Devil Is Come Back

3.9K 292 1
                                        

Amie pun berdiri melayang tepat diatas meja makan itu seraya melihat kearah mereka berempat dengan tatapan kemarahan ,ia terlihat melipat kedua tangannya didepan dada dan mengangkat dagu nya tinggi tinggi ,amie terlihat angkuh sekali

Go reading!!!

Lalu amie melihat kearah Harvey yang masih memeluk Elena yang pucat itu "Sampai kapan kau akan memeluk gadis miskin itu ? Harvey !" ucap Amie marah

"Hentikan semua ini amie cepat kau turun dari sana dan meminta maaf kepada Elena! Cepat!" perintah Harvey

Amie tersenyum masam "Tak akan pernah ,lepaskan ia jika kau masih ingin melihat ia hidup atau tidak ia akan menjadi abu dengan element api ku ini" ucap amie mengancam

"Heh !begitu ya !aku tak akan melepaskan elena ,ia teman ku" jawab ketus harvey

Prrokkk... Pprookkk ... Amie menepuk kedua tangannya dan ia memulai kembali kenakalan nya yang seperti anak anak itu ,ia mulai mengarahkan tongkat sihirnya dan dengan cepat harvey mengucap mantera " Apparate "

( Apparate sihir ini Digunakan agar bisa muncul di tempat manapun yang diinginkan oleh sipengucap mantra. Mantra ini hanya boleh dilakukan oleh penyihir berusia minimal 17 tahun dan telah lulus tes)

Elena dan Harvey hilang dari itu dan tiba tiba mereka berada didalam ruangan kepala sekolah Emma

Emma terlihat kaget atas keadaan Elena yang terlihat pucat dan tak berdaya itu "Elena"

Harvey menidurkan Elena di sofa panjang diruangan Emma itu "apa yang terjadi dengan Elena"

"Hm. Amie membuat onar kembali kepala sekolah" jawab harvey

"Anak itu lagi !, Harvey kau sembuhkan Elena dengan mantra penyembuh luka" ucap Emma

"Namun aku tak bisa kepala sekolah ,aku tidak diajarkan untuk menghafal mantra medis" jawab harvey

"Baiklah nanti akan aku suruh Amber kesini mengobati elena ,dan kau jaga elena aku mau menemui amie !dimana ia sekarang?"

"Diruang makan Kepala sekolah"

Emma bergegas meninggalkan ruangannya menuju ruang makan dengan perasaan yang sangat marah ,namun sebelum itu ia menuju ruangan Amber

Emma sampai diruangan Amber dengan menggunakan mantra "Apparate" (keterangan ada diatas)

"Kepala sekolah" amber merunduk memberi hormat

"Cepat keruangan ku ada seseorang terluka disana" ucao emma yang dibalas anggukan oleh Amber

Emma langsung menuju ruang makan siswa ...

~~~~~

Elena melihat kearah tangannya yang sudah berlumuran darah itu "sabar ya Elena jangan khawatir aku ada disini" ucap Harvey

Elena hanya mengangguk dan ia pun kehilangan kesadarannya "astaga Elena !bangun Elena bangun!" Harvey semakin kuat memeluk Elena

Lalu datang amber "Harvey kenapa kau ada disini?, dimana orang yang terluka kata kepala sekolah emma"

"Iya guru aku disini disuruh menjaga Elena ,ini dia orang yang terluka itu" ucap harvey seraya melepaskan pelukannya pada badan Elena

"Astaga!" badan Elena sudah terselimuti oleh darah ,Amber segera mengayunkan tongkat nya itu " Ferula "

( Ferula sihir ini digunakan untuk menyembuhkan luka dan Membalut luka)

Tangan Elena pun sudah di balut dengan perban dan tangannya pun sudah tak mengeluarkan darah lagi karena sudah di perban

~~~~~

Emma pun melihat kearah Amie yang melayang dilangit langit ruang makan itu dengan tertawa sepuas puasnya ,Emma langsung mengarahkan tongkat nya kearah Amie " Apparate " (keterangan sudah diatas )

Amie dan Emma pun sampai diruangan emma ,Emma langsung memutari Amie

"Kau selalu saja membuat onar amie ,ini sudah kesekian kalinya kau membuat seseorang terluka !apa yang kau ingin kan sebenarnya ?aku selaku kepala sekolah disini sudah merasa KEBERATAN kau bersekolah disini!" ucap emma seraya melihat kearah amie yang merunduk

"Maafkan aku kepala sekolah"

"Maaf? Salah seharusnya kau yang meminta maaf dengan Elena bukan dengan ku lihat ia belum sadarkan diri!"

"Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi kepala sekolah ,aku melakukan ini karena aku jealous karena harvey dekat dekat dengan wanita itu"

Harvey tersenyum sinis "dasar wanita pecundang" ucap Harvey

Emma mengambil nafas panjang "baiklah aku percaya kau tak akan melakukan ini lagi namun kemarikan tongkat sihir mu!"

"Haa? Bagaimana jika aku disuruh mempraktekkan mantra, guru ?"

"Heh bilang saja kalau tongkat mu sedang aku tahan dan jika kau ingin tongkat mu kembali maka kau harus menulis 800 lembar soal kesalahan mu selama kau hidup dan kasih kepada ku lalu aku akan mengembalikkan tongkat mu ini"

"Tapi" amie memasang wajah memelas

"Cepat pergi! Atau aku sihir kau dengan mantera kutukan" ancam Emma

"Baik lah kepala sekolah" Amie merunduk memberi hormat lalu meninggalkan ruangan kepala sekolah

Elena sadar dari pingsan nya lalu ia pun diberi minum oleh Amber dan Elena pun meminum air itu

"Oma" ucap Elena seraya memeluk Emma ,Emma pun menyuruh harvey dan Amber meninggalkan mereka berdua

"Ada apa cucu ku?"

"Oma hikss hikss aku takut jika masih bersekolah disini" ucap Elena seraya menitihkan air matanya

"Tak perlu takut Elena ,biasakan diri mu disini dan sesuaikan diri mu disini karena tempat ini adalah tempat kau sekarang"

"Hm. Aku tahu oma ,aku akan mencoba menyesuaikan diri disini"

"Hm. Iya Elena" emma dan Elena pun saling berpelukan ...

~~~~

"Arghh!! Kesal lihat saja kau ya Anak baru aku akan membuat mu menyesal telah masuk ke Academy ini" ucap Amie seraya tersenyum jahat berkaca di depan lemari bajunya

.

Votment gaes ❤

Next Chapter ...

Academy MagicTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang