Waktu gue masih SD, gue kenal dengan seorang cewek yang bernama Vicky. Cewek yang satu ini bisa dibilang adalah cewek cakep paling dijauhi hidung lelaki. Gue akui, sebagai lelaki dengan mata keranjang, vicky cukup manis dan cantik untuk ukuran anak kelas 6 SD. Tapi kelakuan Vicky mengerikan, dia tidak segan-segan mengincar titit lelaki untuk dipatahkan hanya karena dia bosan! Ya, dia mimpi buruk buat titit kami.
Disisi lain Tono adalah bocah paling cabul yang pernah gue temui seumur hidup. Bisa dibilang, setiap kali dia bicara tidak jauh-jauh tentang wanita. Apapun topiknya, serumit apapun pembicaraannya, pasti yang dia bahas wanita.
Nah, kalau laki-laki normalnya ialah mata keranjang, si Tono ini Masternya Mata Kutang. Dia bisa tahu segala jenis ukuran rahasia wanita hanya dengan sekilas pandang. Jadi, kalau bertanya pada Tono untuk mengetahui jenis kutang, warna, ukuran, dan bahan dalaman wanita. Kamu bertanya pada manusia yang memang dilahirkan untuk itu. Menurut gue, Tono dilahirkan dengan bakat membuat pakaian dalam wanita karena dia juga hobi mengoleksinya.
Nah, antara Vicky dan Tono punya hubungan yang aneh. Mereka seperti Kera bertemu pisang. Dimana Vicky senantiasa mencari 'barang terlarang' Tono disetiap kesempatan. Setiap kali Vicky kesal atau bosan terhadap sesuatu, ia akan berkeliaran seperti hewan buas mencari Tono.
Kalau si Tono tidak diketemukan, biasanya dia mengincar anak yang paling lemah untuk dimatikan. Hidup di sekolah ini seperti mengikuti hukum rimba kayaknya.Gue sendiri belum pernah mendapat tendangan pematah kayu tersebut. Karena begitu melihat muka Vicky jutek gue udah melarikan diri dari sekolah.
Suatu ketika, gue bertanya sama Tono, kok Vicky bernafsu sekali membuat dia impoten. Ternyata eh ternyata lantaran si Tono berkomentar tentang ukuran rahasia Si Vicky dikolam renang didepan anak laki-laki. Pas juga waktu itu, si Vicky lagi berenang didekat mereka.
"Emang Ngomong apaan sih?" Tanya gue penasaran.
"Alaaah, cuma ngomong jujur doang kok. Aku bilang, kalau bhnya itu terlalu gede buat dia. Masa dia mau terus menerus membohongi diri sendiri? Gak baikkan? Lagi pula BH yang kendor itu gak baik buat kesehatan. Bisa gak tumbuh nantinya!"
Ini bocah belajar dimana yak? Kok hebat banget diagnosisnya...
"Lebih baik kamu minta maaf! Mungkin dia tersinggung, atau mungkin waktu itu dia kehabisan BH"
"Gak! Aku gak bisa kung! Aku gakbisa meminta maaf untuk sesuatu yang gak salah! Aku mencoba meluruskan dia!"
"Iyaa.. ta-tapikan.."
"Kung! Coba ngerti! Kamu mau melihat dia pakai BH kedodoran kemana-mana? Apa kamu secabul itu kung?!"
Hello! Gue gak secabul itu kali! Lagian yang cabul disini siapa sih?
"Kung..." Ujar toni, dia menatap gue jauh kedalam bola mata gue.
"Apa?"
"Aku minggu depan sunat.."
"Oh? Bagus! Memang sudah saatnya"
"Aku takut kung!"
"Gak perlu takut... Cuma dikuliti aja kok!"
"Bukan... Bukan itu yang aku takutkan.. kalau.. kalau... Kalau tiba-tiba Vicky menendang aku yang baru disunat.. aku pasti..." Tono meremas jemarinya kuat-kuat seakan ia takut kehilangan Sesuatu.
"Bah.. tenang... Kamu pasti langsung ke surga.." gue menepuk pundak Tono lembut. Gue tersenyum..
Hening.
Tono terdiam lama sekali, lalu gue sebagai seorang teman memeluk dia untuk membisikkan.. "Semua akan baik-baik saja"
"Makasih" ujar Tono lirih ditelinga gue.
Kalau ada orang yang ngintip kelakuan dua bocah pria seperti ini, kami pasti dikira menjalin hubungan terlarang.
Tiga minggu kemudian..
Tono kembali dari istirahat panjangnya usai disunat. Sekembalinya dia dari disunat, Tono Cerita tentang suster yang menyunat dia. Katanya suster yang menyunat dia cantik kayak artis. Gue bingung sama Tono, apa gak sulit susternya nyunat dia? Secara dia bukan manusia biasa.
Pas lagi asyik-asyiknya cerita, Vicky nongol dari balik pintu. Wajahnya tersenyum riang. Dia menghampiri Tono dan mengucapkan selamat karena sudah disunat. Wah, tumben si Vicky gak mengincar 'barangnya' Tono. Mungkin, tanpa kami sadari keduanya sudah berbaikan. Tapi tanpa basa basi si Tono malah menyahut,
"WAAAAAAH!!! KAMU! KAMU! KENAPA DADA KAMU MENGHILANG?????!!!"
Ya ampuuun... Demi mendengar omongan Tono yang tanpa sensor tersebut, gue bisa melihat aura kematian menyelimuti diri Vicky!
"Jadi kamu bilang sekarang saya gak punya dada?... Oke.. oke.."
Dengan Kecepatan seekor Kyubi lepas dari sangkar, Vicky melompat dan menerjang titit nan lemah tersebut menggunakan lutut. Sayup sayup gue bisa mendengar sesuatu yang retak, itu pasti bola emasnya Tono! Dan sesuatu yang berbunyi mirip tepukan nyamuk, puk! Nah, itu pasti si titit yang malang. Tono lunglai, jatuh, lalu berteriak panjang. "SAKIIIIIIIIIIT MAAAAAK!"
Sejak serangan lutut itu, si Vicky jadi lebih baik pada anak lelaki dan tidak lagi menghantami titit kami saat dia kesal. Pasti karena dia melihat Tono yang sangat kesakitan seperti sedang sakaratul maut. Beruntung titit Tono berhasil melewati saat-saat kritis saat dibawa keruang UKS, saat itu gue bisa melihat Si Vicky yang menangis sesenggukan karena melihat Tono terkapar tak berdaya diranjang.
Yah, meski perilaku Vicky jadi lebih jinak, tapi bukan berarti si Tono jadi ikutan jinak. Dia jadi semakin beringas mengejar gadis-gadis. Hmmm... Mungkin karena udah gak ada ancaman lagi ya.. atau jangan-jangan tititnya udah lepas ..

KAMU SEDANG MEMBACA
Dikung And The Kampret Girl
HumorGue lagi risau, gundah, dan galau stadium 3 cause hp gue digondol maling. Lalu Pas Masuk Grup Line Seorang cewek bernama Kadeb Nanya, "Ini Dikung yg hpnya Hilang ya?" Buset! Dia Tau Hp Gue Ngilang Darimana??! "Elu tau hp gue ngilang? Lu maling Hp gu...