Sampai dikelas raira langsung duduk disamping resti.
"baca grup kelas gak tadi malam".tanya resti."kagak,gue tadi malam ngerjain mtk terus langsung tidur,emang kenapa?.tanya raira.
"bff elu,si hani udah sembuh sekarang sekolah".jawab resti.
"hah yang bener".jawab raira antusias.hampir seluruh siswa tau kalau raira dan hani itu sahabatan sejak kecil.
"ho'oh".ucap resti.
"EVERYBODY GUYS".teriak toanya hani.dia itu paling cerewet,bawel,gak bisa diem,pemilik suara toa masjid.biasanya hani diejek anak ibu nani karna sama-sama punya suara cempreng.
"kadang-kadang gue bersyukur hani gak masuk".celetuk salah satu diantara mereka,ridho siketua kelas.
"heh do mulut gak pernah dikasih kentut mimi peri ya?asal ceplos aja lu".sinis hani.
"emang lu pernah nyoba?,oh iya jelas lah kan anaknya".ujar ridho,gini nih yang bikin cemprengnya hani keluar.
"kagak,napa?.gak suka?bilang jangan diem aja lu mau nyari masalah?ayuk dimana?disini?!oke gue jabanin atau mau diruang kepala sekolah?".tanya hani dalam satu tarikan nafas.
"ogah gue berantem sama daki miper".ujar ridho sambil mempersiapkan kuda-kuda jika nanti cewek itu menerkamnya.
"RIDHO...ANAK BAPAK JONO,MATI AJA LU".teriaknya membuat yang lain hampir satu kelas geleng-geleng kepala dan sisanya menatap mereka secara bergantian dengan wajah datar termasuk resti dan raira.
Saat hampir ingin menjambak ridho,raira langsung menghentikannya."udahlah han lu gak kangen sama gue?.tanya raira.
"uhhhhh bangett".jawab hani dan langsung memeluk raira.ridho akhirnya bernafas lega akhirnya rambut dia tidak akan rontok untuk kesekian kalinya karna ulah hani.
---
Bel istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu tetapi ketiga orang yang merupakan sahabat goals itu masih tidak bergeming dari tempatnya.
"ini pada kagak mau kekantin tah?entar keburu masuk lagi,tau sendiri abis ini pelajaran bu nani yang cerewetnya minta ampun".ucap hani.
"kaya lo".balas ridho cepat dan langsung lari dari kelas.dan saat hani ingin mengejar,langsung ditahan oleh resti.
"eitss..mau kemana lu?"cegah resti.
"mau nangkap nyamuk gila".jawab hani asal.
"gue doain semoga lu jodoh sama ridho".ujar raira.
"AMIN YA ALLAH".jawab satu kelas serempak bahkan ada dari kelas lain yang ikut menyaut.
"ENGGA,ENGGA IKHLAS DUNIA AKHIRAT".teriak hani.
🌲🌲🌲🌲
"udah napa han ngambeknya".ucap raira yang entah sudah berapa kali mengucapkan kalimat yang sama sampai fasih.
"tau ya,kan kita tadi cuma bercanda han,aelah baperan lu mah".sambung resti karena sedari jam istirahat sampe sekarang waktu pulang belum juga ngomong kepada mereka.
"gue beliin album oppa lu deh,tapi jangan marah lagi dong".ucap raira yang tanpa dipikir dulu omongannya.
"beneran?oke gue maafin,besok beliin ya,tapi gue maunya yang asli harus ada tandatangannya".ucap hani dan raira hanya bisa menahan nafas mendengarnya.
Sebenarnya raira juga asal bicara tadi.sekarang uang jajannya harus dipertaruhkan,ini saja masih pertengahan bulan sedangkan uang yang ditransfer ortunya akhir bulan mulu.
Raira sekarang berniat untuk hematT_T.
Sedangkan resti hanya tertawa melihat ekspresi hani dan raira yang berbeda 100%."goblok".ucap resti tertuju pada raira disela tawanya.
"balik kuy udah mau sore,kan gak baik anak perawan masih keluyuran pas magrib-magrib".tambah resti."eh emang lu perawan?".canda hani.
"sialan lu".jawab resti menoyor kepala hani.
"eh tunggu,anter beli minum dulu kuy haus nih gue".ucap raira.
"oh oke".jawab kedua temannya.
----
Dikantin masih banyak murid yang belum pulang cuma buat wifian gratis(gak modal emang).
Raira sudah membeli minuman dan saat ingin menemui kedua temannya raira menabrak seseorang dan minuman yang orang itu bawa jatuh mengenai androknya."LO!".ucap mereka kompak.
'duh makan apasih gue tadi,kenapa bisa ketemu anak ini coba'gumam raira dalam hati.
"lo itu punya mata gak?jalan liat-liat napa.jatuh mulu dari kemaren dan sialnya selalu gue yang kena".ucap cowok tersebut yang membuat raira menggeram kesal.
"ya udah sih nyelaw lagian bukan lu aja yang rugi gue juga merasa dirugikan,lu gak liat es lu jatuh kena androk gue?".ucap raira menahan emosinya.
"ck itu salah lu sendiri yang pecicilan,atau lu emang sengaja modus gitu biar gue minta maaf terus ngerasa bersalah dan nurutin apa mau lu?dan lu minta jadi pacar gue, iya?".ucap cowok itu lagi,raira benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
semua yang melihat itu hanya menahan nafas dalam situasi ini.pasalnya mereka kasian dengan raira tapi mereka tidak ingin ikut campur dan mendapatkan kata-kata pedas dari cowok itu.
Plakk
"JAGA YA MULUT LO".Teriak raira dan juga menampar cowok itu.semua orang yang melihat itu terkejut,raira pun sama terkejutnya karena dia refleks menamparnya.
"reno,raira kalian kenapa?".tanya resti yang baru datang.
sebenarnya reno tadi juga sama terkejutnya, sekarang dia berfikir apakah omongan keterlaluan? tapi entah kenapa dia jadi merasa bersalah padahal ini bukan pertama atau kedua kalinya dia mengucapkan kalimat pedas itu.
"gak papa".ucap mereka kompak.
Resti yang melihat wajah raira yang seperti menahan tangis,marah,dan lesu.
Sedangkan reno...aish resti selalu tidak bisa mendeskripsikan mukanya reno,reno selalu memasang muka datar bahkan lengkungan wajahnya pun tidak kelihatan sangking datarnya,padahal jika reno tersenyum lesung pipinya akan terlihat jelas."mau kemana rai".ucap hani menahan raira saat raira ingin beranjak.
"pulang".satu kata yang hanya diucap oleh raira dan langsung pergi begitu saja dengan tertunduk.
"lo!hutang penjelasan sama gue ren,pokoknya harus cerita semuanya abis ini TITIK!".ucap resti tajam dan menekan kata titik saat reno ingin membalas ucapannya.
"yaudah entar lo kerumah aja".ucap reno dan pergi dari situ,sedangkan resri dan hani lari mengejar raira.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAIRENO
Teen FictionHidup Raira Arsyantika Deswita seperti tak beraturan setelah mengenal cowok bernama Reno Putra Ardama cowok tampan bergaya bad boy yang selalu mengusiknya, masuk dan keluar dalam kehidupan Raira dengan seenaknya. Memberikan harapan namun disia-siaka...