Sedari tadi Pak Minhyun sudah mengomel, ini karena anak-anak yang bermain TikTok tadi. Pasalnya, Pak Minhyun memang guru yang dikenal dengan kebersihannya. Beliau adalah guru terbersih sepanjang peradaban.
Ok, lebay.
Tapi memang begitu kenyataannya. Beliau tidak suka kotor sedikitpun. Apalagi kelas Jieun saat ini yang menjadi bahan omelan. Jelas saja, meja dan kursi berhamburan, tidak berada ditempatnya. Dan yang pasti semua kena imbasnya. Huft.
"Ini mejanya kurang rapi, harus lurus. Gak enak dilihat dimata Bapak!"
Anak-anak mendengus, padahal mejanya sudah rapi. Namanya juga Pak Minhyun, terlalu teliti.
"Loh, ini dibawah meja Bapak masih banyak debu."
DEBU SECUIL AJA, UDAH DIMASALAHIN SAMA PAK MINHYUN.
BAYANGIN AJA, GIMANA GAK KESEL?
"Ini kelas kalian kok usang banget ya?"
"Bapak protes sama kita? Terus kita protes sama siapa kalo gitu?" jengkel Bobby.
Dipikir ini sekolahan kita apa ya? Dipikir kita tukang gitu? Suruh ngecat kelas sendiri, ngerenovasi kelas sendiri?
Untung. Sabar.
"Mending kamu diem. Bersihin yang bener, daripada banyak bicara!"
Astagfirullah.
Tolong dong, yang dari tadi banyak bicara ya, si Pak Minhyun. :(
"Pak kata rinso, kita itu harus berani kotor." sahut Bobby lagi.
"Kamu mau saya suruh bersihin lapangan ya? Disana lebih kotor kaya muka kamu!" kata Pak Minhyun sudah tersulut emosi.
Bobby hanya mengelus dadanya, anak-anak yang mendengarkan hanya cekikan kecil saja.
Ya, kira kira begitulah kalo Pak Minhyun dibuat marah.
***
Bel istirahat pertama telah berbunyi, Jieun dan teman-teman sudah duduk manis dikantin. Lalu Jieun berjalan pada rombong makanan, masih bingung untuk menentukan makanan apa yang ingin ia pesan.
Disela kebingungannya itu, ada yang menepuk pundak Jieun dari belakang. Reflek Jieun menoleh,
Jieun jadi kikuk sendiri, setelah melihat orang yang menepuk pundaknya. Ia jadi beku, tidak tahu harus apa.
Lelaki itu berdehem kecil, mencoba menetralkan suasana.
"Nih, ambil." kata Woojin mengulurkan tangannya sambil memberikan susu coklat.
Jieun menatap kosong, seolah sedang terhipnotis.
"M.. makasih," balas Jieun kaku.
Woojin mengembangkan senyum menampilkan gingsulnya. Jieun yang melihat itu jadi salah tingkah, pipinya pun mulai memanas.
Dan saat itu juga Woojin berkata,
"Manis..." tersenyum tulus pada Jieun. Membuat Jieun tak berkutik sama sekali, pasti pipinya sudah dipenuhi semburat merah padam.
Woojin hanya cekikikan kecil melihat Jieun, lalu ia meninggalkan Jieun yang masih mematung malu.
Jieun melihat susu coklat pemberian Woojin, dan ia tercekat ketika menemukan notes di badan susu coklat itu,
'Permintaan maaf :)'
Membaca tulisan dinotes itu membuat hati Jieun menghangat, bahkan ia saja tidak tahu penyebab masalahnya dengan Woojin, tiba-tiba meminta permintaan maaf.
Pipi Jieun semakin memerah, ia buru-buru memesan makanan, tidak ingin terpaku pada kesenengan yang menurutnya ini, hanya sesaat.
Setelah memesan makanan, ia berbalik pada tempat duduknya.
"Ehem.. Duh ini cabe nyempil ditenggorokan."
Jieun jadi mengernyit.
Bukannya Lalisa tidak suka cabe, bahkan ia tidak ingin menyentuh cabe lagi semenjak masuk rumah sakit.
"Kenapa Lis?"
Lalisa jadi berdecak, dan Jieun semakin bingung.
"Yah, teman kita tidak peka."
Lalu yang lainnya ikut berseru kecewa.
"Dipegang terus tuh susu coklatnya geng." ucap Lala melirik Jieun.
Jieun berdecak, ternyata sedari tadi ia digoda oleh teman-temannya.
"Tuh yang ngasih susu coklat ada dipojok belakang lo." kata Hanbin menunjuk Woojin.
Jieun menoleh, karena posisinya memang membelakangi Woojin dan cukup jauh dari meja yang ia tempati.
Woojin sedang berkumpul bersama teman-temannya, yang dimata Jieun tidak familiar. Namun ia menangkap sosok paras cantik, bersama dua temannya dimeja Woojin.
Kak Sejeong.
Jieun tidak menghiraukan pikirannya, disana bukan hanya Kak Sejeong saja, banyak teman-teman Woojin. Jadi ia tidak boleh memikirkan yang aneh-aneh, yang terpenting hubungannya dengan Woojin sudah mulai membaik lagi.
"Apaansih," elak Jieun.
Jieun memaksakan senyumnya, dan mulai bercanda gurau bersama teman-temannya.
Haloo!❤
Maafin ya kalo cerita ini cheesy, aku tau kok huhuuuu.....
Tapi semoga kalian tetep suka ya, berharapnya gitu sih:(
Oiya,
Jangan lupa tinggalkan jejak,
☺☺☺☺☺
KAMU SEDANG MEMBACA
Heal Me | Park Woojin
FanfictionPark Jieun perempuan yang sangat ceria namun bisa sangat pendiam jika sudah dikaitkan dengan pertengkaran orang tuanya, ia bahkan sudah terbiasa mendengar pertengkaran orang tuanya yang hampir setiap hari. Saat SMA ia pun merasa mempunyai masalah de...
