[COMPLETED]
Park Anna, blasteran Indonesia-Korea yang kini tinggal di Seoul bersama saudara tirinya, Kim Jaehwan.
Kehidupan Anna di Seoul awalnya baik-baik saja, sampai kehadiran dua pria tampan mulai memperumit semuanya. Mereka adalah Hwang Minhyun...
Setelah dari Bandung, hari ke-lima dan ke-enam di Indonesia mereka habiskan di Jakarta. Itu karena Dad mulai sibuk dengan kerjaannya dan Guanlin juga tidak bisa sering-sering libur sekolah untuk jalan-jalan ke luar kota. Dan seperti yang kalian tahu, selama di Jakarta Jaehwan terus-terusan Go-Food lele setiap malam. Membuat Guanlin tidak pernah memanggilnya Jaehwan lagi, melainkan lele.
Hubungan Anna dengan Guanlin juga biasa-biasa saja setelah dari Bandung. Karena Jaehwan sudah tidak membahasnya lagi. Anna dan Jaehwan juga masih seperti biasa. Hanya saja, Jaehwan sedikit menjaga jarak dengan Anna karena ia belum mendapatkan jawaban pasti dari hatinya. Walau ia seringkali meyakinkan hatinya kalau perasaannya hanya sebatas sayang kepada adiknya, terkadang perasaannya menolak. Terkadang hatinya memang sedikit aneh kalau sudah melihat Anna dengan pria lain mulai berdekatakan.
"Maybe yes, maybe no," komentar Joo Haknyeon, sahabat Jaehwan semasa SMP yang kini sudah pindah ke Jeju.
"Sekarang aku jadi sedikit canggung ke dia. Dia nya ke aku biasa aja. Semua ini karena Guanlin gila itu," jawab Jaehwan sambil melahap lele-nya.
"Makanya biasa aja lah. Kalian itu kan memang di takdirkan untuk menjadi kakak adik, jadi mulai sekarang fokusin dia itu adikmu, tidak akan pernah bisa jadi istrimu," jawab Haknyeon lagi.
"Aaaa aku ingin pindah sekolah ke Jeju saja," Jaehwan merengek di telpon.
"Kalau kau seperti anak-anak begini, telponnya aku matiin aja ya," ancam Haknyeon.
"Dasar tak tau diri. Sukur aku menelponmu. Mahal tahu, nelpon dari Indo ke Jeju!" Jaehwan tampak kesal.
"Ya sudah, besok kan sudah balik ke Seoul, mulai aja tuh deketin siapa itu yang tadi kau bilang suka denganmu? Lupa namanya, intinya si gadis yang matanya rabun akut karena sudah bilang kau tampan," lanjut Haknyeon.
"Kwon Yumi. Ya sudah deh, aku akan mulai deketin dia setelah ini. Sepertinya Anna memang menjadi alasan kenapa aku tidak begitu meladeni Yumi selama ini," jawab Jaehwan kembali.
"Namanya juga perasaan, tidak bisa ditentuin mau suka-nya sama siapa. Jadi mulai sekarang, jangan salahkan dirimu sendiri karena sudah sempat memendam rasa untuk seseorang yang tidak seharusnya, jalani aja semuanya dari awal. Dia adikmu. Fighting!"
"Ternyata kau bisa dewasa juga. Ya sudah ya, aku mau cuci tangan dulu. Sambal lele disini pakai terasi, kalau tidak dicuci seribu kali wanginya nempel terus seharian."
"Ngomong apasih? Terasi? Lele? Apa itu?" Haknyeon tampak heran dan bingung.
"Ah sudahlah, Jeju boy sepertimu tidak mengerti. Bye!" Jaehwan langsung mematikan telponnya dan kemudian mulai bangkit untuk mencuci tangannya.
🌸🌸
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang. Hari ini, setelah seminggu mereka di Indonesia, akhirnya mereka akan kembali pulang ke Korea. Ibu, Dad dan Guanlin ikut serta mengantar mereka malam-malam ke Soekarno-Hatta karena pesawat dengan tujuan Seoul memang berangkat tengah malam.
"Ibu harap bisa ikut ke Seoul bersama kalian," kata Ibu setelah mobil mereka sudah memasuki gerbang bandara.
"Liburan nanti Dad janji akan membawa Ibu dan Guanlin ke Seoul," lanjut Dad.
"Benar ya, Dad," jawab Anna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.