01 • Serenade to the Past

19.8K 2.7K 1K
                                        

We can gain experience
from the past,
but we can't relive it;
we can hope for the miracle,
but we don't know
if there is one.

___

September, 1997

"Sudah lama, ya?"

Pria paruh baya itu menarik kedua sudut bibirnya, matanya menatap lurus ke depan. "Hari ini aku datang lagi."

Ia menarik napas panjang, "kabarku baik, yayasan baru yang kutempati lebih nyaman dari sebelumnya. Bagaimana denganmu, nona Yiseul?"

Hening. Tidak ada jawaban, namun pria tersebut masih mempertahankan senyumnya. "Kau curang, hanya aku yang terus-menerus bertambah tua. Kau tidak berubah, tetap cantik seperti saat kita pertama kali bertemu."

Matanya terpejam perlahan usai mengatakan kalimat tersebut, ia berdoa dalam hati sebelum akhirnya kembali membuka mata hanya untuk melihat kenyataan di hadapannya.

Tidak ada yang berubah, lemari kaca di hadapannya bahkan tidak bergeser sesenti pun. Tidak ada keajaiban yang datang padanya. Walau ia sudah ratusan, bahkan ribuan kali memohon.

Matanya memanas, ia merasa kedua kakinya bergetar akibat emosi yang tengah ia rasakan. Namun sekuat apapun ia menahannya, pada akhirnya air matanya tetap tumpah.

"Aku merindukanmu, sungguh." Pria itu berbisik, masih menatap lemari kaca di hadapannya, lebih tepatnya menatapi sebuah foto yang terpajang dalam lemari tersebut.

Dalam foto itu ada seorang wanita yang sedang menggandeng dua orang priaㅡJungkook dan Seokjin.

Kalau Jungkook tidak salah mengingat, foto ini diambil empat puluh dua tahun yang lalu.

Ia kembali menarik napas ke sekian kalinya, air mata membasahi wajahnya yang penuh dengan garis kerutan. Jungkook tidak berniat untuk menghapus air matanya, pandangannya masih fokus, menatap nanar ke arah guci yang terletak di belakang foto tersebut.

"Karena kau tidak ada di sisiku, semuanya terasa hampa. Aku merindukanmu, Seul."

Ia membuka lemari kaca tersebut, menaruh bunga aster yang sedari tadi digenggam olehnya.

Setelah beberapa saat, Jungkook akhirnya memutuskan untuk mengambil foto tersebutㅡfoto yang tidak pernah ia sentuh sejak abu Yiseul ditempatkan di sini.

Jemarinya mengusap lembaran kertas foto yang mulai buram itu dengan perlahan, seolah ia sedang menggenggam barang pecah belah yang amat berharga untuknya.

Jungkook membalikkan kertas foto tersebut, mendapati satu kalimat tertulis di sudutnya.

사랑하는 사람들과.
[Dengan orang-orang yang paling kukasihi]

Ia mengadahkan kepalanya ke atas sejenak, menahan air matanya agar tidak kembali jatuh karena masa lalu yang tiba-tiba kembali menyapanya.

"Aku kira ini sudah pudar," lirihnya.

Jungkook ingat. Kalimat tersebut ia tulis tepat sebelum Yiseul dikremasi, ia menulis dengan tangan yang tidak bisa berhenti bergetar.

Sudah lama wanita itu pergi meninggalkannya, tapi rasanya seperti baru kemarin mereka berdua bertemu. Sosok Yiseul tidak pernah pergi dari benak Jungkook.

"Besok, aku akan datang lagi." Jungkook menutup kembali pintu lemari kaca di hadapannya, tidak lupa untuk mengulas senyumnya dan sekali lagi meyakinkan dirinya bahwa ia akan baik-baik saja.

BackwardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang