07 • My Blooming Rose

4.8K 1.1K 103
                                        

Jungkook sama sekali tidak tidur, ia terjaga sepanjang malam hanya untuk memikirkan satu huruf yang hilang.

Mencoba untuk menyambungkan segala opininya tentang mengapa foto tersebut bisa terbawa dari masa depan dan apa alasan salah satu huruf tersebut menghilang, namun ia tidak kunjung mendapatkan jawabannya.

Siang ini, kala ia masuk kerja seperti biasa, ia sempat dikira Yoongi tengah sakit kala lelaki berkulit pucat itu melihat penampilannya, dan pada akhirnya ia disuruh pulang agar bisa beristirahat di rumah.

Jungkook tidak benar-benar pulang ke rumah, ia memilih untuk berkeliling kota. Mencoba menjernihkan pikirannya sekaligus melihat-lihat kota yang ia rindukan, tentu di tahun 1997 ia tidak bisa lagi melihat semua ini.

Karena semuanya telah berubah. Bangunan-bangunan indah itu akan digantikan oleh gedung-gedung pencakar langit.

Orang-orang yang ia lewati memandang aneh dirinya, Jungkook akhirnya menyadari bahwa rambutnya benar-benar berantakan.

Walau beberapa gadis tampak memandangnya penuh hasrat, Jungkook akhirnya memutuskan untuk segera berlalu.

Jalanan tidak terlalu ramai, tidak ada kemacetan di sini. Orang-orang berjalan kaki, dan ada beberapa yang menggunakan sepeda. Jungkook sendiri menjadi bagian dari orang-orang yang berjalan kaki tanpa arah.

"Bagaimana dengan dress yang kupakai hari ini? Corak bunga ini tampak bagus, bukan? Aku baru membelinya kemarin," sahut wanita yang baru saja Jungkook lewati, wanita tersebut tersenyum sembari mencoba meminta pendapat teman di sampingnya.

Jungkook menghentikan langkahnya, tiba-tiba kalimat Yiseul terputar ulang di benaknya.

"Jungkook, dari sekian banyak bunga yang ada, mengapa kau memberikanku mawar?"

"Oh, kau tak suka? Aku memilih mawar karena ia mirip denganmu, cantik."

Beriringan dengan kenangan masa lalunya bersama Yiseul, Jungkook mulai kembali melangkah. Sekarang, ia mempunyai tujuan.

"Aku suka, sangat suka. Mawar adalah bunga favoritku. Tapi Jung, apa kau tahu makna bunga mawar merah ini?"

Perasaannya kacau. Ia mempercepat larinya, tak peduli jika orang-orang memandangnya aneh. Jungkook hanya fokus pada suara serta kalimat Yiseul dari memori lamanya.

Ketemu, itu dia.

Jungkook masuk ke dalam sebuah toko bunga yang terletak di pinggir jalan. Ia berdiri ambang pintu, mendengarkan bunyi gemerincing bel yang berada tepat di atas kepalanya. Napasnya terengah-engah, ia mencoba mengatur napasnya serta menyeka keringat di pelipisnya.

Beruntung di dalam toko hanya ada dua orang pelanggan yang tengah membayar bunga mereka, serta sang kasir yang tak lain adalah pemilik toko bunga ini sendiri.

Pria tua itu merawat bunga di sini sendirian, dan Jungkook ingat bahwa dia dan pemilik toko bunga ini lumayan dekat karena seharusnya di bulan depan ia datang ke sini untuk membeli bunga untuk Yiseul.

Jungkook segera melangkahkan kaki menuju bagian bunga mawar, lantas ia mengulurkan tangannya untuk mengusap salah satunya.

"Mawar yang bewarna merah mempunyai banyak makna; romantisme, keindahan, kebahagiaan, ketulusan, kasih sayang, cinta sejati, dan keberanian. Hal semacam ini perlu kau ingat, Jung."

Jungkook tersenyum, "aku mengingatnya dengan baik," desisnya.

Suara gemerincing bel pertanda dua pelanggan tadi keluar menyambar telinga Jungkook, dan tiba-tiba saja sang pemilik toko mendekatinya dengan senyum lebar.

BackwardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang