"Chanyeol aku lapar.."
"Kau sudah mendapatkan makananmu Baek." Chanyeol menjawab disela – sela kegiatannya menciumi bahu Baekhyun yang kini tengah duduk di meja makan dan masih mencoba untuk menghabiskan makanan dihadapannya dimana Chanyeol tengah memasak dan menyiapkan untuknya.
"Bagaimana aku bisa menghabiskan makanan ini kalau kau terus menciumi badanku! Chanyeol stop ish!" Baekhyun berteriak lebih kencang dan membanting sendok di atas mejanya, ia bahkan bangkit berdiri dari posisi duduknya dan membawa piring makannya ketika ia akan berpindah pada kursi yang lainnya. "Jangan ikuti aku! Habiskan makananmu!" ia memberikan perintah lagi tentu saja ditujukan pada Chanyeol yang akan bersiap mengangkat piringnya dan mengikuti kemana Baekhyun duduk.
Chanyeol menurut. Kali ini pria itu tetap dalam posisi awalnya dan memperhatikan Baekhyun menyantap makanannya secara perlahan dengan matanya tetap terfokus pada Chanyeol bersiaga bila Chanyeol akan mendekat kearahnya lagi dan mencumbui badannya.
"Habiskan makanmu Byun Baekhyun, aku tahu aku tampan." setelahnya Chanyeol menyuapkan sesuap potongan daging pada mulutnya dan juga mengedipkan salah satu matanya yang jelas terarah hanya untuk Baekhyun.
Baekhyun menatap tidak percaya pada Chanyeol dan hanya membalas menggelengkan kepala berusaha mengabaikan apa yang tengah dilakukan pria itu terhadapnya. Entah apa yang terjadi dengan Chanyeol, mungkin pria itu salah minum obat, atau mungkin jiwanya tertukar dengan penghuni rumah baru milik dirinya sendiri atau ah entahlah. Baekhyun tidak mengerti.
Semua terjadi selama perjalanan mereka kembali dari rumah milik Chanyeol menuju apartemen mereka tadi sore. Chanyeol terus menggenggam tangan Baekhyun selama pria itu mengemudikan mobil Ferrari miliknya—yang didapat dari hasil pertaruhan dengan Kris. Tak hanya menggenggam tepatnya, Chanyeol bahkan mencium dan menarik Baekhyun mendekat kearahnya guna mencium bibir milik Baekhyun disetiap pemberhentian lampu lalu lintas sepanjang jalan mereka menuju apartemen.
Hanya berciuman tidak lebih.
Tak hanya itu, ketika mereka memasuki area parkir dan juga melangkah bersamaan masuk kedalam lift menuju lantai apartemen, Chanyeol masih melakukan hal – hal lainnya. Pria itu memeluk Baekhyun dengan erat atau bisa dikatakan tidak membiarkan Baekhyun jauh sedikit darinya. Memeluk dari belakang, mencium bahu dan lehernya dan juga bibirnya tak luput dari cumbuan pria itu. Ketika lift menghantarkan pada area apartemen mereka Chanyeol bahkan dengan cepat membawa badan Baekhyun pada gendongannya, mencium bibirnya dengan penuh gairah dan mendudukkan Baekhyun pada meja dapur. Menghujami bibir, wajah, leher dan setiap bagian wanita itu dengan ciumannya dan mungkin bisa saja mereka berakhir akan bercinta diatas meja dapur bila bukan karena peringatan alami yang keluar dari perut Baekhyun yang disebabkan oleh rasa kelaparannya.
"Chanyeol.. sungguh kau harus menghentikan tingkahmu ini." Baekhyun berujar lagi tak lama ketika Chanyeol memeluknya dari belakang tepat ketika ia menyelesaikan acara makannya.
Chanyeol tak menjawab. Tangannya masih memeluk Baekhyun dari belakang, ia menciumi kepala Baekhyun berulang kali dengan durasi yang cukup lama.
"Chaann.." Baekhyun merengek merasakan risih karena badannya jelas dikukung oleh Chanyeol.
"Mandilah, ayo kita berkencan." Pelukan pada badan Baekhyun dilepaskan oleh Chanyeol, ia sempat mengusak rambut wanita itu sebelum mengambil alih piring bekas makannya dan ia bawa pada tempat cucian piring.
Baekhyun belum menjawab. Wanita itu menggigit bibirnya tak begitu dalam sambil memperhatikan punggung Chanyeol dari tempat duduknya. Memikirkan dan mencerna ajakan yang Chanyeol katakan beberapa menit yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
DANGEROUS ROMANCE - END (CETAK)
RomancePerjanjian dalam bisnis yang mereka buat menjadi penghalang melanjutkan keinginan masing - masing untuk saling bercinta. [CHANBAEK] [GS]
