"Bisa-bisanya mereka menjulukimu 'Three second-man'."
"Memangnya kenapa?"
"Apa istimewanya menatapmu dalam tiga detik? Aku biasa melihatmu dari pagi hingga pagi, tidak terjadi apapun, bahkan tidak ada yang membuatku memiliki perasaan padamu."
Chanyeol tertawa mendengar bagaimana Baekhyun masih menceramahi mengenai sebutan bagi dirinya yang dibuat oleh beberapa wanita kampusnya yang pernah mengalami kencan one-night-stand bersamanya.
"Itu berbeda Baek.. aku tidak pernah mencoba tatapan mautku itu padamu." Chanyeol menjawab dan masih melakukan lemparan pada pada papan dart yang ada didalam kamar mereka.
"Oh? Berarti kau harus mencobanya padaku biar bisa aku jelaskan pada mereka semua bahwa tatapan itu hanya sebatas bualan mereka saja."
"Akan ku coba."
"Sekarang?"
"Suatu saat."
"Kenapa tidak sekarang?" Baekhyun masih menuntut jawaban dari Chanyeol.
"Tidak bisa."
"Kenapa?"
"Aku tidak mau melakukannya."
Baekhyun tidak menyahut lagi tapi melemparkan bantal yang ada didekatnya dengan cukup kasar, Chanyeol hanya mengaduh sebentar dan masih mengabaikan gadis itu dengan kembali bermain melemparkan panahnya ke papan dart.
"Kemarin aku didatangi oleh wanita bernama Jessica, ia datang ke kelasku dan langsung mendorong badanku ketembok dengan kasarnya."
Chanyeol terdiam mendengar Baekhyun mulai bercerita penyerangan terhadap dirinya yang selalu dilakukan oleh para wanita yang telah ia tolak.
Dan kali ini ia tidak bisa hanya dengan memberi peringatan pada semua mantan wanitanya untuk menjauhi Baekhyun, ia harus melakukan sesuatu hal lain.
".. aku sudah mengatakan bahwa kau memang tidak tertarik menjalin hubungan, dan dia malah semakin berteriak didepan wajahku. Huaaaa sungguh menyeramkan." Baekhyun masih terus mengoceh sambil membenahi beberapa pakaiannya yang telah disetrika. "Oh! Bahkan ia berteriak memberiku ancaman bila melihatku denganmu berada didekatnya. Hii dia aneh." Baekhyun bergedik ngeri.
"Dia mengatakan itu padamu?"
"Hm. Tanyakkan saja pada Irene, ia mendengar semuanya. Bahkan ia dan Suzy sudah berniat untuk menjambak rambut Miss J itu."
"Kenapa tidak mereka lakukan?"
"Molla.." Baekhyun menggelengkan kepala.
"Aku akan menemui Jessica dan memberinya peringatan." Chanyeol duduk di ranjang Baekhyun dan kemudian merebahkan kepalanya pada pangkuan gadis itu.
"Kenapa kau itu bodoh sekali sih."
Chanyeol mengernyitkan alisnya mendengar dengan jelas bahwa ia dikatakan bodoh oleh Baekhyun. Tangannya bergerak untuk sedikit menjawil ujung hidung gadis itu dan seketika ia mendapatkan tepukan pada keningnya.
"Tanganmu Tuan!" Baekhyun memprotes lagi.
"Kenapa kau mengataiku bodoh hah?" Chanyeol menuntut jawaban.
"Tentu saja kau bodoh, bisa-bisanya berhubungan dengan para wanita gila itu." Baekhyun melanjutkan dengan nada ketus, Chanyeol yang melihat jelas dari bawah wajah Baekhyun tidak memperdulikan ucapannya dan masih terfokus melihat bagaimana setiap perubahan raut wajah itu yang berganti-ganti sesuai dengan emosi yang disalurkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
DANGEROUS ROMANCE - END (CETAK)
RomancePerjanjian dalam bisnis yang mereka buat menjadi penghalang melanjutkan keinginan masing - masing untuk saling bercinta. [CHANBAEK] [GS]
