5.berubah seketika

14 3 0
                                    

Hari yang tidak terlalu cerah dan juga tidak terlalu mendung menemani perjalanan raira menuju sekolah,hari ini hari jumat jadi disekolah tidak terlalu lama untuk belajar.

Sampai didepan gerbang raira turun dari mobil dan melambaikan tangannya untuk seseorang yang ada dimobil.

"dah pah".ucap raira

"belajar yang bener".ujar papah raira

"siap!".ucap raira memberi hormat dan papahnya hanya terkekeh setelah itu menjalankan mobilnya dan pergi.

Raira mulai berjalan menuju kelasnya,tak jarang ada yang menyapa dan tersenyum kearahmya bahkan ada yang melihatnya dengan sinis.
Tetapi raira tetap tersenyum dengan mereka walau hatinya sakit mendapat kata-kata dari mereka.

'udah gue sinisin masih aja sok lugu'

'sok cantik sih,dia itu yang waktu itu nampar reno tau'

'oh jadi dia orangnya,berani banget sih main tampar'

'ya pasti berani lah kan biar lebih tenar'

Kira-kira itu lah perkataan yang dapat didengar oleh raira,tapi raira anggap itu sebagai pujian.
Didepannya ada reno dkk yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

Reno memasang muka datar sejak tadi,tapi ketika melihat raira dia langsung senyum tipis yang membuat semua wanita histeris.

Setelah mereka berpapasan raira menahan nafas karena tangannya ditahan oleh reno.

"apa?!".tanya raira mencoba bersikap dingin.

"Ikut gue, lu ada urusan sama gue". Ucap reno datar. Semua orang dibuat cengo oleh reno yang menarik tangan raira pergi.
Mereka yang melihat kejadian itu bertanya-tanya kemana mereka pergi dan kenapa raira ditarik reno.

"Duhh lu apaan sih ren". Bentak raira sambil melihat pergelangan tangannya yang sedikit memerah, memang saat reno menarik raira, raira terus memberontak dengan kuat tapi saat hampir ingin terlepas reno langsung menarik tangan raira lebih kencang.

"Sorry". Ucap reno saat melihat tangan raira sedikit merah.

"Mau apa kesini? , gue aja baru datang bahkan belum taruh tas". Kesal raira dan dari tadi mereka mendapat banyak perhatian dari seisi kelas reno karena reno membawa raira kekelasnya.

"gak papa gue cuma minta bantuan lu aja". Ucap reno dan duduk dibangkunya sedangkan raira duduk disampingnya yang biasa diduduki arkan.

"Udah deh gue mau balik aja kekelas".
Ucap raira dan langsung berdiri.

"gue jamin lu bakal dibully kalo lu nolak tugas dari gue".ucap reno yang membuat raira membuang nafas panjang.

"Punya salah apa sih gue sama lu hah?."kesal raira sedangkan reno hanya menatapnya dengan rendah.

"Udah gue bilangkan orang yang berurusan dengan gue bakal menderita dan gue jadiin budak gue". ucapnya membuat raira menaikan tangannya niat menjambak rambut reno.
Raira geram sendiri terhadap reno, seumur-umur dia tidak pernah diperbudak oleh teman-temannya dan sekarang si reno yang manjanya minta ampun ingin memperbudaknya?!

"Entar entar rai, selow", ucap kefan panik saat baru masuk kekelas dan melihat raira dengan tangan yang hampir ingin menyentuh rambut reno dengan geram bertujuan untuk menjambaknya.
Kefan langsung lari dan menarik tangan raira untuk duduk dikursi.

Raira menghela nafas, tak tau aja jika reno diam-diam terkekeh melihat raira kesal, entahlah reno juga tidak tau mengapa sekarang hobinya melihat gadis itu marah dan kesal.

akhirnya raira mengerjakan apa yang dimau reno karena tadi sempat adu mulut dulu ketika reno menyuruh raira mengerjakan tugas reno selama satu bulan dan reno akan memberikan boneka stich dan eskrim keraira setiap hari secara gratis.

2minggu kemudian

Raira dan reno selalu menjadi pusat perhatian setiap harinya, karena reno yang terus mengganggu raira dan hal itu membuat nama raira selalu menjadi bahan omongan.

"rai lu gak terganggu gitu sama anak yang ngomongin lu?".tanya resti

"gue juga sebenernya risih sama omongan mereka dan tatapan gak suka mereka".ucap raira jujur,siapasih yang mau diomongin dari belakang yang engga-engga?mana orang yang diomongin ngedenger jelas lagi.

"lagian ya si reno kurang kerjaan juga nyuruh-nyuruh lu begitu".

"gak tau gue juga mikir kaya nya mulai sekarang hidup gue bakal berubah deh"
"udah lah jangan dibahas gue mau nafas dulu sekarang".lanjutnya bersender pada bangku taman belakang sekolah,sekarang mereka berdua sedang duduk ditaman.Karna disini jarang ada yang dateng mungkin karna jauh dari kelas.

"eh tapi reno sering ngasih lu boneka kan?".tanya resti

"numpuk tuh dirumah bonekanya".ucapnya memejamkan mata.

"bagi-bagi napa sama gue,si reno itu kadang pelit sama gue".

"nyelaw,tinggal ambil aja".

Tett..tettttt....

"kuy udah masuk tuh".dan mereka berdua pun kembali kekelas.

Sampai dikelas mereka melihat hani dan jojo sedang berduaan main hp.

"wuy pacaran jangan disini elah".ucap resti menghampiri hani dan jojo.

"sirik tanda tak mampu".ucap jojo yg masih fokus kehp bermain ML dangan hani.

"naj*s gue sirik sama kalian".ucap resti meninggalkan mereka dan duduk dibangkunya.

----------

"rai lu mau ikut kagak?"tanya resti.

"mau kemana emang?".tanya raira.

"mau beli bahan buat kerja kelompok nanti".jawab hani.

"oh iya gue lupa,yaudah kuy berangkat".

Mereka pun jalan bertiga kegerbang.tapi didepan mobil resti ada seseorang.

"ngapain lu disitu,udah kaya tukang parkir aja"sinis resti.

"numpang aelah,mobil gue disita selama seminggu".ucap reno kesal.

"mangkanya jangan balapan terus".cibir resti.

"udah lah banyak omong,sini gue yang bawa".reno pun menyambar kunci mobil resti dan langsung masuk.

"ck dasar.hmm btw rai lu duduk didepan ya sama reno,soalnya gue mau mikirin konsep dulu sama hani".ucap resti,setiap kerja kelompok tugas hani selalu yang menulis naskah atau kesimpulan,sedangkan resti dan hani yang mengatur desain atau semacamnya karna mereka kreatif dalam hal itu.

"okelah"pasrah raira.

RAIRENOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang