga. Di rumah dia juga tidak pernah keluar kamar selain berangkat ke sekolah. Tapi appa dan eomma-nya sangat baik dan ramah. Hyung-nya juga sangat ramah, dia saja yang sedikit aneh."
"Aku rasa dia punya alasan. Aku akan mendekatinya dan mencari tahu alasannya. Aku harap ceritaku akan membantunya untuk bisa memiliki banyak teman. Karena aku berniat di ceritaku nanti, akan memberikan saran dan gambaran kebahagiaan yang akan didapatkannya kalau dia mau membuka dirinya dengan orang-orang di sekitarnya."
"Kau memang gadis yang baik. Aku akan terus mendukungmu. Kalau di sekolah sangat sulit untuk mendekatinya, aku akan mengajakmu ke rumahnya. Orang tuanya bekerja seharian, jadi kita bisa saja mendobrak kamarnya dan bertemu dengannya," Mereka berdua akhirnya tertawa bahagia sambil membayangkan betapa lucunya jika mereka sampai-sampai melakukan hal seperti itu, mendobrak pintu demi menemui Jinyoung.
"Seru ya, tertawa berdua. Sudah sampai rangkul-rangkulan lagi. Yaa, Park Anna, ayo cepat pulang! Appa sudah mulai marah, ia mau menjemputmu ke sekolah kalau sampai kau tidak pulang satu jam dari sekarang," tiba-tiba, di tengah keromantisan kencan yang dilakukan Anna dan Minhyun, Jaehwan datang dengan nafas terengah-engah. Sepertinya ia habis berlarian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jinjja?Oppa, aku harus segera pulang," appa memang seorang yang sangat protektif pada anaknya, apalagi anak perempuan seperti Anna. Sehingga Anna cukup takut dan segera mengakhiri kencan romantisnya ini dengan Minhyun.
"Ya sudah, hati-hati ya, sampai juma besok pagi," Minhyun membelai kepala Anna dengan lembut. Setelah itu Anna pergi meninggalkan Minhyun perlahan. Namun, Jaehwan tidak beranjak dari posisinya yang kini berada di hadapan Minhyun.
"Kau kenapa?" tanya Minhyun heran.
"Kenapa hyung tidak mengatakan hati-hati padaku? Dan tidak membelai kepalaku?" Anna yang mendengar hal itu, langsung buru-buru menarik pergelangan tangan Jaehwan agar segera beranjak pulang kerumah bersamanya.
"Hahaha, hati-hati ya kalian berdua. Saranghae," Minhyun tertawa.
"Ewh, dia baru saja bilang saranghae ke kita?" Jaehwan bertanya dengan ekspresi jijik.
"Ani, saranghae itu untukku. Kau kenapa GR sekali, Kim Jaehwan!" Anna tampak kesal pada saudara tirinya itu. Namun tetap saja, saudara tirinya itu sangat baik padanya, ia rela berlari-larian untuk mengatakan padanya kalau appa sudah mulai marah karena Anna yang tak kunjung pulang. Padahal kalau Jaehwan mau berbuat jahat, ia tidak perlu repot-repot melakukan hal tadi dan membiarkan Anna di marahin oleh appa Jisung habis-habisan jika sampai ketahuan kalau ternyata ia tidak sedang berlatih basket di sekolah, melainkan sedang berkencan romantis di taman.
To be continued
Penasaran gak gimana kelanjutannya? keromantisan mereka akan bertahan lama tidak, ya.. terus kenapa Kim Jaehwan selalu muncul diantara mereka, ya? Hmm.