Rush hitam melaju membelah kota jakarta, aku dan Bang Ardy menuju hutan Mangrove yang berada di daerah Pantai Indah Kapuk Jakarta utara. Sepanjang perjalanan Bang Ardy banyak sekali bercerita, tentang tugasnya, tentang wanitanya, tentang orang tuanya dan tentang rencananya menikah. Jujur saja aku merasa cemburu saat dia bercerita tentang wanita nya dan rencananya untuk menikah, ternyata cinta ku bertepuk sebelah tangan, aku sangat terluka. Lalu, apa alasannya mengajak ku berkencan? Bukankah ini kencan namanya? Baiklah, seprtinya aku hanya teman baginya, dan aku pun harus mencoba untuk iklas menerima kenyataan pahit hari ini.
"Bang, ko lu tumben ngajak gue jalan?"
"Iseng aja, sudah lama saya gak ngajak kamu jalan."
"Emangnya cewek lu itu anak mana Bang?" tanya ku penuh selidik
"Anak Emak Bapaknya lah hahaha"
"Hahaha suka pinter lu, Bang."
"Saya kenal dia sudah lima tahun, dan kami saling menyayangi. Tapi terkadang saya ragu dengan ketulusannya, Ren."
"Lah kenapa?"
"Kami sering putus nyambung, dan di saat putus itu, dia pacaran lagi dengan pria lain."
"Terus Abang juga pacaran lagi?"
"Enggak Ren, untuk cari pengganti dia susah banget. Gak tau kenapa, saya merasa seperti orang terhipnotis dengan cintanya Ren."
"Perlu di ruqyah lu Bang hahaha"
"Sadarlah Bang, aku menyukaimu, lihatlah aku yang selalu ada untuk mu, lihatlah dalamnya cinta ku pada mu, lihatlah Bang. Saat ini kau memang melihat ku tertawa, tapi andaikan kau merenangi lautan hati, kau bisa melihat air mata ku penuh sesak menangisi cinta ku yang tak pernah kau jamah." suara hati ku di sertai dengan jerit tangis yang dalam dan tak terdengar olehnya.
"Ren, kita udah lama kenal, tapi ko kamu belum pernah mengenalkan pacarmu ke saya?"
"Gue gak punya pacar Bang."
"Kamu kan cantik Ren, masa iya gak ada yang nyangkut sama kamu?
"Nah, itu lu sadar kalau gue cantik, kok lu gak terpikat sama gue?"
"Uda ada yang gue suka Bang. "
"Wah, Siapa? Ko saya gak tau?"
"Aku suka sama kamu Bang, jelas aja kamu gak tau, kamu gak peka, padahal awalnya aku fikir kalau kamu suka sama aku, tapi ternyata ada seseorang di hati mu."
"Kapan-kapan gue ceritain Bang."
"Semoga kamu mendapatkan cintanya Ren."
"Amin Bang, semoga besok kita berjodoh. Amin ya allah."
Kami pun memasuki hutan mangrove dan besamaan itu pula air mata ku menetes pilu, aku sedih, hati ku tersayat perih.
"Ren, kata teman-teman saya disini ada jembatan cinta ya? Katanya kalau kita pergi dengan orang yang kita sayang kelak akan berjodoh."
Benarkah? Sungguh aku tak tau, karna ini pun pertama kalinya aku berkunjung ke hutan mangrove.
"Masa Bang? Ya uda kita balik aja yuk!"
"Lah kok balik sih? Sayang tau, tempatnya bagus, uda gitu kita uda sampe sini, uda yuk masuk aja!"
"Tapi kan kita bukan pasangan kekasih Bang."
"Ahh, uda biarin aja, lumayan kan ntar kalau selfi bisa saya up load di IG."
"Ya, uda yuk Bang, kita masuk, siapa tau kita berjodoh beneran." bisik batin ku.

KAMU SEDANG MEMBACA
MENUNGGU CINTAMU (Sudah Terbit)
Fantasíamenikah dengan mu tak semudah dan seindah yang ku bayangkan. tubuh mu memang ku miliki, tapi tidak hati mu. tiap malam kau mencumbu ku, tapi bukan nama ku yang kau sebut, sebegitu cinta kah engkau kepadanya? Lalu siapa aku di mata mu?. Lihatlah aku...