IDK (24)

35 2 0
                                    

"ambil aja sono sendiri" sahut aril

"Aril!! Rill!! Gw ambilin sapu sapu ya bentaran melayang ke muka lo!" Sahut lia kesel

"Lemparin aja, gak takut gw" ujar aril ngeledek

"Lelah dengan pertikaian kalian!" Ujar rebecca melewati di depan mereka berdua

"Diam lo!" Sahut mereka berdua

"Cepet ril mana tas gw!" Ujar lia semakin kesal

"Noh di atas lemari ambil aja sono" sahut aril

"Awas lo ya sampe kenapa napa sama tas gw! Gw penyek lu jadi tape!" Ujar lia ngancam

Lia menaiki bangku dan mengambil tasnya. Namun tiba tiba aril menghampiri lia. Aril malah mengusili lia lagi. Dia menggoyang goyang bangku yg di naiki lia.

"Arill gw mau jatuh!" Ujar lia sambil memegang lemari dan berteriak

"Bodoamat! Jatuh ya tinggal ke bawah aja" ujar aril malah cengingisan

Aril masih saja menggoyang goyangkan bangku yg di naiki lia. Dan tiba tiba lia terjatuh. Lia terjatuh pas di hadapan aril. Untungnya aril langsung memegang kedua lengan lia. Agar tidak terjatuh ke lantai dan tidak terjatuh dua duanya.

Dan lia reflek dgn aril. Kemudian aril melepaskan pegangan tangannya yg berada di kedua lengan lia.

"Awas gw mau ke bangku! Dasar org aneh!" ujar lia dgn menginjakkan kakinya ke kaki aril

"Aaww sakit jirr!" sahut aril

"Bodoamat!" sahut lia

Arilpun senyum - senyum sendiri atas insiden itu, ntah kenapa dia merasa kalo aril mempunyai rasa lebih dari sahabat ke lia. Tetapi, situasi disaat itu aril tidak bisa mengungkapkan sebenarnya. Karena lia dan aril sedang dalam keadaan bertengkar.

⚫⚫⚫

Bel istirahat pun berbunyi. Aril ingin menghampiri lia. Tetapi, kak ilyas sedang menunggu di depan pintu kelas lia. Kesempatan itu pun telah hancur, dihancurkan oleh ilyas.

"dasar pecekor lo yas!" kata aril dalam hati dengan muka keselnya itu

Aril melihat lia dan ilyas berduaan sedang canda tawa ntah apa yang mereka bicarakan. Karena aril merasa cemburu dengan ilyas, tidak segan segan aril menghampiri mereka berdua.

"Lagi apa lo berdua? Ceria amat" tanya aril

"Ih kepo deh" sahut lia

"Nggak lagi apa apa kok ril, gw hanya nggak sengaja ngebawa situasi tertawa" sahut ilyas

"Heleh bilang aja kalo modus" ujar aril sinis

"Aduh sudah lah alien, mana mungkin kak ilyas modusin gw. Sedangkan dia cowo populer di sekolah ini. Lagi pula kan dia senior gw. Ya nggak enaklah di buat buat banyak berita sama senior senior disini" ujar lia lebih menjelaskan lebih detail lagi bahwa mereka berdua tidak dalam kondisi modus

Akhirnya aril lega karena perkataan lia yang dia bilang bahwa mereka tidak dalam kondisi saling bermodusan. Tetapi, aril masih mencurigai ilyas.

"Yaudah gw mau balik kelas ya li, maaf kalo mengganggu waktu mu sama aril" ujar ilyas

"Oh iya iya kak, tidak apa apa kok kak. Lain kali kalo butuh bantuan lia lagi jangan malu malu ya kak" balas lia dengan senyuman nya yang manis itu

Ilyas kembali bersenyum ke lia. Dan meninggalkan kelas lia. Tetapi, aril masih saja cemberut dengan situasi yang tadi.

"idiihh ngapain tuh muka cemberut amat. Cemburu ya?" tanya lia dengan ketawanya

"Emang iya, kenapa?" jawab aril

"Heleh mana ada sih" ujar lia dengan tertawa nya dan langsung meninggalkan aril. Aril punya langsung menarik tangan lia dengan cepat.

"Ikut gw! Gw mau bicara serius!" ujar aril dengan muka serius nya yang bercampur aduk dengan kekesalan yang dia lihat tadi.

Maaf gaess telat buuaangett upload cerita nya. Karena sibuk buuuangett sekolah. Sekali lagii mohon maaf lahir dan batin💕. Jangan lupa vomment💖

I DON'T KNOW, WHY?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang