WILY 1

994 55 2
                                    

Kenalin gue sowon, siswi sma soumu kelas xl. Hampir seluruh siswa dan guru disini kenal sama gue, bukan karena prestasi tapi gue terkenal karena keberandalan gue selama sekolah disini. Hampir 2 tahun sekolah disini tempat favorit gue ya di ruang bk ini, setiap hari pasti gue masuk ruangan ini. Entah gue bikin ribut ataupun gue yang diributin, yang jelas salah ngga salah gue pasti masuk ruang bk. Ya iyalah, orang bokap gue jadi guru bk di sma soumu...😎😏
Tapi, untungnya temen gue ngga sadar kalo gue sebenarnya anak dari guru bk yang selalu ngehukum gue waktu ngelanggar peraturan. Padahal gue pernah keceplosan ngomong kalo gue anaknya guru bk, tapi mereka malah ngetawain gue. Wajar sih masa bapaknya tega ngehukum anaknya sampe pingsan, ya itu pernah terjadi sama gue.
"Woy, ngalamun aja, Mikirin gue y? Jadi malu gue 😊😊. " yerin
"PD amat hidup lo. Ngapain juga gue mikirin lo. " sowon
"Laper ke kantin gih, cari mangsa. " yerin
"Cari mangsa? Lo aja sendiri gue lagi ngga mood. " sowon
"Yah, kalo gue pasti ngga pada takut. Kan muka gue imutz. " yerin
"Imut? Jijik tau ngga. " sowon keluar kelas
"Woy, tega amat sama temen sendiri. Pasti lo mau ke bk kan!!! " yerin
"M... 😒" sowon
Dia temen gue namanya yerin, gue juga ngga tau kapan kita temenan. Pasalnya dia tiba tiba sksd ke gue waktu mos. Walopun gue ngehindar dia tetep aja ngikutin gue, tapi gue bersyukur sih dapet temen kaya yerin yang konyol, seru, dan ngga jaim.
.
.
.
(Ruang bk)
Sowon sekarang lagi diruang favoritnya, ya ruang bk ini.
"Pa. " sowon
"Kalo mau bilang kaya kemaren, mending kamu keluar. "
"Pa, maaf pa. Aku memang..."
"Udah sana, keluar dari sini. "Ucapan sowon dipotong ayahnya yang sekaligus guru bk.nya
Usaha sowon kali ini untuk meminta maaf pada ayahnya pun gagal egen. Karena jam istirahat hampir selesai sowon langsung ke kelasnya, tapi sowon ingat kalo setelah ini pelajaran bk yang diisi oleh bokapnya sendiri. Akhirnya sowon memilih membolos dipelajaran bk, dan pergi ke lapangan basket tentunya untuk main basket.
.
.
.
(Lapangan basket)
"Sowon!!!" yerin
"Mwo?" sowon
"Kenapa lagi, sampe bolos pelajaran bk?" yerin
"Gue lagi ngga mood, mending lo jauh jauh dari gue. Daripada lo bonyok kena pukulan gue, ke kelas gih. " sowon
"Yah, cerita dong gue bakal dengerin lo ko. " yerin
"Ngga Sekarang, gue butuh waktu sendiri. " sowon
"Jangan jangan lo ada masalah ya habis dari ruang bk? Iya ya? " yerin
"Gue kan udah bilang, gue butuh waktu sendiri, mohon ngertiin gue dong. " sowon
"Bener nih ngga papa gue tinggal, lo ngga bakal ngelakuin macem-macem kan. Awas aja kalo gue denger kabar buruk tentang lo. " ancam yerin
"Iya, gue ngga bakal ngelakuin hal hal aneh ko, udah ke kelas sana. " sowon
"Oke, duluan ya. " Yerin
"Apa gue main ke mall aja y? Kayaknya seru gue bisa puas main game di sana. " batin sowon
Sowon pergi ke parkiran mengambil mobilnya langsung menancap gas ke mall.
.
.
.
(Di mall)
Sesampainya di mall dia langsung ke kamar mandi ganti baju.
"Mba beli koin. "
"Ini mba, ko ngga sekolah? "
"Gini ya mba, mau gue ngelakuin ini ngelakuin itu terserah saya. mba tugasnya ngelayani pembeli, bukan kaya guru bk yang nanyain kesalahan muridnya. " balas sowon sinis
"Iya, maaf mba. "
Tanpa menjawab sowon langsung pergi ke tempat main game, dia langsung main apapun yang ada disana. Setelah puas dia memilih ke restoran untuk makan.
"Pesen nasi goreng 2 porsi, burger 2, salad 1, minumannya es teh aja 3 gelas. Makasih. " ucap sowon
"Ada lagi? " Tanya pelayan agak ragu
"Udah dulu, nanti Kalo kurang pesen lagi. " balas sowon santai
"Tunggu ya mba. "
Setelah nambah 3 porsi sate sowon langsung pulang, ditengah jalan dia melihat seorang gadis berambut pendek sedang menunggu bus sendirian di halte.
"Emang jam segini masih ada bis? " batin sowon
"Mungkin dia nunggu jemputan, lagian gue juga ngga kenal." sambung sowon
"Apa gue ke tempat boxing aja ya. Udah lama juga gue ngga kesana. Oke let's tu the go. "
.
.
.
(Di rumah)
"Sowon!!!"
"kenapa pa? "
Tiba-tiba bokap sowon nampar pipi sowon
"kemana saja kamu hah? Dari pelajaran papa kamu ngga masuk, dan baru pulang sekarang. Dasar anak kurang ajar, kamu anak satu-satunya tapi tingkah kamu selalu bikin papa naik darah, ngga kaya yewon."
"Maaf pa, sowon selalu bikin papa marah, sowon memang bukan anak penurut, dan ngga pernah ngebanggain papah ngga seperti yewon yang..."
Belum selesai bicara sowon kembali mendapat tamparan oleh bokapnya.
"Kenapa kamu susah diatur sih, ngga kaya.. "
"Yewon kan? Iya kan?" ucap sowon meninggalkan ayahnya diruang tamu,sowon langsung kembali memasuki mobil dengan keadaan hati yang hancur, dia tidak bisa lagi menahan bendungan airmatanya, sowon mengemudikan mobilnya dengan ugal-ugalan di jalanan. Sampai akhirnya sowon menepikan mobilnya ,untuk menenangkan dirinya.
"Kenapa ngga gue aja yang mati, kenapa harus dia? kenapa? Andai aja gue kuat, gue pasti bisa jagain dia, maaf gue ngga bisa jadi kakak yang baik buat lo , gue emang pantes dapatin ini. Gue ingin kembali ke waktu saat kejadian itu, gue bakal jagain lo, gue ngga bakal biarin lo celaka." sowon
"TOLONG!!! TOLONG!! TOLONG!!"
Sowon mendengar suara gadis meminta tolong, dia pikir itu cuma salah denger. Makanya sowon abaikan, tapi lama kelamaan suaranya semakin jelas jika seseorang tengah meminta bantuan nya.
"TOLONG!! TOLONG !! TOLONG!! "
"Siapa sih yang teriak malem malem gini? Tunggu itu kan cewek yang nungguin bis tadi, bukannya dia udah nunggu sejak jam 6, sebelum gue pergi ke tempat latihan boxing? Sekarang kan udah jam 10, kenapa gue malah banyak cingcong, samperin dulu ah." sowon
Sowon langsung menarik paksa kedua lelaki dihadapannya.
" lo ngapain ha? Beraninya sama yang lemah. Sini lawan gue kalo emang lo berani. " ucap sowon santai
"Lo siapa? Ngurusin urusan kita? Dia siapa lo? Sampe belain dia? Emang lo bisa apa? Lo kira kita takut sama lo? Lo juga cewek paling dipukul sekali KO lo!!!"
"Udah jangan banyak tanya sana pergi. " Sowon
"OH, ngajak berantem dia, maju sini kalo lo berani sama kita. " mereka melepaskan gadis itu
"Ayo, siapa takut. " sowon
"Hajar dia!!! " perintah salah satu dari mereka
...sowon sedang berkelahi dengan 3 orang yang diliat dari penampilannya sih kayaknya preman
"Aw " rengek sowon memegangi hidung yang dipukul barusan
"Kenapa gue habisin tenaga gue sih, Buat latihan boxing tadi. Mana dia kuat banget lagi. " batin sowon
" udah segitu doang kemampuan lo? Belagu amat baru juga sekali pukulan udah langsung KO lo. " ucap salah seorang dari mereka lalu meludahi sowon
Sowon yang tak terima diludahi, langsung membabi buta ke3 preman didepannya tanpa ampun. Namun sowon juga nenerima banyak pukulan hampir diseluruh tubuhnya
"Siapa yang lo bilang KO hah!!! Puas!!!" teriak sowon
"Sini maju kalo masuh berani." teriak sowon pada preman yang sudah lari menjauh
"Aw. " sowon kembali meringis kesakitan sambil memegangi hidung yang terlihat mengeluarkan darah segar tanpa henti
"Makasih, lo udah nyelametin gue. "
Ucapnya ragu pada sowon
"Ko ada Bintang sama burung di kepala gue sih. " batin sowon ngga dengerin orang yang disampingnya
"Lo kenapa? Ayo dong bangun. Tolong! Tolong! Mana ada orang yang bantuin gue, gue kan pembawa sial.." 😥😥😥
Skip
.
.
.
"Maaf, gara gara gue lo jadi sial begini. Harusnya lo ngga usah peduli sama gue, kan akhirnya lo kebawa sialnya gue juga." ucapnya sambil membersihkan luka di muka sowon
Tanpa sadar air matanya menetes ke pipi sowon. Saat itu juga sowon bangun dari pingsannya tapi sowon tetap menutup matanya, merasakan kelembutan yang selama ini dia rindukan semenjak kehilangan ibunya. Padahal ibunyalah yang ngertiin sowon, saat sowon sedang ngalamin masa masa sulit, ibunya selalu ada buat sowon.
"Maaf, maafin gue. Apa ini sakit? " ucapnya sambil bersihin luka sowon
Karena sowon ngga tega, akhirnya dia bangun.
"Lo kenapa nangis? " sowon
"Maaf, gara gara gue lo jadi begini. " ucapnya sambil nangis sesegukan
"Udah ngga usah ngerasa bersalah, ini bukan salah lo ko, lagian luka kaya gini juga bentar lagi sembuh. " hibur sowon
"Nggak ini salah gue, kenapa gue minta tolong. Coba aja gue ngga minta tolong pasti lo ngga bakal kaya gini. "
"Udah gue bilang ini bukan salah lo, udah jangan nangis. Dan juga Makasih lo udah rawat gue, gue bahkan lupa kapan terakhir dapet perhatian kaya tadi. " ucap sowon tiba-tiba yang membuat bingung cewek didepannya
"Maksudnya? "
"Bukan apa apa ko, boleh ngga gue peluk lo? Sebentar aja, gue ngga jahat ko. " ucap sowon ragu ragu
"Kenapa ngga boleh? Lo boleh peluk gue ko. Lagian siapa juga yang berpikiran begitu."
"Lo nangis? "
" ngga ko, gue bersyukur ketemu lo Hari ini, lo ngobatin kangen gue sama mamah dan adik gue. "
"emang mereka dimana?"
Sowon nangis waktu dia inget nyokap dan adiknya, itu sebabnya dia minta pelukan dari cewek ya yang lagi dipeluknya sekarang.
"Apa masih sakit?" tanyanya pada sowon mengalihkan pembicaraan
"Biarin seperti ini 10 menit saja. "
"Tapi. "
"5 menit. "
"Tapi. "
"3 menit. "
"Oke 1 menit, plis. " ucap sowon tangisannya pecah
"Lo ngga usah mohon kaya gitu kali, lo boleh peluk gue sepuasnya sampe lo ngerasa tenangpun ngga papa."
Mereka berpelukan hampir selama se jam, tanpa pembicaraan apapun.



















Will I Lose You ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang