Part : 3 (REVISI)

27 5 0
                                    

         Kadang seseorang yang kita  
           kenal dulu berbeda 180°
              dari dia yang kita kenal    
                    sekarang

Malam ini Nazira berada di sebuah kafe ternama di ibukota.Menikmati suasana  ramai orang berlalu lalang ditemani kerlap kerlip pesona malam indah perkotaan.

Pinggir jendela merupakan tempat strategis untuk menikmati keramaian disepanjang jalan dengan menikmati secangkir minuman coklat panas.

Nazira pun sibuk dengan laptopnya.Biasa streaming boyband kesukaannya.

" gue boleh duduk disini"

Nazira pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik suara  yang berada didepannya.Nazira pun mengangguk untuk memberi jawaban.

" lo kayaknya sibuk banget deh,gue ganggu ya?

" gue gak sibuk kok kak,cuma streaming aja.Btw kakak kesini sendirian?"tanya Nazira.

" gue sama adek gue kesini ,kebetulan adek gue masih di toilet jadi gue kesini ya kale gue ikut ke toilet juga"cowok tersebut tertawa memperlihatkan gigi gingsul dan lesung pipinya yang begitu manis.Ditambah dengan kemeja abu abu dan celana jeans putih nya menambah kesan manis dan tampan.

Cowok ganteng mah banyak tapi cowok ganteng dan manis itu langka.Contohnya cowok ini.Manis.

"Gafennnnnnnnnnn" pekik seorang gadis yang berjalan menuju ke arah meja yang diduduki Nazira dan cowok ini.

" lo ngapain sih teriak"

Nazira terkikik geli melihat interaksi 2 remaja ini.Begitu unik dan sepertinya 2 orang ini kembar identik dilihat dari gigi yang sama sama gingsul dibagian kanan,lesung pipi,wajahnya,hidung runcingnya,matanya,bibirnya,bulu matanya semuanya identik.

"Kenapa?"tanya Gafen lembut.

" gak usah sok manis lo gak usah sok lembut gue gak akan luluh tuh"gadis tersebut menggembungkan pipinya sangat menggemaskan.

"Terus apa mau lo?"tanya Gafen

"Kenapa lo tinggalin gue di toilet kan gue ngomong jangan kemana mana gue aduin ke pak satpam nanti lo"

"Ya kale gue nunggu ditoilet cewek bisa bisa gue nanti dituding macem macem,dah ah gak usah lebay"

Cewek tersebut langsung menjitak kepala Gafen dengan kuat sehingga Gafen meringis.

"Gue itu nyuruh lo nungguin gue itu kan lo yang bawa pembalut gue masak ko pergi gitu aja kan gue belum sempet ganti karena lo".

Nazira pun melongo dibuatnya bagaimana bisa seorang cewek dengan gampangnya mengatakan bahwa ia sedang datang bulan kepada seorang cowok.

Dan detik berikutnya cowok tersebut tersenyum geli dan memberikan pembalut tersebut ke gadis ini.Karena tas gadis ini berada di tangan Gafen.

"Dah ganti gih,nanti lo bocor gue gak mau minjemin lo jaket gue,sono gih"Gafen pun langsung mendorong tubuh gadis cantik tersebut agar pergi ketoilet.Namun langkah berikutnya gadis tersebut berteriak lagi.

"Kok lo belinya yang gak ada sayapnya?"

" Ya kalo gak ada sayapnya kasih sayap burung aja kan bisa terbang"

"Gafen,lo kok jahat sih sama gue kan gue mintanya lo beli yang ada sayapnya kok lo malah bercanda.Gue...hiks hiksss"Gafen pun melangkah mendekat ke arah gadis berambut hitam tersebut dan memeluk gadis kecil tersebut.Satu tetes air mata pun lolos meluncur di pipi mulus gadis manis bergingsul tersebut

"Gue minta maaf,nanti pulang gue beliin lo satu pak deh"Gafen pun mengelus rambut panjang gadis tersebut dan memberi kecupan singkat pada kening.Setelah di rasa tenang gadis itu pun berlari ke toilet.Gafen pun berbalik dan menangkap sesosok mata yang tengah menatap ke arahnya.

"Lo kembar identik?"tanya Nazira

Gafen pun duduk dan mengangguk memberi jawaban atas pertanyaan Nazira barusan.Dari awal gadis tersebut datang bulan Gafen lah yang selalu membelikan adiknya pembalut.Awalnya sih Gafen malu membelinya tapi lama kelamaan ia terbiasa membelikan roti jepang tersebut.

***
Pagi yang cerah merupakan harapan indah bagi siswa siswi sekolah.Namun keceriaan Nazira pudar saat melihat sosok lelaki tinggi yang melangkah mendekat ke arahnya.

"Ra gue boleh bareng sama lo kan?"
Cowok tersebut mengedipkan sebelah matanya untuk meggoda gadis imut didepannya.

Nazira tidak menghiraukan ocehan demi ocehan dari mulut cowok yang berada disebelahnya.
Dan tiba tiba cowok tersebut memghentikkan langkahnya.

"Ra lo kenapa sih berubah kayak gini apa gak cukup buat lo bikin gue merasa bersalah dengan lo gak mau kenal sama gue lagi".

Nazira menghentikan langkahnya
"Gue berubah karna lo.Udah cukup lo buat gue sakit" ucapnya datar

"Justru gue Ra yang sakit dengan sikap lo yang kayak gini sama gue,gue sabar ngadepin lo sampe sekarang bahkan saat lo mengabaikan gue pun  masih bisa tersenyum lebar karna ulah lo.Tapi udah 7 bulan lebih lo  berubah.Lo tetep kayak gini.Gue sabar hari demi hari gue lewati dengan lo cemberut sama gue,bahkan gue juga rela ngerelain hati gue yang sakit karna ulah lo.Lo egois Ra cuma mentingin hati lo sendiri sedangkan lo gak pernah liat bahwa ada orang yang selama ini lo sakiti dengan sikap lo"

"Lo itu muna-"

"Gue bahkan berfikir apa salah gue selama ini,lo berkali kali ngatain gue munafik,egois,brengsek,badboy gue terima.Tapi apa pernah gue ngatain hal hal kasar sama lo"tanya cowok itu

Nazira pun mengingat ngingat setiap memori yang ia ukir bersama cowok ini.Tapi Nazira sadar bahwa cowok itu tidak pernah mengatainya dengan kata kata yang menyakiti hatinya,justru Nazira lah yang selalu mengucapkan kata demi kata pedas dari bibirnya.

"Mungkin kalau ada kata lelah dalam kamus hidup gue gue akan bilang lelah saat ini.Tapi gue juga belum mau nyerah kalau gue belum dapat jawaban lo sebenarnya".

"Gue rela Ra sakit hati karena hati dan ucapan lo.Tapi gue gak rela liat lo berubah dari Nazira yang dulu".

"Fath-"ucap Nazira lirih

"Gue gak minta apa apa sama lo,gue gak minta lo care dan simpatik sama gue,gue gak minta lo tetep ada disamping gue.Gue cuma minta satu Ra.Cukup jadi Nazira yang dulu."

Cowok itu pergi meninggalkan Nazira yang mematung ditempat.Begitu sakit kah ucapannya selama ini?Begitukah sakit yang dia rasakan?

Sedangkan Fathan menahan dadanya yang kini sesak.Sesak ketika mengingat orang yang ia sayangi kini 180° berubah.

Cowok tersebut memang Fathan.Fathan memang mencintai Nazira dari dulu sampai sekarang dan dulu pun Nazira mencintainya.

Fathan pun memilih melangkah menuju taman sekolah yang begitu rindang untuk meyejukkan pikiran dan hatinya yang panas.
Kalau Fathan ke rooftop sebentar lagi bel masuk akan berbunyi dan butuh waktu lama untuk sampai ke rooftop karena area sekolah yang begitu luas dan bergedung gedung.

Di lain tempat Nazira memilih untuk memasuki kelas,niatnya ingin ke kantin namun suasana hatinya tidak mood untuk ke kantin.Nazira memikirkan setiap kata demi kata ucapan panjang lebar isi hati Fathan,logikanya menolak ingin memikirkan setiap kata dari Fathan namun hatinya justru berkata lain.

***

Siapa nih yang jatuh cinta sama Gafen yang care banget sama adiknya

Atau sama Fathan?

Tunggu part berikutnya ya masih ada kejutan yang blm terbongkar antara Fathan dan Nazira.

Salam rosy....

                         

Warm[Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang