Aku menjalani hari-hari ku, berusaha ihklas meskipun itu sulit bagi ku. Perlahan aku mulai menerima kenyataan walau sesungguhnya aku meyakini jika suami ku masih hidup. Hari ini tepat empat bulan Bang Ardy meninggalkan ku dan juga calon anak yang masih di dalam kandungan ku. dan kini usia kehamilanku sudah memasuki usia tujuh bulan. Ayah, Ibu, Papa dan Mama ku datang ke rumahku, karna hari ini aku mengadakan selametan tujuh bulanan.
"Sayang.. " aku menengok ke arah suara, tapi tak ada siapa pun disana. Suara itu, suara milik suami ku. Aku masih hafal, dan akan selalu ku ingat suara itu, suara yang sangat ku rindukan.
"Pulanglah Bang! Aku merindukan mu sayang.. " bisik lirih batin ku. Air mata ku kembali berderai. Sesak kembali merajai, aku rindu suami ku.
Dug.. Tiba-tiba saja aku merasakan bayi ku bergerak."Baby, kamu rindu Ayah ya? Sabar ya sayang! Ayah akan segera kembali untuk kita. Cepatlah keluar anak ku! Hanya kamu yang menguatkan Ibu di saat seperti ini." aku mengelus lembut perut ku, berharap bayi ku di dalam sana merasakan kesedihan hati ku.
Ku tatap langit cerah, awan menggantung indah di sana. Ku panjatkan doa. keyakinan tetap terjaga bersama harapan yang tak akan pernah sirna. aku Renata, istri Sertu Ardy. Aku meyakini bahwa suami ku masih hidup dan akan kembali pulang.
Dreet...
"Assalamualaikum Mbak Ratna" aku mengawab panggilan telpon dari Mbak Ratna.
"Waalaikumsalam Dek, apa kabar?"
"Alhamdulillah baik Mbak, Mbak sendiri kabarnya gimana?"
"Aku juga baik. Ohh ya, kemarin aku dengar kabar, korban hilang yang tertembak di tempat tugas suami mu sudah di ketemukan."
"Apa Mbak? Korban sudah di ketemukan? Apa dia Bang Ardy?"
"Sepertinya bukan Dek, kalau tak salah namanya Farhan. Junior suami mu dari tamtama."
"semoga ada kabar yang baik nantinya tentang Bang Ardy ya Mbak." ucap ku sedih.
Biar ku jelaskan sedikit. Saat suami ku di nyatakan wafat, hanya Mbak Ratna yang mengerti tentang aku, dan hanya beliau juga yang yakin bahwa suami ku masih hidup. Dan saat itu bataliyon memberi kabar bahwa ada tiga yang tertembak, satu sekarat, satu hilang dan satu lagi meninggal di tempat. Korban meninggal adalah suami ku sedangkan korban hilang adalah Prada Farhan dan korban yang kritis adalah Pratu Anshori.
###
Siang berganti sore dan malampun datang. Aku duduk di tepian tempat tidurku, mengusap perutku sambil membacakan surat yusuf dan setelah membaca surat yusuf ku putuskan untuk merebahkan tubuhku, dan kini giliran rekaman suara Bang Ardy yang ku tempelkan pada perutku, kurasakan gerakan halus pada perutku saat suara itu menempel, mungkin anak ini rindu suara Ayahnya.
"Dek, aku akan pulang. Kamu sabar sebentar ya!"
Aku terkejut dengan suara itu, ku pindahkan android ku pada telinga ku, dan suara itu kembali menggema dengan kata yang sama."Bang Ardy...... " aku teriak histeris, sekuat tenaga memanggil namanya hingga aku tak sadarkan diri.
Selanjutnya aku tak tau dengan apa yang terjadi.###
Kini aku berada di sebuah ruangan yang bercat putih. tirai menjuntai memberikan skat pada ruangan tempat aku terbaring tak sadarkan diri. Botol infus tergantung dan jarumnya menancap pada nadi ku, aku berada di rumah sakit kini.

KAMU SEDANG MEMBACA
MENUNGGU CINTAMU (Sudah Terbit)
Fantasymenikah dengan mu tak semudah dan seindah yang ku bayangkan. tubuh mu memang ku miliki, tapi tidak hati mu. tiap malam kau mencumbu ku, tapi bukan nama ku yang kau sebut, sebegitu cinta kah engkau kepadanya? Lalu siapa aku di mata mu?. Lihatlah aku...