05 • Castle of Forbidden Secrets

5.6K 1.3K 112
                                        

Hari berganti lagi.

Jungkook mulai yakin bahwa ia benar-benar terjebak di sini dan akan menjalani hidupnya sebanyak dua kali lipat.

Ini sulit, sungguh. Memikirkan bahwa ia akan mengulang kembali memori pahitnya dulu, membuatnya merasa tidak sanggup menjalani hari ini.

Ahn Yiseul, satu-satunya alasan serta penyemangat dirinya untuk terus melanjutkan semua ini.

Siang itu ia kembali bekerja. Dengan Yoongi yang mencuri pandang padanyaㅡberpikir Jungkook tidak menyadariㅡ dengan tatapan khawatir. Apakah kondisi otak Jungkook baik-baik saja hari ini?

Jungkook tidak begitu banyak berbicara hari ini, pikirannya dipenuhi oleh Yiseul. Bertanya-tamya tentang apa yang ia lakukan di istana negara bersama Seokjin. Sesuatu telah berubah. Atau mungkin dirinya memang tidak pernah mengetahui tentang hal ini dulu.

Pikiran tentang hal itu terus menghantuinya bahkan saat ia sedang berbicara dengan pembeli. Ia bahkan sempat salah memberi senapan pada pembeli, beruntung ia sadar dan langsung menggantinya. Setelah pelanggan tadi, toko sepi. Dan Jungkook tahu bahwa mereka hanya akan mendapat dua pelanggan lagi nantinya, ia pikir Yoongi bisa menangani mereka.

Ia lantas memutuskan untuk pergi ke istana negara. Jungkook berjalan masuk ke sisi belakang dari toko itu, menyusuri rak kayu berisikan pistol di samping kanan dan kiri. Ia terus berjalan hingga mendapati Yoongi sedang duduk di kursi goyangnya, nyaris terlelap.

"Hyung," panggilnya.

Mata Yoongi melebar. Ia berusaha menyadarkan diri lalu berkata, "Kenapa? Ada pembeli yang mencurigakan?"

Jungkook menggeleng, "Tidak, aku ingin izin untuk pulang lebih awal."

Yoongi mengernyit, "Kau belum sembuh juga? Sudah kuduga, kau terlihat sedikit aneh hari ini."

Baru saja Jungkook ingin mengelak, tapi tidak. Ia tidak mungkin memberitahu Yoongi bahwa ia akan ke istana negara, menemui kakaknya Seokjin dan kekasih masa lalunya Yiseul.

Yoongi masih belum tahu bahwa Jungkook sebenarnya adalah anak presiden. Yang bosnya itu tahu adalah Jungkook anak semata wayang dari keluarga miskin di pinggiran kota.

Jika Yoongi tahu bahwa Jungkook adalah saudara Seokjin, ia pasti akan dipecat detik ini juga, mempekerjakan anak presiden di toko ilegal adalah hal yang merugikan.

Akhirnya, Jungkook mengangguk, "Maaf, hyung. Aku harus pulang sekarang."

Lelaki itu beranjak pergi dari kursinya dan mengangguk, "Baiklah, aku akan menjaga toko. Tapi ingat, kau harus datang besok."

Setelah mendapatkan izin, ia pun berjalan keluar dari tempat itu dan menuju istana negara.

Istana negara dari tempat kerjanya tidak terlalu jauh, karena itulah Jungkook memilih untuk berjalan kaki dengan perasaan yang resah.

Tak butuh waktu lama, ia sampai di depan istana negara. Bangunan bercat putih tulang dengan pilar-pilar besar itu menyambut Jungkook dengan dingin. Seluruh kenangannya dari masa kecilnya kini menghampiri benak lelaki itu.

Pukulan itu, teriakan-teriakan itu, serta lantai dingin di belakang lemari besar tempatnya bersembunyi dengan harapan ia tidak terlahir di dunia ini.

Tidak ada yang tahu bahwa ada dua anak lelaki yang tinggal dalam istana negara itu.

Jungkook menghela napas dan berjalan masuk, melalui dua orang tentara yang berjaga di depan teras.

Ruangan utama itu sangat besar dan luas. Terdapat bendera negara Korea Selatan di pojok ruangan, tepat di samping meja dengan globe emas di atasnya. Jungkook mengalihkan pandangan dan berjalan ke tangga, ia berniat untuk menuju ke tempat di mana ia pasti dapat menemukan Seokjin; perpustakaan di lantai dua.

BackwardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang