Harap baca Author Note di akhir Cerita, karna sangat penting!!!
| My Corporal Heroes |
Shingeki no kyojin © Hajime Isayama
Levi Ackerman x Reader
Rate: T+
By,
Shitaackerman_
.
.
.
"A-aku akan menerima konsekuensinya! Apapun hukumannya, saya terima!" Y/N membungkuk penuh kecemasan.
Levi kalem. Memperhatikan gadis dihadapannya dengan santai. Seolah tidak terjadi apa-apa.
"Duduk."
"Eh?"
"Telingamu harus di korek. Minta Hanji untuk mengorek telingamu."
Mendengar penuturan itu, Y/N kelabakan. Buru-buru menduduki kursi dihadapan Levi.
Levi menghela napas. "Lupakan yang barusan terjadi." Levi menjeda kalimat, lalu melirik Y/N dengan ekor matanya. "Hanji bilang, kau mencariku tadi malam."
Y/N mendadak gagu. "Err, ya. Hanji-san benar."
"Ada apa?"
Y/N melirik bingung, "Apanya?"
"Ada apa kau mencariku?"
Y/N terdiam sejenak. "Uhm, aku hanya ingin bilang.. Terimakasih."
Levi menaikkan satu alisnya. Tidak berkata apa-apa. Syukurnya Y/N paham kode itu.
"S-semalam, Mikasa bilang kalau anda yang meminta merekrutku ke Komandan Erwin tanpa syarat."
"Hm."
"J-jadi, itu benar?"
"Hm."
Y/N menggigit bibir, menahan berteriak. "Sekali lagi Terimakasih, Kapten. Aku tidak tahu harus membalas apa kepada Kapten."
"Dengan jangan mati di saat Ekspedisi nanti dan seterusnya."
"Kalau itu, aku tidak bisa janji Kapten.."
Levi melirik Y/N. "Hm? Kau bukan seperti Y/N yang kukenal."
"Apa?"
"Y/N yang ku kenal tidak berkata seperti itu."
"Memang anda mengenalku dengan baik?"
"Ya. Aku ingin Y/N yang kukenal baik itu ada di hadapanku dan berkata sesuatu yang positif dengan lantang."
Mendengar hal itu, gelora di dalam dada menggebu. Y/N tersenyum.
"Aku tidak bisa janji, Kapten. Tapi, aku akan berusaha."
"Hm." Levi menyeruput teh hitamnya, "Ada yang ingin kubicarakan padamu lagi."
"Tentang apa, Kapten?"
"Mulai minggu depan, kau sudah diperbolehkan mengikuti Ekspedisi keluar dinding."
Y/N tersedak ludah, "E-eh?! Minggu depan??"
Levi mengangguk pelan.
"Ehm, apa tidak terlalu cepat, Kapten?"
"Memang kenapa?"
Y/N garuk-garuk kepala. "Err, yah, sejujurnya aku masih belum siap, Kapten. T-tapi kalau itu perintah dari anda dan atasan lainnya, s-saya akan ikut."
"Hm. Bocah yang penurut." Levi menopang pipinya dengan satu tangan, "Besok kau harus ikut menghadiri rapat untuk Ekspedisi minggu depan. Bersiaplah."
Y/N berdiri dan membuat sikap hormat, "Siap Kapten!"
Y/N pamit undur diri. Meninggalkan Levi dengan ekspresi yang sulit diartikan.
***
Hari yang di tunggu, akhirnya datang. Rapat pun dimulai. Pagi-pagi sekali, Y/N sudah terbangun sejak pukul 5 subuh karna saking antusiasnya akan Ekspedisi minggu depan.
Dikoridor, Y/N bertemu Eren.
"Hai, Y/N."
"Ah, Hai juga Eren!"
"Ada apa? Sepertinya kau bersemangat sekali hari ini."
"Kau tahu, Eren? Aku sudah diperbolehkan untuk mengikuti Ekspedisi minggu depan!"
Eren terdiam.
Binar antusias Y/N perlahan lenyap, "Eren? Kenapa kau diam?"
Eren mengerjap, "Ah. Tidak. Maaf, aku melamun tadi." Eren menatap Y/N serius. "Y/N, apa kau ... Benar-benar ingin ikut Ekspedisi kali ini?"
"Eh?"
"Jawab yang jujur, Y/N."
Y/N diam. Sebenarnya, masih ada sedikit rasa takut yang menggelayutinya. Tapi, ini adalah kesempatan emas untuk melihat dunia luar. Bukankah impiannya sudah ada didepan mata? Mengapa harus ditunda lagi?
"Sejujurnya, aku takut untuk ikut Ekspedisi minggu depan. Ini terlalu mendadak bagiku."
Eren diam mendengarkan.
"Tapi, kalau tidak sekarang, kapan lagi? Ini kesempatan untukku melihat dunia luar. Ini impianku sejak kecil. Mau sampai kapan lagi aku menundanya, Eren?"
Eren menghela napas. "Y/N, dengar. Apa kau sudah menyerah dengan hidupmu? Apa kau sudah tidak sayang nyawa? Aku tau kau tidak selemah itu. Maka, pikirkanlah lagi. Aku ingin kau menunggu hingga kau sudah sangat siap menghadapi segala tantangan yang ada di depan matamu nanti."
"Tapi sampai kapan, Eren? Aku sudah muak dengan semua ini. Aku ingin bebas. Setidaknya, aku mati dengan cara terhormat dalam hidupku."
Mata Eren mendelik tajam, "Kau ingin mati?"
Seketika Y/N terdiam.
"Mati bukan pilihan. Itu cara yang salah, Y/N. Seharusnya kau tidak mengatakan itu."
Y/N menunduk lesu, "Maaf."
Eren menghela napas, "Pikirkan baik-baik perkataanku. Aku berharap kau berubah pikiran. Bicarakan ini pada ... Kapten Levi." Eren melirihkan kata terakhirnya.
Y/N mengangguk, "Akan ku pikirkan baik-baik." Lalu tersenyum teduh, "Terimakasih, Eren atas sarannya. Kau memang teman yang baik."
Y/N memeluk Eren. Eren menegang di tempat.
Walau sempat merasa kecewa karna Y/N hanya menganggapnya 'Teman', tapi kekecewaannya langsung hilang saat Y/N memeluknya.
Wajahnya memerah.
"Y-Y/N?!"
"Terimakasih ..."
Eren terdiam. Perlahan membalas pelukan Y/N lebih erat. Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu. Diam-diam menghirup aroma manis dari lehernya.
"Apapun untukmu …"
Kegiatan intim mereka ternyata telah di rekam baik-baik oleh mata kelam nan tajam dari kejauhan. Ekspresinya tidak terbaca.
TBC
19 Juli 2019
Mohon dibaca!!!
Author note:
Apa ada yg bersedia melanjutkan Cerita ini bersama saya? Seperti kolaborasi. Yg minat bisa DM saya. Jgn sungkan, takut, atau minder. Ini berlaku untuk siapapun.
Saya tunggu jawaban kalian! (*Bagi yg minat)
Shitaackerman_
KAMU SEDANG MEMBACA
My Corporal Heroes [Levi X Reader] (On Going)
Fiksi PenggemarLevi ackerman namanya. Dia hebat, baik, pendiam. Walau aku tak suka cara bicaranya yg terdengar kasar dan ketus. Walaupun begitu, dia yg membuatku bertahan hidup. Dia selalu melindungiku dengan caranya sendiri. Walaupun itu menjengkelkan. Aku selalu...
![My Corporal Heroes [Levi X Reader] (On Going)](https://img.wattpad.com/cover/142439412-64-k607680.jpg)