Part II

184 7 0
                                    

Sedikit gambaran yah guys..
Srd. Bhakti..
..
😁
---------------------------------------------------------


Pagiku cerahku
Yeayy matahari sangat cerah.
Membawa langkah kaki untuk terus berkutat dengan rutinitas.
Minggu pagi aku sudah bangun untuk siap jalan jalan di cfd alun alun kota magelang. Ya magelang. Tempatku menimba ilmu.Katanya sih kota sejuta harapan.
Asal gak harapan palsu ajahh kali yaa..

Aku disini tinggal bersama tante ku saja.Kami berdua saja dirumah karena anak semata wayangnya mengikuti suaminya dinas diseberang pulau.
Disini taulah tidak sebebas kos. Aku harus bangun pagi dan membantu tante bersih bersih rumah. Tapi itu membuatku belajar bagaimana kelak aku toh juga akan menjadi seorang istri.
.
.
.
.
.
.
.
.

Ting.. Tong...
Suara bel pintu rumah tante.
"Assalamualaikum"

"Walaikumsalam. Iya tunggu bentar"
Suara laki laki nih siapa ih pagi pagi datang kerumah orang. Gumamku.

Dari tadi jantungku berdebar entah ada apakah gerangan.
Kubuka pintu dan ternyata kakak sepupuku dan suaminya yang dinas di aceh baru saja datang. Ya mereka kakakku mereka sepasang pengantin baru. Pastinya masih bau kembang melati lah ya. Maksudnya masih mesra mesranya. 😋
Betapa gembiranya aku.
Mbak amel ya dialah kakak sepupu partner in crime ku. Udah kompak bnget kayak upin ipin aku ma dia.hahaha.Dulu kami sering hangout bareng walau cuma keluar buat jalan jalan.Kami punya selera yang sama tentang fashion yang simple dan elegant.Bedanya Mba Amel sudah menikah dan suaminya seorang lettu dinas di aceh.Dan aku masih jomblowers
😅

"Mbak.. Mas.. Kapan datang kok gak ngabari sih kan bisa aku jemput di bandara. "

"Idih kamu ya baru aja datang dibilang kapan datang. Baru menginjakkan kaki nih. Dasar abg labil"

What.. Mb Amel bilang aku abg labil.

"Ih enggak lah mbak. Abg berprestasilah kan aku dapet beasiswa dari kampus. Wleeee. "

"Duh iya ya yang kutu buku" jawabnya.

Sambil becanda kami saling berpelukan dan akupun salim dengan mas Esal suami mba Amel.

Akhirnya tante datang menghampiri kami di depan dan pertemuan ini sangat menggembirakan sekaligus mengharukan karena sudah lama kami tidak bertemu. Terakhir kali saat pernikahan mereka 8bulan yang lalu.

Tiba-tiba suara motor seperti berhenti di depan rumah. Aduh pasti dia pikirku.Aku ingat aku ada janji dengan mas bhakti untuk lari pagi sih tapi kenapa sih disiplin banget.Mana waktunya gak tepat banget Mas Esal dan mbak Amel baru dateng lagi. Aku lihat jam pukul 05.25.

Ih kepagian amattt. Aku grogi pake banget pasti dibully nih ma Mas Esal dan Mbak Amel. Aku spontan berlari keluar dan mengintip dari jendela. Aduh beneran dia nih.

Duh stylenya sporty banget dan tubuhnya yang kotak kotak ada tahunya hee..membuat aku semakin kagum. Ya penampilan khas tentara.

Padahal dulunya aku ilfeel banget sama tentara yang keliatan garang. Eh sekarang kesengsem euy.. Hihiii..
Mas bhakti memakai celana training merah dan dia memakai kaos hitam sepatu merah. Ouhhh cool amat yach.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Dek.. Siapa? "
Mas Esal bertanya..

"Te.. Teemenn mas. Temen tyas"

"Suruh masuk dek. " mbak Amel berkata agak manis tapi lebay menurutku. Sedikit menggodaku.

Hah??suruh masuk waduh pasti bakal disidang nih ma mas Esal.Karena sebenarnya aku tidak boleh pacaran sama mama papa aku supaya fokus kuliah. Tapi apalah dayaku abg jaman now tentang perasaan pasti tidak dapat dipungkiri tidak dapat dihindari semua terjadi tanpa seolah kusadari hati ini telah terpatri.
Asseekkk..

Aku lalu membuka pintu. Padahal dia belum memencet bel pintu.Mas bhakti agak kaget.

"Lhoh dek. Kenapa? Udah siap?"mas bhakti agak tertegun dengan sikapku.

"Mmmmas.. Ada kakak sepupuku dari aceh. Masuk dulu yuk. Tapi mas ati2 ya dan kalau ditanya kita cuma temen gitu yah. Duduk dulu gih."jawabku terbata bata

"Haha..kenapa hati-hati dek?Bener cuma temen? Beneran dek"

Kulihat raut wajah Mas bhakti agak kecewa mendengar kata kataku itu.

"Udah buruan masuk mas. Aku ambil jaket dulu."aku bergegas.

"Siapa dek? Eh ternyta bener ya cerita mama adek lagi galau punya pacar. Lagi kasmaran pagi pagi udah nangkring aja didepan rumah. Sregep bnget."Mbak Amel sedikit menggodaku.

Akupun berlalu sedikit menghindari mereka.

"Iyah. Tyas sering diantar jemput. Telpon malem2 dibawah selimut.hmmmm"lhah tante ikut ikutan ah.

Aduhh benerkan dibully.

"Kenalin dulu donk sama mas. Tentara juga ya dek? " mas esal memandangku dengan memicingkan matanya.

Aku hanya diam.
Lalu aku menghampiri mas bhakti diruang tamu.
"Mas.aku kenalin kakak sepupuku yah. Dia dinas di aceh. "

"Iya dek. "Jawabnya kalem. Duh.

Jantungku serasa mau copot. Apa aku bakal dimarahin ya? Pasti nanti lapor sama mamaku ih. Aku berjalan menuju ruang keluarga dan aku bilang sama mas Esal dan Mba Amel kalau mas bhakti diruang tamu.
Suasana mencekam bagiku. Tegang.
Tanganku dingin. Pingin kabur tapi kemana.

"Mas Esal. Mbak Amel ini mas bhakti"
dengan senyum palsy aku mengenalkan mas bhakti. Takut lab ya.

"Siap.Ijin.Serda Bhakti Anggara dinas di Akmil. "Sigap amat jawabnya mas bhakti.

"Udah ga usah terlalu formal. Kan lepas dinas juga. Lettu. Esal Nugraha Prasetya."Mas Esal mencairkan suasana.

Mereka berjabat tangan.
"Duduk aja santai. Saya juga baru datang. Temennya tias yang bawel n cerewet ini ya kamu? "

"Ih apaan sih mas Esal. Buka kartu aja. "

"Siap. Saya pacarnya dek Tias mas. "
Semua berdecak lalu terdiam .

???????

---------------------------------------------------------

*maaf masih blm sempurna krn pemula 😊😊
*jangan lupa comment yah
*kritik saran ditunggu

-love you always-

PanjiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang