Kelemahan Baekhyun akan suhu dingin adalah salah satu kelemahan yang ia rutuki sepanjang hidupnya, karena setiap tahunnya dia akan terkapar didalam kamar dengan suhu badan yang cukup tinggi di saat musim dingin. Seperti saat ini, suhu badannya hampir tiga puluh delapan derajat dan hari itu adalah hari kedua pada bulan desember di Standford.
"Aku tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini okey, tidak akan—
"Ta-ta-pi-pi kau men-men-dapat-kan un-un-dangan dari klub Phoenix, Chan." Baekhyun masih berniat memotong meskipun mulutnya untuk mengucapkan satu kalimat saja sudah bergerak tak beraturan karena gertakan giginya yang beradu menggigil karena suhu badannya yang panas dan cuaca diluar dingin dengan minus dibawah nol derajat.
"Aku tidak peduli dengan Phoenix!" Chanyeol meninggikan suaranya dan masuk kedalam kamar Baekhyun dengan sup hangat yang baru saja ia selesai masak khusus untuk Baekhyun. "Ingin aku suapi?" Chanyeol bertanya lebih lembut setelah melihat Baekhyun kesulitan hanya untuk mengangkat kepalanya. Chanyeol mengeluarkan beberapa selimut tebal dari dalam lemari gadis itu dan kemudian dipasangkan pada badan mungil yang kini sudah tenggelam dalam sweater hangat berwarna hitam-yang sebenarnya adalah milik dirinya yang sering digunakkan oleh Baekhyun- dan kini ditambah dengan tumpukkan selimut tebal diatas badannya. Chanyeol membantu Baekhyun untuk duduk dengan tegap dan meletakkan beberapa bantal pada kedua sisi badannya untuk menambah kehangatan.
"Lihatlah, kau benar-benar seperti liliput." Kekehan candaan Chanyeol mendapatkan delikkan tajam dari wajah Baekhyun, meskipun ia tidak menyahut ketus tapi bisa dipastikan gadis itu kesal akan kalimat yang baru saja dikatakan oleh pria yang kini sudah menyuapkan satu sendok dengan kuah panas yang mengepul.
"Makan dulu baru kau boleh mengumpat kesal padaku." Chanyeol memaksakan sendok yang ia pegang masuk kedalam mulut mungil Baekhyun dan setelahnya kembali tertawa sendiri.
Suapan-suapan sendok sup itu tetap dipaksa makan oleh Baekhyun karena ia malas mendengar ocehan Chanyeol yang akan membawa paksa dirinya ke dokter dan menghadapi jarum suntik serta beberapa bau rumah sakit yang selalu membuatnya merasa mual.
"Sudah.. aku sudah kenyang.." Baekhyun memberikan tatapan memohon dengan mata puppy-nya kearah Chanyeol namun pria itu masih tetap mengarahkan suapan satu sendok terakhir didepan mulutnya.
"Ini terakhir dan aku biarkan kau tidur." Chanyeol pemaksa kembali memojokkan Baekhyun.
"Kau mengatakan itu terus sedari tadi."
"Tadi aku berbohong, jadi cepat habiskan ini."
"Ish!" Baekhyun menggurutu namun tetap membuka mulutnya menerima suapan terakhir yang Chanyeol berikan.
"Good girl." Chanyeol mengusap kepala Baekhyun dan memberikan segelas air minum kepadanya.
Baekhyun menghabiskan suapan sup dimulutnya dan menyerahkan kembali gelas yang sudah habis ia minum, membiarkan Chanyeol merapikan semuanya sedangkan ia kembali menggigil dibalik lapisan selimut. Sebenarnya ia benci suasana malam dengan suhu dingin seperti ini, namun ada satu hal yang selalu ia nikmati, keberadaan Chanyeol yang akan menemaninya tidur, memberikan pelukan, bahkan merawatnya seperti yang baru saja dilakukan, dan itu hanyalah sebagian kecil yang biasa dilakukan oleh sahabat prianya itu.
"Merasa lebih hangat." Suara Chanyeol terdengar kembali.
"Hm, sudah kubilang kau tidak usah menjagaku malam ini. Pergilah.. kau akan menyesal tidak datang dan melihat wanita-wanita telanjang di klub itu." Baekhyun bersuara dibalik selimutnya sedangkan Chanyeol kini sudah melepaskan setelan jas dan dasinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DANGEROUS ROMANCE - END (CETAK)
RomancePerjanjian dalam bisnis yang mereka buat menjadi penghalang melanjutkan keinginan masing - masing untuk saling bercinta. [CHANBAEK] [GS]
