[3rd Person Point Of View]
Saat itu juga, Y/N langsung menyerang Levi secara brutal. Selama itu pula, Levi selalu menepis serangan Y/N tanpa mau membalas.
Saat ada kesempatan, Levi menyerang tengkuk Y/N menggunakan kaki. Tapi sangat disayangkan, Y/N dengan mudah menepisnya dengan sebelah tangan.
'Lumayan juga bocah ini.' Batin Levi.
Serangan yang sama dilakukan oleh Y/N ke arah Levi. Tahu ada kaki yang ingin menyerang, Levi menunduk dan secepat kilat menangkap kaki Y/N.
Y/N menapak dengan 1 kaki.
Kesempatan, Levi memelintir kaki Y/N. Y/N meringis sedikit, lalu ambruk ke tanah. Saat ingin bangun, Levi menahan pergelangan tangan Y/N dan kaki nya.
Y/N terperangkap oleh kurungan Levi.
Tapi, Y/N memutar balikkan keadaan. Semudah membalik telapak tangan. Keadaan pun berbalik. Y/N diatas dan Levi dibawahnya.
Mereka terdiam sejenak.
"Hoo, kau punya kemampuan juga ternyata." Ucap Levi dengan nada meremehkan.
"Cih, jangan remehkan aku."
Alis Levi menukik tajam.
"Berani sekali kau mendecih dihadapanku."
Y/N menatap datar, "Memangnya kenapa? Ini kan mulutku. Aku bebas mengatakan apapun yang kumau." Ucapnya sarkas.
Wajah Levi semakin menggelap.
Seketika, Levi menggulingkan Y/N kesamping saat Y/N lengah. Secepat kilat Y/N langsung berdiri.
Keduanya sama-sama berdiri. Saling menatap tajam.
"Bocah tengik, kau sudah berani rupanya."
Bingung, Y/N menaikkan 1 alisnya. Meminta penjelasan lebih.
"Jaga ucapanmu saat berbicara padaku."
Hening.
Levi marah.
Y/N terdiam. Kenapa aku dimarahi? Pikir Y/N. Y/N menduga, aura kegelapan yang telah lama menghilang itu yang melakukannya.
Y/N yakin, bahwa aura itu seharusnya sudah hilang sejak lama.
Tapi, kenapa sekarang..?
Tanpa berpikir panjang, Y/N membungkkukan badan.
"M-maaf sir!"
'Apa ini? Kenapa berubah?' Batin Levi heran.
Menghela nafas kasar, lalu berkata. "Kita sudahi latihannya sampai sini dulu. Besok kita lanjutkan lagi."
Lalu, Levi pun beranjak pergi meninggalkan Y/N.
Saat itu juga, Y/N mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Akh! Apa yang sudah ku lakukan tadi?"
Kalau boleh jujur, Y/N tidak mengingat apapun saat ia di marahi Levi. Ia bingung, apa yang telah dilakukannya tadi, sampai-sampai membuat Levi marah.
Dan Y/N berfikir bahwa, aura yandere itu datang lagi.
"Ugh, bagaimana ini?" Batin Y/N takut.
Detik itu juga, Y/N merasakan ada tangan di bahunya. Karna kaget, ia berjengit dan menengok ke belakang.
"U-uh, apa aku mengagetkanmu?"
"Eren?" Lega, kau pun menghela nafas lega.
"Kau kenapa? Dari tadi ku lihat, kau melamun."
"Eh? Kau memperhatikanku, dari tadi?!" Kaget, tak menyangka ada yang memperhatikannya sedari tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Corporal Heroes [Levi X Reader] (On Going)
FanfictionLevi ackerman namanya. Dia hebat, baik, pendiam. Walau aku tak suka cara bicaranya yg terdengar kasar dan ketus. Walaupun begitu, dia yg membuatku bertahan hidup. Dia selalu melindungiku dengan caranya sendiri. Walaupun itu menjengkelkan. Aku selalu...
![My Corporal Heroes [Levi X Reader] (On Going)](https://img.wattpad.com/cover/142439412-64-k607680.jpg)