[COMPLETED]
Park Anna, blasteran Indonesia-Korea yang kini tinggal di Seoul bersama saudara tirinya, Kim Jaehwan.
Kehidupan Anna di Seoul awalnya baik-baik saja, sampai kehadiran dua pria tampan mulai memperumit semuanya. Mereka adalah Hwang Minhyun...
Setelah drama tangis-tangisan dengan appa dan eomma di bandara Incheon, akhirnya Jaehwan dan Anna bisa tidur pulas di pesawat. Mereka berharap ketika mereka bangun, mereka sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta.
"Belum sampe?" tanya Jaehwan begitu membuka matanya perlahan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Belum. Kau kira ke Jakarta sebentar? Seperti ke Jeju?" jawab Anna yang juga baru bangun tidur.
"Waah, aku jadi rindu temanku yang di Jeju, Joo Haknyeon."
"Ya sudah, ke Jeju aja sana."
"Kau tidak merindukan Minhyun?" tanya Jaehwan. Tiba-tiba ia teringat tentang Minhyun yang ia temui tadi di jalan menuju sekolah.
"Rindu sekali. Tapi, buat apa merindukan seseorang yang bahkan tidak memikirkan kita kan?" jawab Anna sedih.
"Sebenarnya, dia juga merindukanmu. Tadi pagi, dia menunggumu di jalan seperti biasanya," Jaehwan merasa bersalah karena tidak mengatakan apapun kepada Minhyun tentang kepergian mereka ke Indonesia sekarang.
"APA? Kenapa tidak bilang padaku?" Anna tampak sedih.
"Sudahlah, setelah seminggu di Indonesia, kita kan kembali lagi ke Seoul. Kalian bisa bertemu lagi," Jaehwan mulai menenangkan Anna.
"Iya. Aku jadi ingin segera kembali ke Seoul."
🌸🌸
"Ibuuu," Anna berhamburan ke pelukan Ibunya yang sudah menunggunya di Bandara Soekarno-Hatta. Rasanya ia sangat merindukan pelukan itu hingga tidak sanggup menahan air matanya yang mulai berjatuhan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Anna-ku sayang, kamu semakin cantik ya di Korea. Ibu sangat merindukanmu. Ibu sebenarnya ingin sekali menyusulmu, tapi maafkan Ibu. Ibu... sudah memiliki keluarga di sini yang tidak bisa Ibu tinggalkan.." mendengar ucapan Ibunya, Anna langsung terkejut. Ia tidak pernah mendengar hal itu dari Ibu sebelumnya. Saat ia pertama kali berangkat ke Seoul 2 tahun lalu, Ibunya masih sendirian.
"Kenapa Ibu tidak bilang padaku?" Anna sedikit kecewa. Namun, semua telah terjadi. Ia hanya perlu bersikap dewasa.
"Ibu takut kamu tidak bisa menerimanya. Tapi Ayah tirimu dan anaknya sangat baik. Mereka sudah menunggu kita dirumah. Ayo," Ibu tampak tersenyum menceritakan tentang keluarganya. Sepertinya Ibu sudah bahagia dan Anna tidak ingin merusak kebahagian Ibu hanya karena keegoisannya.