{12} Lah au dah judulnya

136 21 1
                                        

N/k mengerjapkan matanya dengan gerakan lambat lalu menggeliat malas. Kemudia N/k mengucek kedua matanya sambil menguap lebar.

Mata N/k melihat ke arah jam dinding.

"Baru jam 9," Gumam N/k, kemudian merebahkan badannya lagi diatas kasur empuknya.

"(NAMAKAMU) AYO BANGUN!"

Revan mengetuk pintu kamar N/k dengan keras sambil berteriak kencang.

"Berisik, Revan!" Jawab N/k dari dalam kamarnya.

"Gue mau pergi sama Mama lo. Lo jaga rumah ya!"

Cklek!

N/k membuka pintu, dan terlihatlah Revan yang sedang berdiri tepat didepan pintu kamar N/k.

Lagi-lagi N/k menguap lebar didepan Revan. Kemudian tangan Revan terulur untuk menutup mulut N/k.

"Bau bego!" Cetus Revan.

"Cepetan mandi, lo bau banget (Nam) sumpah!" Suruh Revan setelah memberi handuk kepada N/k.

***

Mungga : Gue nggak suka sama sifatnya yang sekarang, caper.

Mungga : Makanya, gue udahan wkwk.

Diva : Iya, gue juga kaya ngerasa dia berubah gitu ke gue Mung. Dia yang sombong, dia yang ngatain gue.

Mungga : Ngatain apaan?

Diva : Ya ngatain kalo gue sombong, wkwk.

Mungga : Gue latihan dulu.

Dengan segera Mungga berlari kearah motornya yang terparkir di garasi rumahnya.

Baru saja ingin memakai helm, Handphone Mungga bergetar. Dan Mungga segera mengangkatnya.

"Iya, ini gue otw cuy!" Kata Mungga.

***

"Mau nonton apaan?" Tanya N/k.

"Yang ada disana aja lah," Balas Diva.
 
"Males ah gue mau tidur," Verina kembali memeluk guling.

Dikamar Verina lah, tempat N/k, Diva, serta Verina berbincang.

"Minjem!" N/k merebut Handphone Diva.

"Mau ngapain? Balikin!" Diva mencoba merebut kembali handphonenya yang kini dipegang oleh N/k.

"Bentaran,"

"Berisik lo," Seru Verina.

"CIE MUNGGA CIE!" Teriak N/k histeris saat melihat semua pesan-pesan Diva dengan Mungga.

"Oh jadi selama ini lo deket sama Mungga? Kan' gue bilang apa, Lo cocok sama Mungga, Div!" Tambah Verina.

"Ck. Gue nggak punya perasaan sama dia, tai." Sahut Diva.

STRUGGLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang