18

7.8K 367 8
                                        


Aku akan mencobanya.

Chanyeol ingat kalimat yang ia ucapkan dimalam ketika Baekhyun ulang tahun beberapa hari lalu. Entah kenapa ia bisa mengatakan hal itu. Ia ingin membuat Baekhyun bahagia, memang. Itu yang selalu ia ucapkan dalam hati mengenai apapun tentang Baekhyun, ia ingin gadis itu bahagia dan memberikan senyuman manis yang selalu membuatnya merasa hangat.

Chanyeol menghela nafas panjang dan merapikan setelan kemeja yang ia gunakkan. "Ini untuk Baekhyun." ia berucap memandangi cermin pada ruangan toilet pria yang berada di gedung dirinya berada saat ini dan kemudian memantapkan dirinya berjalan keluar menuju sebuah tempat receptionist untuk meminta akses masuk kedalam kantor dimana Tuan Byun memimpin.

Ya, saat ini ia berada di lantai dasar sebuah gedung dimana adalah tempat sebuah Perusahaan yang dimiliki oleh Tuan Byun—Papa Baekhyun.

"Maaf, Anda dengan?"

"Chanyeol, Park Chanyeol." Sahutannya membalas kearah receptionist cantik yang kini sedang menelepon seseorang disana dan menjelaskan kehadirannya disini untuk bertemu dengan pimpinan tertinggi pada perusahaan itu.

"Tuan Byun menunggu Anda di ruangannya. Anda bisa langsung naik menuju lantai 8 melalui lift disebelah sini." Sang Receptionist itu mengantarkan Chanyeol menuju sebuah lift yang terletak disudut dalam gedung itu dan menekan tombol angka delapan. Setelahnya Chanyeol merasa lift itu naik dengan gerakkan cukup lambat tanpa berhenti di lantai manapun dan terbuka ketika suara indicator pada lift itu mengatakan bahwa dirinya telah sampai di lantai delapan.

"Tuan Park Chanyeol?" Chanyeol memandangi seorang wanita berumur dihadapannya dan menganggukkan kepala memberikan salam.

"Annyeong.. aku ingin bertemu dengan—

"Tuan Byun sudah menunggu Anda, mari saya antarkan." Chanyeol mengangguk paham. Ia sempat berpikir bahwa wanita ini mungkin adalah sekretaris pribadi milik Tuan Byun. Chanyeol mengikuti wanita itu menuju ruangan kecil dimana ia dipersilakan duduk dan bahkan dijamu dengan makanan kecil dan juga minuman disana.

"Mohon menunggu sebentar." Suara wanita itu kembali berucap dan Chanyeol menganggukkan kepala membalasnya. Ia duduk pada salah satu sofa dan merasakan kembali kegugupan mengenai apa yang akan ia bicarakan dihadapan Tuan Byun saat ini. Chanyeol mengusap – usap tangannya dan bahkan berulang kali menghela nafas dengan cukup panjang.

Suara pintu terbuka terdengar dari balik punggung Chanyeol disertai dengan suara berat Tuan Byun yang memanggil nama Chanyeol dengan bahagiannya.

"Chanyeol!"

Chanyeol beranjak bangun dan membungkuk hormat kearah Tuan Byun serta bersalaman dengan orang tua itu sebelum pada akhirnya mereka sama – sama duduk berhadapan.

"Aku mengira ketika nama Park disebutkan oleh Sekretarisku tadi adalah Ayahmu, dan ternyata yang datang adalah Tuan Muda Park. Wah, kau sudah pantas untuk menggantikan ayahmu memimpin Perusahaan Ayahmu saat ini Tuan Muda." Tuan Byun melayangkan pujian dimana itu semakin membuat Chanyeol gugup untuk mengatakan tujuannya datang kemari.

"Bagaimana kabar Baekhyun?" Tuan Byun membuka topik lebih dulu. "Apakah ia menyusahkan kalian disana, maafkan aku harus meminta bantuan padamu untuk membiarkan ia tinggal sementara dirumah kalian—

"Tidak apa Tuan. Kami sama sekali tidak merasa direpotkan, dan Baekhyun baik – baik saja. Kami menunggu pengumuman penerimaan Beasiswa yang sempat kami kirimkan beberapa waktu lalu, jadi ya.. kami hanya bersantai – santai dirumah." Chanyeol menjelaskan tidak begitu detail karena pasti Tuan Byun sudah mendapatkan penjelasan lebih mengenai Baekhyun yang tinggal dirumahnya setelah memilih kabur dari rumah karena rencana perjodohan di hari ulang tahunnya.

DANGEROUS ROMANCE - END (CETAK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang