Chapter 6

1K 37 10
                                        

Tiati banyak typonya hehe😁

*****


"Terus kalo dia murid baru kenapa?"

"Dia itu cewek Lan, seharusnya lo gak jadiin dia target lo untuk kesekian kalinya. Kodratnya cewek itu dilindungi, bukan disakiti." ucap Rendy.

"Tau apa lo soal cewek?" sinis Allan.

"Gue punya nyokap sama adik perempuan di dunia ini, itu alasan terbesar gue gak pernah berani nyakitin cewek." ucap Rendy.

"Apa lo bilang? nyokap?" Allan mendengus. "Bagi gue semua nyokap di dunia sama aja, mereka rela ninggalin anaknya demi kebahagian mereka sendiri."

"Gak semua ibu kayak gitu Lan." sahut Dodi.

"Gue udah gak percaya lagi tentang hal itu, BULSHIT!" Allan beranjak pergi dari tempat duduknya, meninggalakan kedua sahabatnya.

🍃🍃🍃

Bel istirahat mengintrupsi para murid untuk keluar dari kelas mereka masing-masing menuju kantin.

Kanaya dan sahabatnya baru akan keluar kelas setelah membereskan peralatan tulis masing-masing. Akan tetapi langkah mereka terhenti karena ketua kelas menghampiri Kanaya.

"Ini hasil ujian matematika tadi. Gue minta tolong lo yang bagiin. Gue ada urusan." ucap Hisan.

"Okey." ucap Kanaya.

Hisan melangkahkan kakinya pergi. Lalu Kanaya berbalik ke arah sahabatnya.

"Terus ini dibagi sekarang atau nanti waktu udah masuk?"

"Nanti aja Nay, sekarang taruh aja di meja lo." ucap Shinta.

"Yaudah, Naya taruh dulu." Kanaya berjalan menuju mejanya, lalu kembali mengampiri sahabatnya.

Keempat gadis itu kembali meneruskan langkah mereka hingga sampai di meja paling pojok di kantin.

"Giliran siapa nih yang pesen?" tanya Nia.

"Gue yang pesen." ucap Mita. "Kalian mau pesen apa?"

"Gue bakso." ucap Shinta.

"Gue juga mau bakso." ucap Nia.

"Naya mau mi ayam." kini Kanaya yang bersuara.

"Okey gue pesenin, tapi jangan gosip dulu sebelum gue balik. Ntar gue ketinggalan." ucap Mita.

"Yaelah, kita juga gak suka gosip kayak lo." balas Shinta.

Kanaya, Shinta, dan Nia menunggu pesanan milik mereka sambil mengobrol ringan, hingga pesanan itu datang.

🍃🍃🍃

"Mita, bantu Naya bagi hasil ujian yaa?"

"Okey, mana?"

"Bentar." Kanaya memberikan sebagian hasil ujian yang ada di atas mejanya tadi.

GALAXYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang