05

9.5K 490 5
                                        


"Bolehkah aku jujur padamu?"

Sehun menghentikkan gerakan tangannya pada lembar dokumen di hadapannya dan sedikit melirik kearah sosok Chanyeol yang masih memunggunginya menatap keluar jendela dimana rintikkan butiran putih terlihat turun dari langit.

"Aku sudah melanggar perjanjian itu sebelum dibuat." Chanyeol bersuara dan masih belum mau menengok ke belakang untuk sekedar melihat posisi Sehun yang tengah memperhatikannya dengan kedua tangannya tersikap di depan dada. "Ucapanmu mengenai setiap perjanjian yang ada memang seharusnya dilanggar sepertinya memang betul adanya. Tapi dalam kasusku, aku membuat sebuah perjanjian yang memang benar-benar sudah kurencanakkan untuk ku langgar." Kekehan kecil terdengar di akhir kalimat dan setelah itu barulah Chanyeol membalikkan badannya, bersandar pada jendela dengan kedua tangannya masuk kedalam kantung celana. Wajahnya menunduk memperhatikan gerak sepatunya yang ia lakukan sendiri.

Sehun terdiam memperhatikan Chanyeol, ia masih enggan berkomentar dan memutuskan untuk berjalan kearah meja barnya, membuka salah satu botol Whisky yang menjadi favoritenya dan juga dua gelas berukuran kecil.

"Seperti yang kukatakan. Perjanjian dibuat hanya untuk dilanggar." Ia memberikan segelas untuk Chanyeol, gelas mereka beradu untuk melakuakn toast dan setelahnya isi cairan panas itu habis hanya dalam sekali tenggak. "Dan dalam kasusmu." Sehun menunjukkan dan mengisi gelas kosong itu lagi. "Sudah kuperingatkan jauh-jauh waktu bukan? Jangan main-main dengan perasaanmu."

"Ini bukan mengenai perasaan, hanya saja semakin sulit menahan diri untuk tidak mencium Baekhyun atau tidak memeluknya." Chanyeol tersenyum sinis.

"Perasaanku padanya hanya sebatas ini, tidak bisa dilebihkan dan tidak bisa dikurangi."

"Perlu berapa kali ku beri bukti kalau kau memang mencintainya hah? Percayalah perasaanmu dan segala tingkah lakumu itu tidak bisa dikatakan sebagai sahabat yang saling mencintai." Suara Sehun mulai terdengar penuh kekesalan.

"Tidak. Aku memang mencintainya, sebagai sahabat, teman hidup dan juga.. hm.. soulmate mungkin."

"Kau mencintainya karena dia wanita yang kau cintai! Dasar bodoh!" Sehun menggelengkan kepalanya dan berjalan kearah rak bukunya dan segera tangannya bergerak mencari sesuatu yang ia inginkan. "Ah! Find it!" Sehun memekik senang dan berjalan kembali menghampiri Chanyeol yang masih berdiri di tempat yang sama dan sibuk menghabiskan botol Whisky yang ada di tangannya.

"Aku tahu kau memang pemain wanita yang bisa membuat mereka memohon untuk bercinta denganmu atau sekedar mengajakmu makan malam dan lain-lain. Tapi setelah melihat sikapmu dengan Baekhyun dan segala macam perjanjian yang kalian buat dan juga pelanggaran yang kau lakukan." Sehun menahan untuk melanjutkan kalimatnya, tangannya menyerahkan satu buah novel yang sudah terlihat kusam pada sampulnya dan juga kertas pada bagian dalamnya terlihat menguning.

"Pffftt!" Chanyeol tertawa dengan punggung tangannya menahan didepan bibirnya. "Kau memberiku novel?" Tangannya menunjuk novel yang masih Sehun pegang.

"Ya, aku memberimu novel ini. Apa kau mau novel Romeo and Juliet dalam bentuk aslinya? Tapi ku rasa otakmu belum mampu memahami setiap perkataan Romeo yang ditulis dalam buku itu melihat otakmu itu tidak bisa membedakan rasa cinta." Sehun memaksa Chanyeol menerima novel itu dan mengambil alih botol whisky yang ada ditangannya.

"Percayalah, terkadang kita pria juga butuh membaca referensi untuk bersikap sebagai pria yang romantis dan mengerti mengenai setiap perasaan yang kita rasakan pada seseorang." Sehun berucap dengan santainya di kursi kerjanya dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya.

DANGEROUS ROMANCE - END (CETAK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang