Di saat aku menginginkan sesuatu di balik kesibukan
Di saat aku tahu bahwa kesibukan itu hanyalah sebuah pelarian
Ketika tersadar akan alasan menyibukkan diri dibalik banyak kesibukan
Melintas lagi sebuah pertanyaan lain yang mengganggu pikiran
Apakah aku ingin melupakan sesuatu yang menyakitkan?
Namun semua pertanyaan itu raib, menghilang
Tergantikan oleh senyum riang khas kasmaran
Itu semua berawal dari senyum ringan di saat petang
Yang bahkan orang-orang pun heran dengan berbagai alasan
Itulah kau, dengan senyum sederhana yang menawan
Netra bersih berpendar memberikan kenyamanan
Kaca pembingkai di wajah rupawan
Dan senyum itu -yang selalu ingin ku abadikan
Bukankah semua kalimat itu belum bisa menggambarkan sempurnanya warnamu?
Kini, ku akan bercerita (lagi)
Tentang hati yang teriris tipis-tipis
Tentang pilu rindu di malam kelabu
Tentang jerit sedih di ruang sunyi
Tentangmu, yang mematahkan hati
Yang menghilangkan segala macam kebingungan
Namun kembali dengan berjuta pertanyaan
Kini aku akan bertanya lagi
Apakah aku sanggup melupakan walau itu menyakitkan??
🍁🍁🍁
Hohohoo.. Minta vote sama commentnya..demi keberlangsungan cerita ini.
Makasiiiiih....😙
With Love❤,
Zee🍭
KAMU SEDANG MEMBACA
Call Me Vin
Jugendliteratur"Kenapa sih bingung gitu? Panggil ya panggil aja, gausah ragu. You can call me Vin, like my family" "Of course i will. But I'll call you Az, and you can call me Panda as you wish" Yap, jarang bahkan tak ada yang memanggilnya Vin, kecuali keluarganya...
