03 • Inside the Gun Store

7.2K 1.6K 357
                                        

Jungkook mengambil segelas air untuk menyegarkan tenggorokannya.

Saat ini, ia sedang merenung di atas sofa dan membiarkan waktu bergulir begitu saja. Jungkook tidak melakukan apa-apa semenjak ia terbangun di tempat yang sama.

Bahkan hingga hari telah berakhir dan ia mencoba untuk tidur lagi, tak ada yang berubah.

Dan hari ini, ia kembali merenung.

Lelaki itu masih tidak mengerti mengapa semua ini terjadi. Tidak ada alasan pasti yang dapat menjelaskan bagaimana waktu bisa berjalan mundur seperti di film-film. Ini semua bahkan tampak tidak masuk akal sama sekali.

Keheningan yang menyelimuti dirinya pecah saat seorang lelaki membuka pintu tanpa mengetuk atau permisi terlebih dahulu. "Jeon Jungkook, di situ kau rupanya!"

Jungkook membulatkan matanya nyaris seperti melihat sosok hantu di hadapannya. "Yoongi hyung?"

Yoongi tidak mengindahkan tatapan aneh yang diberikan oleh lelaki itu, "Ya, kau sudah tidak membutuhkan uang dariku lagi?"

Jungkook menelan salivanya. Benar. Di tahun 1955, ia bekerja di tempat Yoongi. Seharian kemarin Jungkook hanya berdiam diri di rumah dan tidak pergi bekerja.

Lelaki berkulit pucat itu berjalan memasuki flat kecil tersebut, melirik ke sekeliling ruangan lalu mengamati sosok Jungkook yang sedang duduk di sofa. "Kau terlihat baik-baik saja. Lalu kenapa kau tidak pergi bekerja?"

Jungkook mengernyit. Tidak biasanya lelaki itu menunjukkan perhatian kepadanya. "Kau datang karena khawatir dengan keadaanku?"

Hal itu terdengar bagaikan hinaan bagi Yoongi. "Tentu saja tidak. Tapi aku benci menjaga toko sendirian, juga berbicara dengan penjahat-penjahat itu."

Jungkook mengangguk samar. Min Yoongi adalah tipe lelaki yang tidak ingin mengakui apa yang ia rasakan. Meski begitu, Yoongi adalah salah satu orang yang sangat ia percaya. Ia menganggap lelaki itu sebagai kakaknya sendiri.

Keningnya berkerut, mungkin ia harus menceritakan apa yang terjadi pada Yoongi. Ya, setidaknya ia butuh seseorang untuk diceritakan. Jungkook tentu tidak mau gila sendirian.

"Hyung, apa kau percaya dengan perjalanan waktu?" tanya Jungkook ragu.

Pertanyaan itu jelas menarik perhatian Yoongi. Matanya yang sedari tadi memandangi seisi ruangan kini menatap Jungkook, bertanya-tanya dalam hati mengapa Jungkook menanyakan hal konyol seperti ini.

"Tidak, itu hanya omong kosong yang dibuat oleh orang Amerika."

Jungkook membasahi bibirnya, "Mungkin ini tidak masuk akal, namun aku benar-benar melakukannya."

Sudut mata Yoongi berkerut, disusul dengan senyuman palsu di wajahnya. "Ini alasanmu untuk bolos kerja kemarin? Kau kehabisan ide? Coba lebih kreatif lagi, Jung."

Kemudian Yoongi menarik lengan Jungkook untuk segera bekerja. "Banyak pelanggan yang menunggu kita sekarang. Aku tidak mau membuang-buang uangku hanya untuk mendengar omong kos─"

Jungkook segera menepis tangan lelaki itu dari badannya. "Aku serius, hyung. Ini nyata, aku tidak mengada-ngada."

"Dengar, aku seharusnya sudah berumur 62 tahun. Aku ingat bahwa saat itu aku pulang dari columbarium, lalu aku tertidur ditemani alunan musik tuaㅡmaksudku musik sekarang, dan aku kembali pada masa mudaku sekarang ini!" kini Jungkook benar-benar meyakinkan Yoongi akan ucapannya.

Yoongi hendak berkomentar, namun Jungkook segera melanjutkan ceritanya. "Kupikir semua ini hanyalah mimpi, jadi aku memutar lagu yang sama dan kembali tidur."

BackwardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang