Seongwoo, jomblo 23 tahun, anak orang kaya yang ga pernah susah dan selalu mobilan kemana-mana.
Seongwoo, si pembenci transportasi umum.
Seongwoo, yang jatuh cinta di pandangan pertama dan akhirnya bersedia naik KRL setiap harinya. Demi orang yang j...
Warning: Mature content. Sexual content applied. Please kindly leave if you feel uncomfotable with this kind of content.
***
Seongwoo menggigit bibirnya, memainkan tangannya di ikat pinggang bathrobe yang saat itu dia kenakan. Dia udah selesai mandi duluan, dan sekarang Minhyun yang lagi mandi.
Seongwoo menarik nafasnya sebelum menghembuskan nafas perlahan.
Mamanya bilang dia harus rileks, supaya penetrasi suaminya nanti lancar. Tapi gimana bisa rileks kalo begini? Biar gimana juga ini pertama kalinya buat Seongwoo. Heran Seongwoo kenapa suaminya-- ciaaaa suami ciaaaaaaaaa.
Ehm balik lagi ke bahasan awal.
Heran Seongwoo kenapa suaminya-- ciaaaaaaaa.
Pokonya Seongwoo heran kenapa su-- Minhyun bisa setenang itu sementara dirinya udah panik. Mata Seongwoo menyapu seluruh isi ruangan. Minhyun kayanya udah buka koper mereka dan merapikan barang.
Baju mereka udah tergantung di hanger lemari hotel. Begitupun perabotan lain mereka. Seongwoo jadi ga ada kegiatan yang bisa dilakuin sebagai pengalih perhatian kan. Mau ga mau dia cuma bisa duduk canggung di kasur king size di suite room hotel ini.
Suara shower berhenti. Seongwoo menelan ludahnya. Apalagi begitu pintu terbuka. Dia langsung nundukin mukanya, ga berani menatap Minhyun yang cuma memakai celana training hitam panjangnya, dengan badan yang masih lembab pasca mandi dan rambut yang setengah kering.
"Loh kamu belum pake baju?" Tanya Minhyun, menggantungkan handuk basahnya di salah satu hanger.
Seongwoo menggeleng. "Nanti juga dibuka." Jawab Seongwoo pelan.
"Apa?"
"GA APA-APA!!" saking nerveousnya Seongwoo jadi ngegas.
Minhyun tertawa, duduk di sebelah Seongwoo lalu merapikan rambut yang menutupi wajah suaminya.
Ga. Ga pake cia lagi. Lagi penting ini.
"Akhirnya kita nikah juga." Minhyun tersenyum, bikin Seongwoo mau ga mau noleh ke arah suaminya yang juga lagi menatap Seongwoo balik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"I-iya." Jawab Seongwoo sekenanya.
Minhyun tersenyum, mengangkat tangan kanannya sebelum menyentuh pipi kiri Seongwoo, mengelusnya penuh sayang.
"Kamu percaya sama aku? Aku ga akan nyakitin kamu." Ucap Minhyun.
Seongwoo menghembuskan nafas panjang, berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak ga karuan.
"Aku percaya." Jawab Seongwoo.
"Makasi. Kalo begitu, izinin aku."
Seongwoo merasakan desiran di dadanya. Sekarang Minhyun udah sah jadi suaminya. Jadi apapun yang terjadi, Seongwoo ga akan ngerasa bersalah ke papa mamanya.