Happy reading, sorry kalo banyak typo.
.
.
.
Author pov
Jalanan kota seoul masih lengang, mulai ada tanda tanda kehidupan disana. Terdengar angin yang sedang bercanda gurau menyambut pagi, suara tangisan air yang terjun dari hulu yang mencari induknya yang entah ada dimana, diiringi nyanyian burung bangau yang terdengar merdu membuat pohon dan bunga bergoyang mengikuti irama sang bangau. senyuman hangat sang Mentari masuk tanpa izin kedalam sebuah gubug mencari kamar yang masih terlihat ada penghuni di dalamnya. Membuat dua insan yang sedang tertidur pulas dibalik selimut berbahan kain yang sudah terlihat usang merasa terganggu hingga memaksanya untuk segera bangun dari alam mimpi menuju alam sadar.
.
.
.
Eunha pov
"Hoam... Jam berapa nih." ucap eunha dengan suara khas bangun tidur
Saat gue buka mata, gue bingung soalnya gue sekarang ada dipelukan seorang cewek, gue baru sadar ternyata yang meluk gue itu sowon. Orang yang tadi malem udah nyelametin gue dari ke-3 preman saat gue sedang nunggu seseorang.
"Makasih udah temenin gue, maaf udah ngrepotin lo." bisik gue ditelinga sowon lalu membenarkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.
Gue coba bangun dari tempat tidur dengan pelan, supaya sowon ngga ngerasa terusik. Gue langsung Buru Buru masuk kedalam kamar mandi yang hanya terdapat bak mandi dan kloset seadanya bahkan pintu pun hanya pake kain luasnya pun hanya 2 x 1 meter. jadi gue bingung misalkan ada tamu dirumah gue dan mereka mau mandi dengan keadaan kontrakan gue yang serba ngga ada. Awalnya gue biasa aja karena emang sejak awal gue ngontrak disini ngga pernah ada yang dateng ke kotrakan gue. tapi beda dengan sekarang, kan ada sowon. apa iya dia mau mandi ditempat kaya gini? Batinku cemas
Gue emang bukan orang kaya, bahkan sangat jauh dari kata kecukupan. Ke-2 orang tua gue tega ninggalin gue dirumah saudaranya, dan naasnya mereka udah meninggal dunia waktu gue baru masuk kelas 10 sma. Gue sempet dengar mereka pernah bilang kenapa gue dititipin sama mereka, itu karena bagi orang tua gue, gue adalah anak pembawa sial bagi mereka. Sejak saat itu gue ngerasa kalo gue emang anak pembawa sial, sampe gue udah kebal dengan omongan temen temen kalo gue "ANAK PEMBAWA SIAL. "
Setelah selesai mandi gue ngebangunin sowon.
"Sowon, bangun udah siang apa lo ngga laper?" perintah gue
"Iya bi, taruh aja di meja makanannya nanti juga dimakan." sowon
"Enak aja manggil gue bi, emang gue babi. Udah buruan bangun!" ucap gue kesel sambil narik tangan sowon
"Hmm." sowon dengan suara khas orang bangun tidur
"Udah buruan bangun, emang lo ngga mau pulang ?" tanyaku
"Pulang? Emang aku dimana? " sowon
"Dirumah gue." ucap gue datar
"Di rumah lo? Ngga, gue mau disini aja." sowon
"Tapi." ucap gue bingung
"Kenapa? Ngga boleh?" sowon
"Boleh ko, tapi gue saranin mending lo pulang aja won." jawabku agak ragu
"Jadi lo ngusir gue? " sowon
"Ngga begitu won. " jawabku
"Ya udah, gue mau mandi dulu, bay." sowon
"Won!! " teriak gueEunha pov end
.
.
.Sowon pov
Saat gue enak tidur tiba-tiba ada suara cewek mbangunin gue,
"Sowon, bangun udah siang apa lo ngga laper?" perintahnya
"Iya bi, taruh aja di meja makanannya nanti juga dimakan." jawab gue
gue kira itu asisten rumah yang ngebangunin gue."Enak aja manggil gue bi, emang gue babi. Udah buruan bangun!" ucapnya kesel sambil narik tangan gue
"Hmm." jawab gue dengan suara khas orang bangun tidurtapi gue sadar kalo dia itu eunha saat dia nyentuh gue, karena mana mungkin asisten gue berani mbangunin macan dari tidurnya apalagi sampe nyentuh gue.
"Udah buruan bangun, emang lo ngga mau pulang ?" tanyanya
"Pulang? Emang aku dimana? " balasku ngeledek eunha
"Dirumah gue." ucapnya datar
"Di rumah lo? Ngga, gue mau disini aja." sowon
"Tapi." ucapnya bingung
"Kenapa? Ngga boleh?" balasku
"Boleh ko, tapi gue saranin mending lo pulang aja won." jawabnya agak ragu
"Jadi lo ngusir gue? " balas gue pura pura ngambek
"Ngga begitu won. " jawabnya
"Ya udah, gue mau mandi dulu, bay." balasku
"Won!! " teriaknya pada gue
