4| Ann Mijn Liefste

50 1 0
                                        

Ann Mijn Liefste,
((Bld: Teruntuk kekasihku, Big no, kau bukan kekasihku, heheheh. Aku tidak mengklaim, biar lutju ala-ala aja, tak masalahkan?))

Apa kabarmu? Aku harap kau baik selalu, ya. Kalau kau tanya kabarku, kupastikan bahwa aku sehat wal'alafiat ketika menulis ini.

Ah, kau pasti akan keheranan jika membaca ini, sebab ((mungkin)) bagimu aku hanya orang asing aneh yang tiba-tiba menulis sebuah surat untukmu. Namun, pastikan kau membaca ini sampai selesai, meskipun kuyakin kau akan mual setelahnya.

Kau tahu, kenapa aku menulis ini? Surat ini adalah sebuah konspirasiku bersama aksara membentuk frasa guna membuatmu mengetahui rasaku nyata. Iya, kau buat produksi dopamine oleh hipotalamusku meningkat. Otomatis aku tersetel dalam mode tergila-gila. Singkatnya aku jatuh pada gravitasimu.

Eh, kau jangan salah paham dengan mengira bahwa ini merupakan deklarasi bahwa aku memaksamu menyukaiku juga. Tentu tidak. Perasaanku padamu ini urusanku, bagaimana kau menanggapinya itu urusanmu.

Lagipula, aku lebih senang mengagumimu dari jauh, tanpa ada interaksi berlebihan. Bukan aku tak ingin berusaha mengenalmu, tapi ada hal lain yang harus kucapai sebelum dirimu. Aku yakin, kau juga punya mimpi yang ingin kau wujudkan. Maka, kita sama-sama mengejar impian masing-masing. Urusan perasaan biar Allah yang mengatur, toh, kalau Allah sudah berkehendak maka segala sesuatu akan kenyataan.

Omong-omong, aku ingin bilang terima kasih untuk ucapan dan doamu saat ulang tahunku tahun lalu. Juga maaf karena aku lancang menyukaimu. Aku tahu akhir-akhir ini kau sangat sibuk mengurusi acara, semangat ya! Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu.

Sudah ya, sampai jumpa di masa depan. Aku 'apalah-apalah' padamu.

Liefs,

Deanurs

[[04/26/2018]]

P.s: Surat ini dibuat untuk memenuhi event 7 letter challenge oleh Mading SMANCIL.

Don't MindCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang