10 • Fate System Error

7.1K 1K 170
                                        

"Apakah ada sesuatu yang kurang, Jung?" Sebuah suara menyambar telinganya, namun sepertinya Jungkook lebih memilih untuk tetap menatapi halaman istana di balik celah gorden.

Penjagaan ketat sudah mulai diberlangsungkan sejak tanggal 22 Agustus, sedangkan hari ini seharusnya adalah hari H, 24 Agustus.

Seluruh regu tim Presidential Security Police telah berjaga tanpa henti di gerbang, depan pintu utama, hingga beberapa titik tersembunyi yang telah mereka tetapkan di peta rahasia.

Jungkook mengambil cuti untuk hari ini, beruntung Yoongi mengizinkannya tanpa banyak bertanya. Toh, ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke istana negara karena akan ada penyerangan.

"Jung?" Seokjin kembali memanggil, dan kali ini Jungkook menoleh untuk sekadar memperlihatkan kerutan di dahinya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Seokjin khawatir.

Jungkook tersenyum tipis, lantas menjawab dengan lembut, "ya, aku baik-baik saja."

Matanya kembali mengintip sekilas dari balik celah gorden, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah menjauh dari sana. Jungkook mengambil tempat duduk tepat di hadapan Seokjin, saat ini mereka berdua berada di ruang perpustakaan.

"Dua hari kemarin semuanya baik-baik saja, kan? Tidak ada tanda-tanda apapun?" Jungkook memulai perbincangan.

"Ya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan di sekitar istana. Para penjaga juga sudah melakukan penjagaan ekstra di malam hari," jawab Seokjin.

Hening menyelimuti mereka berdua, Jungkook mulai hanyut kembali dalam pikirannya. Ia mengkhawatirkan banyak hal, seharusnya penyerangan akan terjadi pada pukul 3 sore.

Saat ini pukul 1 siang, hanya tinggal 2 jam lagi penyerangan akan terjadi. Namun Jungkook tidak tahu, apakah penyerangan akan tetap terjadi sama seperti masa lalu atau ada yang berubah.

"Hyung, penyerangan seharusnya akan terjadi dua jam lagi. Tepat pada pukul 3 sore," desis Jungkook, membuat Seokjin sedikit terkejut.

"Bukankah kita harus memberitahukan para penjaga agar bersiap-siap saat ini? Biar akuㅡ" Seokjin yang hendak menggunakan telepon segera dicegah oleh Jungkook.

Belum sempat Jungkook melontarkan satu kata pun, seorang wanita berpenampilan nyentrik tiba-tiba saja sudah berada di antara kakak beradik tersebut. Menatap Jungkook dengan pandangan remeh dan tidak sukanya secara terang-terangan.

"Apa lagi kali ini? Menghasut Seokjin agar mengikuti saran gilamu itu? Ck, aku benar-benar muak." Bibi Kyung Sook memutar bola matanya, namun kemudian kembali menatap tajam Jungkook yang tengah menggigit bibir dalamnya diam-diam.

"Bibi Kyung Sook, bukankah sudah kubilang untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk?" Nada bicara Seokjin nampak penuh penekanan, namun ia mencoba untuk tetap terlihat tenang.

Wanita yang dipanggil Kyung Sook itu tertawa, "ini rumahku, jadi aku bebas untuk melangkahkah kakiku ke mana pun. Oh, Seokjin, kau seharusnya mengatakan hal itu pada anak di hadapanmu. Ia harus tahu diㅡ"

"Hentikan, Bi. Lebih baik sekarang bibi keluar karena Jungkook benar-benar merasa tidak nyaman saat ini." Seokjin hendak berdiri, namun Bibi Kyung Sook lebih dulu mengoceh tidak jelas sembari meninggalkan mereka.

Bersamaan dengan helaan napas panjang Jungkook, Seokjin kembali duduk di hadapannya sembari meminta maaf atas kelakuan Bibi Kyung Sook barusan. Namun Jungkook tidak ambil pusing, ia sudah biasa atas hal-hal yang terjadi barusan setiap kali ia ke sini.

Juga penjagaan ketat istana tentu akan menimbulkan konflik di dalam istana, tidak mungkin mereka tidak bertanya-tanya tentang mengapa tiba-tiba Seokjin bertindak seperti ini.

BackwardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang