Imerlant (1)

2K 107 5
                                        

Malam begitu gelap di menara Quinamore itu ,udara dingin semakin menyeruak masuk ketika angin berhembus masuk kedalam menara yang sangat menyeramkan itu

Gabriel pun terlihat setres ,ia duduk di salah satu singgasananya seraya menopang keningnya

Lalu masuk Marion kedalam ruangan Gabriel itu dengan membawa kan sapu lidi sihir ditangannya

"Permisi" ucap marion

Gabriel mengangkat kepalanya dan melihat kearah Marion yang saat ini berdiri didepannya "Ada apa kau kemari?"

"Ada seorang wanita datang kemari ,ia ingin bertemu anda yang mulia ,namun ia saat ini disuruh menunggu diluar menara dengan para prostorn mu " ucap marion

*Prostorn adalah hewan ciptaan Gabriel ,atau monster yang ia bawa untuk menyerang Arvelid dulu*

Gabriel memutarkan bola matanya "Jika makhluk itu tidak penting untuk ku ,kau bunuh saja ia"

"Tidak ,sepertinya ia berguna untuk mu yang mulia" cekal marion

Gabriel menghembuskan nafasnya seraya mengangkat tangannya dan menunjuk ruang kosong di samping marion itu dengan telunjuk nya " Homenum Revelio"

* Homenum Revelio yaitu mantra yang berguna untuk mengetahui sesuatu objek yang ingin kita lihat dengan jangka jarak ± 100m *

Lalu diruang itu terlihat seorang sosok wanita bertudung penyihir bewarna hitam dengan memiliki postur tubuh yang kecil dengan sebelah tangannya memegang tongkat

Gabriel pun menghentikan manteranya itu ,lalu ia melihat kearah Marion kembali "Apakah ia berasal dari bangsa hobbit?"

Marion mengangguk "Sepertinya begitu yang mulia"

Lalu Gabriel berjalan meninggalkan singgasananya itu dengan langkah kaki yang terbilang cepat ,mata ia pun sudah berubah menjadi merah darah

Ia terlihat sangat seram saat ini dengan jubah sihir yang ia pakai itu ,ia menelusuri lorong menara nya yang gelap itu dengan disetiap sisinya di beri pelita dan banyak terdapat sarang laba laba di setiap lorong menara itu

Lalu ia pun sampai didepan menaranya itu ,para prostorn nya pun memberi ia jalan dengan merunduk ,Gabriel melihat sosok itu tajam dengan tatapan merah matanya itu

Lalu wanita dari bangsa hobbit itu mengangkat kepalanya seraya membuka jubah di kepalanya itu ,Gabriel terlihat sedikit kaget karena wanita itu adalah ...

Violeon...

Seorang wanita tua yang berasal dari bangsa hobbit ,ia merunduk kepada Gabriel

"Violeon" ucap Gabriel

Violeon mengangkat kepalanya melihat kearah Gabriel "Aku ingin menjadi pengikut mu"

Gabriel menyunggingkan setengah senyuman dibibirnya "Heh! Apa yang kau punya sehingga ingin menjadi pengikut ku? Lihat lah diri mu violeon ,kau sudah tua"

"Kita dulu seumuran gabriel ,bahkan seharusnya kau lebih tua dari ku ,bukan kah begitu? ,heh! Lupakan! Aku punya beribu ibu informasi mengenai pemilik element tumbuhan yaitu Elena" jawab violeon

Gabriel melihat violeon tajam ,lalu ia menyunggingkan senyuman jahat "Baiklah!, selagi kau berguna, ku terima kau menjadi pengikut ku !,namun jika kau sampai mengkhianati aku maka jangan salah kan aku jika! Desa mu akan hancur seperti debu"

Violeon mengangguk seraya mengukir sedikit senyuman dibibirnya itu

Lalu violeon dipersilahkan masuk oleh violeon ,mereka melewati lorong lorong menara itu

Academy MagicTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang