Chapter 11

203 4 0
                                        

Maudy berjalan menuju cafeteria, sore itu hujan, dan Harris belum selesai kelas. jadi Maudy memutuskan untuk menunggui Harris di cafeteria. Maudy mengantri bakso yang dia hendak santap sore itu, diudara yang lumayan dingin ini dia ingin mengisinya dengan makan bakso

Maudy berjalan 1 langkah setelah orang di depannya sudah pergi. setelah memesan bakso dan mendapat semangkuk bakso, Maudy membawanya dan membalikkan badannya.

Maudy tiba-tiba mematung, kakak tingkatnya yang waktu itu memarahinya kini berdiri di depannya. Maudy hanya tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya, Maudy cepat cepat membawa semangkuk baksonya dan duduk di bangku kosong.

' mampus gue ! ' batinnya, seraya meniup kuah baksonya dan mulai memakan baksonya

laki-laki itu duduk di depannya. tepat di depan Maudy makan, padahal masih banyak meja kosong di cafetaria itu, tapi entah kenapa laki-laki itu duduk di depan Maudy

" lu yang kemarin itukan? " Tanya cowok itu. bukan Maudy namanya kalau gak jual mahal dan sok ga kenal ke orang

" yang kemaren mana ya kak? " Tanya Maudy balik

cowok itu tertawa meledek dan menunjuk Maudy menggunakan garpunya

" yang gue marahin di parkiran mobil karena mobillu markirnya gak becus? " jawab laki-laki itu

Maudy sebenarnya sudah tau cowok itu, cowok yang memarahinya waktu itu. dia sebenarnya malas bertemu dengan kakak tingkatnya itu. tapi karena dia merasa gaenak dengan kakak tingkatnya, diapun menahan dirinya dari niatnya itu

" gue Kenny, ketua BEM fakultas kedokteran gigi " ucap cowok itu

Maudy tersenyum kecil

" Maudy " jawab Maudy dengan nada suara datar, Kenny tersenyum

" anyway, lu tinggal dimana? " Tanya Kenny, Maudy agak heran dengan kakak tingkatnya yang terlalu to the point, tapi dia menepis pemikirannya itu

" gue kebetulan orang asli sini, tapi gue tinggal di apartemen sendiri " jawab Maudy, Kenny mengangguk mengerti.

baru setengah porsi Maudy menghabiskan baksonya, tiba-tiba Harris menelfonnya. Maudy dengan semangat langsung mengangkatnya

" kamu dimana sayang? aku udah di parkiran.... " ucap Harris, mendengar itu Maudy langsung menggendong tasnya

" aku kesana sekarang, wait ya " jawab Maudy seraya mematikan telefon.

Maudy menatap kakak tingkat yang ada di depannya, dengan anteng Kenny makan bakso dan memainkan handphonenya

" kak, gue cabut duluan ya " ucap Maudy tanpa balasan apa-apa dari Kenny. Maudy yang bodo amat langsung pergi dari cafetaria.

-----

Karina memarkirkan mobilnya di apartemen yang cukup dekat dengan kampusnya. sore itu Karina harus pergi ke rumah dosennya, untuk meminta bimbingan mengerjakan tugas.

" loh, kok abang disini? "

Karina kaget melihat abangnya, Kenny, tertidur di sofa ruang tengah apartemennya. mendengar teriakan Karina, Kenny spontan bangun dan langsung duduk

" capek aku... males ke apartemen, berantakan " jawab Kenny seraya menggaruk-garuk kepalanya sendiri. Karina melemparnya dengan bantal dan pergi ke kamarnya.

Kenny menyalakan TV, menonton beberapa siaran berita dan mengambil cemilan yang ada di dapur dan lanjut menonton TV.

" aku ntar baliknya rada malam ya bang.. " ucap Karina

" kenapa ga minta Harris jemput? dia kan calon kamu? " tanya Kenny

" oh iya ya? yaudah ntar aku coba hubungin dia "jawab Karina seraya membawa tasnya dan memakai sepatu

" byee " ucap Karina

" hmm " jawab Kenny seraya fokus lagi ke TV.

Harris Point Of View

aku menatap layar handphoneku, sudah 5 kali Karina menelfonku dan aku gak mengangkat telefonnya. dia mengirimkanku beberapa chat, tapi aku malas untuk membacanya.

" ahh! sial! " gerutuku saat Karina menelfonku lagi

aku mengangkat telefonnya dan gak memulai perbincangan sama sekali. terlalu malas

" Harris kamu dimana? kamu bisa jemput aku ga? " suara Karina terdengar seperti memelas. ah risih mendengarnya

" gue dirumah.. jemput lu? sekarang? " tanyaku

" iya.. mobil aku mogok dan bisanya diambil besok pagi " jawabnya dengan suara manja, aku makin malas saja

" pleasee pleasee " pintanya lagi dengan suara memohon.

aku gak tahan mendengar suara permohonannya, terlalu mengganggu

" iya iya! yaudah lu dimana? share location aja. " jawabku seraya langsung mematikan telefon.

aku sebenarnya malas, tapi aku sedikit gak tega dengannya. mungkin hanya satu kali saja aku membantunya, sehabis itu aku gak akan lagi berbaik hati untuknya. aku memakai jaketku. malam ini aku mau memakai motor saja, bodo amat dengan Karina. mau dia nanti kedinginan atau apapun itu, aku gak perduli.

" hai! " sapa Karina saat melihatku sudah ada di depannya, menggunakan motorku.

aku bisa lihat dari wajahnya, dia kaget karena aku gak mengendarai mobil. dia pasti berharap aku akan memakai mobil untuk menjemputnya.

" ayo naik " ucapku dengan malas sambil memberinya helm.

dia memakainya, lalu aku mengantarkan ke apartemennya. untunglah, kampusnya dan kampusku berjauhan dan butuh waktu yang lumayan lama untuk ke kampusku dari kampusnya.

" nanti mampir dulu ya ke apartemenku " pinta Karina dengan suara manjanya, aku kesal. jujur, aku benci dengan cewek yang terlalu manja dan banyak minta.

" sorry, gue ada tugas yang kudu gue kelarin malam ini " dustaku, Karina menghembuskan nafasnya dengan kecewa dan terdiam

di depan apartemen mewah, Karina turun dari motorku dan memberikan helmku. dia tersenyum dan memegang bahuku

" thanks ya Harris, maafin aku karena udah ngerepotin kamu.. hati-hati dijalan " ucapnya, aku hanya mengangguk dan pergi dari hadapannya.

ada sedikit rasa iba, aku terlalu cuek dan dingin padanya. tapi aku sengaja begini, agar dia tau kalau aku gak menginginkan semua ini. aku malas dengannya, karena sekarang aku sudah mencintai Maudy. pacar pertamaku.

mama menungguiku di ruang tamu, aku agak heran. tapi aku hanya diam dan menaruh helmku di rak helm

" kamu darimana nak? " tanya mama

" jemput Karina " jawabku dengan malas. mama terlihat senang dan senyumnya mengembang

" kamu jadinya sama dia? syukurlah, kamu sudah buka hati buat dia.. dia baikkan? dia ramah dan cantik kan? kamu pasti nyaman sama dia '' ucap mama

aku menoleh kearah mama dengan sedikit kesal

" ma, aku hanya jemput Karina dari rumah dosennya. aku hanya kasian sama dia. aku tertarik sama dia? aku sama sekali gak tertarik sama dia, ma.. aku udah punya pacar " jawabku

shit! aku keceplosan! aku harus apa ini?

" pacar? siapa? kok ga bilang-bilang? " mama mulai penasaran, aku menghembuskan nafas dengan kasar

" ya pokoknya sekarang aku udah sayang sama seseorang " jawabku seraya pergi meninggalkan mama di ruang tamu.

🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇🌇
HAI TEMAN TEMAN
MAAF BANGET BANGET AKU SELALU LAMA UNTUK NGEUPDATE CERITA AKU DI WATTPAD BECAUSE KEMARIN LAPTOP AKU ERROR :')

HOPE YOU GUYS STILL LOVE MY STORY

-xoxo

My BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang