Anjaya - 15

7.4K 301 1
                                        

Sesampai nya di kafe Ines dan Anjaya langsung mencari tempat duduk. Akhirnya ia mendapatkan tempat duduk paling pojok.

"Mas" panggil Anjaya kepada pelayan.

"Iya" ucap pelayan dengan sopan.

"Lo mau pesen apa?" Tanya Anjaya yang melihat Ines.

"Spaghetti dan minum nya jus mangga ajah" ucap Ines.

"Mas spaghetti nya 2 sama jus mangga nya 2" ucap Anjaya.

Pelayan ituh menulis pesanan nya "Baik mas mba, silahkan di tunggu ya" ucap nya langsung pergi.

"Lo mau cerita apa?" Tanya Anjaya.

"Gak jadi dah" ucap Ines yang nyengir.

"Lah kok" ucap Anjaya yang bingung.

"Udah gak usah di pikiran" jawab Ines.

Ines tidak ingin menceritakan ini kepada Anjaya. Karna menurut Ines ini adalah masalah keluarga. Ines percaya kepada Rossa dan Tasya kalo mereka gak bakal ngebocorin tentang ini.

"Bilang ajah lo pengen kan ketemuan sama gue" goda Anjaya yang menaikan alis nya.

"Ih gak kata siapa" ucap Ines sedikit gugup.

Setiap Ines ngobrol dengan Anjaya Ines selalu gugup dan jantung nya tiba tiba berdetak kencang. Anjaya juga merasakan hal yang sama dengan Ines.

***

Keesokan hari nya Papah nya Ines sudah berada di ruangan kepala sekolah karna sedang menunggu orang tua nya Bella. Ines hanya di luar saja dengan di temani oleh Rossa dan Tasya.

Dari kejauhan Ines melihat Bella dengan tante Riana atau di sebut mamah nya. Bella hanya melirik Ines sekilas. Bella dan orang tua nya langsung masuk ke ruangan kepala sekolah.

"Selamat pagi" ucap Riana yang langsung duduk di kursi depan kepala sekolah.

Ferry yang spontan langsung melihat ke arah suara tersebut ternyata Riana, teman bisnis nya.

"Kamu ngapain di sini?" Tanya ferry bingung melihat Bella dengan Riana.

"Ini anak ku mas, Bella" jawab Riana jujur.

"Ouh jadi Bella anak kamu?" Tanya Ferry.

"Bella silahkan duduk" suruh kepala sekolah.

Bella langsung duduk di kursi samping mamah nya.

"Bella benar kamu sudah menampar Ines?" Tanya kepala sekolah.

"Iya" jawab Bella singkat.

"Bella kamu sudah kelas 12, kamu harus berubah. Kalo kamu seperti ini saya akan mengeluarkan kamu dari sekolah ini" ucap kepala sekolah yang membuat Bella kaget dengan ucapan nya.

"Iya pak saya akan berubah" ucap Bella menunduk.

Sudah setengah jam Papah nya Ines berada di ruangan tersebut. Dan akhirnya Papah nya Ines keluar dari ruangan tersebut di ikuti Bella dan Riana.

"Riana tolong didik anak kamu ini dengan benar. Dan saya gak mau bekerja sama dengan bisnis kamu. Sekarang bisnis kerja saya sama bisnis kamu di batalkan" ucap Ferry.

"Sayang Papah ke kantor dulu ya" ucap Ferry yang mencium kening Ines.

"Iya pah" ucap Ines.

Riana langsung menarik tangan Bella agak menjauh dari Ines.

"Bella apa yang kamu lakukan terhadap anak nya Ferry. Kamu gak tau Ferry ituh siapa" ucap Riana sedikit emosi.

"Ini bukan salah aku mah. Tapi ini salah mama, mama gak pernah ada waktu buat aku, mama selalu pergi dan bahkan gak pulang. Aku gak butuh itu semua mah. Aku butuh kasih sayang dari mamah. Dan mamah yang menyebabkan Papah pergi dari rumah." Ucap Bella yang mulai tersesak.

"Tapi Mama lakuin ini semua buat kamu. Mama pergi cari duit juga buat kamu" kata Riana.

Ines dan sahabat nya yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri nya.

"Bella gue udah maafin lo kok" ucap Ines yang tersenyum.

Riana langsung pergi meninggalkan nya.

"Gue gak pantes buat lo maafin" ucap Bella.

"Lupa in ajah masalah kemarin gue tau kok lo lagi emosi" ucap Ines yang memegang tangan Bella.

Bella langsung memeluk Ines dengan erat "Maafin gue karna gue udah jahat sama lo" ucap nya.

"Gue udah maafin lo kok" ucap Ines di sela sela pelukan nya.

Bella melepaskan pelukan nya "makasih, gue salah nilai lo Nes".

"Lo mau kan sekarang jadi sahabat gue?" tanya nya.

"Apa kalian mau nerima gue buat jadi sahabat nya" jawab Bella.

"Gue mau kok" ucap Rossa dan Tasya serempak.

Bella tersenyum "makasih ya kalian semua udah baik sama gue walaupun gue udah jahat sama lo" ucap nya.

Akhirnya mereka berpelukan. Ines bangga dengan Rossa dan Tasya karna mereka mau menerima Bella sebagai sahabat baru nya.

***

Tringg.

Bel istirahat sudah berbunyi. Ines dan sahabat nya langsung pergi ke kantin. Semua siswa bingung kenapa Bella bisa bersama Ines? Bella yang dilihat seperti ituh merasa jengkel dan risih.

Bella juga tau karna kesalahan nya sendiri. Dayang dayang nya Bella pergi meninggalkan Bella.

"Mata lo biasa aja ngeliat gue sampe kaya gitu" ucap Bella teriak membuat para siswa takut dengan nya.

"Udah diem ajah Bel" ucap Ines.

"Gue sebel Nes mata nya pada sinis banget ngeliat gue sama lo dan temen temen lo." Jawab Bella kesel.

"Lo tau gak sih pada takut sama lo tuh" ucap Tasya yang tertawa.

"Hahaha" ucap Ines yang juga ikut tertawa.

Mereka bingung mau duduk di mana. Karna kantin sangat lah ramai. Bella langsung mempunyai ide untuk mendapatkan kursi.

Bella berjalan menuju ke arah siswa kelas 11 yang sedang ada 4 orang yang lagi duduk dan makan.

"Gantian dong gue juga mau duduk&makan" ucap Bella yang berdiri di hadapan siswa tersebut.

Akhirnya 4 orang siswa tersebut pergi dan akhirnya Bella Ines Rossa Tasya mendapatkan tempat duduk untuk makan.

"Lo gitu banget sih bel ama ade kelas, kasian tau dia" ucap Ines yang langsung duduk di kursi kantin.

"Ama gua mah simple Nes gue bentak dikit juga langsung kabur dia" ucap Bella.

"Anjir dah" ucap Rossa.

"Dasar lo Bel masih ajah kelakuan lo" ucap Ines sambil menggeleng kepala nya.

"Udah ah gue laper nih mending makan" kata Tasya yang sudah tidak sabar.

***

ANJAYA [✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang