Hari ini merupakan hari yang sial bagi N/k, karena ia terlambat untuk bangun sehingga N/k dihukum karena telat datang ke sekolah.
"Ayo cepet lari nya 5 puteran lagi. Abis ini lo harus bersihin toilet perempuan," Begitulah teriakan dari seorang Ketua Osis SMA Florest
N/k adalah salah satu murid kelas 2 dari sekolah terkenal ini, N/k memang pintar, jangan heran kalau N/k bisa masuk sekolah ini.
"Untung ganteng," Gumamnya
Hendri Giovani. Dari namanya saja sudah terlihat bahwa ia adalah orang yang tegas.
Remaja kelas 2 SMA yang mempunyai jabatan di SMA Florest sebagai Ketua Osis.
Hendri sangat berwibawa jika menjalankan tugasnya sebagai Ketua Osis. Itu hanya di sekolah saja, diluar sekolah mana mungkin Hendri seperti ini. Bisa dibilang Hendri adalah seorang BadBoy.
Laki-laki yang memiliki wajah tampan itu sangat tidak suka perempuan Brandalan. Walaupun dirinya sendiri adalah Lelaki Brandal yang suka nongkrong di caffe hits jaman sekarang, yang suka kebut-kebutan dijalan raya dan yang sering Tawuran dengan murid sekolah lain.
"Stop!,"
Akhirnya hukuman N/k sudah selesai, tetapi masih ada satu lagi yang belum beres.
"Huft!, gue beli minum dulu bentar," Ucap N/k yang hendak berjalan kearah kantin.
"Apa-apaan sih, lo masih harus bersihin toilet perempuan dulu!,"
"Gue aus asli, ngga bohong, sumpah," Jawabnya dengan nafas yang memburu.
"Yaudah lo ke toilet aja dulu, gue yang beli. Nanti gue anter kesana," Hendri berlari kecil kearah kantin, membelikan Air Mineral untuk N/k.
"Gila lo,"
N/k berjalan lemas menuju toilet perempuan. Arah pandangan N/k sekarang mengarah ke laki-laki bertubuh jangkung yang sedang asyik mendengarkan lagu melalui Headseat berjalan santai sambil membaca novel.
Tepat disampingnya N/k sedikit melirik Nametag laki-laki itu.
"Oh namanya Munggaran," N/k refleks mengucapkan kalimat dan berhasil membuat Munggaran menengok kearah nya.
Tatapan nya tajam, seperti seekor singa yang baru saja terbangun karena suara-suara yang mengganggu telinga, dan ingin sekali menerkam siapa saja yang membuat kegaduhan atau suara-suara berisik tersebut.
N/k melanjutkan perjalanannya. Berjalan cepat sedikit. Rasanya, ingin mati disaat Mungga menatapnya seperti itu.
Muhammad Munggaran Meldrat. Seorang laki-laki berkulit hitam manis, yang mempunyai jambul. Dan yang kemarin bermasalah dengan N/k karena kenakalan Adik laki-lakinya itu.
Entah, N/k masih kesal jika mengingat kejadian kemarin.
Setelah N/k sampai tepatnya di toilet perempuan, N/k langsung duduk di lantai toilet. Yang ia rasakan adalah lelah. Bagaimana tidak, N/k disuruh memutarkan lapangan sebanyak 20x, N/k berlari dengan sangat malas, oleh karena itu ditambahkan menjadi 25x oleh Hendri si Ketua Osis bejat.
"Mana coba si Hendri, keburu mati nih gue," Gumamnya.
Ada sesuatu yang menempel di pipi kanan N/k. Dingin.
Ternyata Hendri yang menempelkan minuman ke pipi N/k. Segera N/k mengambil minuman itu, dengan cepat minuman tersebut habis dalam waktu yang sangat singkat.
"Gila, setan keausan," Ucap Hendri disertai tawanya.
N/k menatapnya sinis, seketika Hendri diam dengan muka yang kembali datar.
"Udah gc bersihin toilet," Perintah Hendri.
"Lo tuh bego banget ya. Ga kasian napa sama gue dari tadi udah capek muterin lapangan dan sekarang disuruh bersihin toilet."
"Udah gitu sendirian lagi," Sambung N/k.
"Ya siapa suruh lo telat,"
"Tega ya lo, ngebiarin cewek cantik kaya gue buat bersihin toilet yang kotor banget itu?,"
"Lo ngomong apa sih? Gajelas!,"
"Lo lah yang ngga jelas," Ucap N/k tidak mau kalah.
"Yaudah balik ke kelas sana lo,"
"Nah kan, gitu dong. Baru ketos yang baik hati," N/k berdiri dan membenarkan baju yang sedikit berantakan. Kemudian keluar dari toilet perempuan itu, di ikuti oleh Hendri.
"Mungga nyariin lo tuh," Ucap seorang murid kepada Hendri.
"Dimana dia?,"
"Perpus,"
Percakapan antara Hendri dan seseorang tersebut sangat jelas terdengar oleh N/k.
"Iya, thanks ye,"
Hendri langsung berjalan cepat mendahului N/k.
"Tunggu deh," N/k menahan tangan Hendri.
"Lo kenal sama Mungga?," Tanya N/k.
"Dia temen gue, kenapa?,"
"Hmm Ng-ngga,"
N/k tersadar akan tangannya yang masih saja memegangi tangan Hendri. Dengan cepat N/k melepaskannya.
Hendri berlarian kecil menuju perpustakaan. Ngapain lagi kalau tidak bertemu Mungga.
***
"Gue nyariin lo tai," Ucap Mungga pada Hendri yang baru saja duduk berhadapan dengannya.
"Gue nugas dulu tadi. Biasa, ngasih hukuman ke anak yang telat masuk,"
"Lo ngapain dia?,"
"Kepo banget dah. Terus lu manggil gue mau ngapain?,"
"Gatau gue juga, kangen gue sama lo," Ucap Mungga.
"Najisin banget lo jadi babi."
***
Seperti biasa, setiap pulang sekolah N/k hanya berdiam diri di rumah. Tiduran, main handphone dan nonton film, yang pasti bukan film-film Korea ataupun film-film kotor.
N/k bukan tipe orang yang suka dengan Drama Korea. Intinya, yang berhubungan dengan Korea ia sama sekali tidak tertarik.
"Kalo di pikir-pikir Mungga ganteng juga." Gumam N/k.
"Najis, ngapain di pikirin. Gajelas dah gua,"
Perut N/k merasakan lapar, maka dari itu N/k keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mencari makanan. Beruntung kamar N/k tidak di lantai 2. Jadi tidak perlu jauh-jauh berjalan ke dapur.
"N/k ada McD," Ucap ka Dio.
"Iya,"
Dio Alviero. Kakak kandung N/k satu-satunya. Yang kini jarang sekali berada dirumah. Ngapain lagi kalo bukan kuliah atau main dengan teman-temannya.
Kelakuan kakaknya itu semakin membuat N/k terbiasa sendiri. Ditambah lagi, sekarang Dio berubah drastis.
Dulu, ia sering memperhatikan adik nya itu, khawatir jika adiknya kenapa-kenapa. Tapi beda sekarang, Dio tidak pernah perhatian kepada N/k, ia juga tidak khawatir sedikitpun jika N/k telat makan, pulang sekolah telat, atau pulang malam. Entah hal apa yang membuat Dio seperti ini.
"Gue pergi dulu," Dio bangkit dari duduknya dan memasang jam tangan kesayangannya itu.
N/k tidak menjawabnya. Ingin sekali N/k menjawab "iya, lo kalo mau pergi ya pergi aja, biasanya juga ga ijin." Tetapi masih N/k tahan.
***
vote comment ya apa aja yg kurang):
but, ga maksa heheu):
bcs, memaksakan itu tidak diperbolehkan. yaiyalah gaboleh, kalo orangnya ga ikhlas, ya sama aja kita yang dosa dong):
jadi enak nih curhat):
